Keberpihakkan Terhadap Bank Lokal Harus Diapresiasi - RUU Perbankan

NERACA

Jakarta - PT Bank Mandiri Tbk menilai akan dimasukkannya pasal pembatasan asing ke dalam Rancangan Undang-undang (RUU) Perbankan yang saat ini tengah dibahas di Komisi XI DPR merupakan langkah yang baik dan harus diapresiasi. Terlebih ke depan, RUU Perbankan ini bisa meningkatkan peran perbankan nasional.

DirekturFinance & StrategyBank Mandiri, Pahala Nugraha Mansury, mengatakan pembahasan pasal per pasal di dalam RUU Perbankan merupakan hal baik. Pasalnya, aturan yang baik akan bisa mendorong kinerja perbankan di Indonesia lebih baik daripada sebelumnya.

“(RUU Perbankan) justru membantu kita agar Indonesia, khususnya di regional, bisa dipandang. Pertumbuhan ekonomi kita sudah baik. Apalagi Indonesia merupakangreaterdi Asia Tenggara,” kata Pahala di Jakarta, Jumat (1/3), pekan lalu.

Menurut dia, melalui pembahasan yang mendalam dan adanya keberpihakan Pemerintah terhadap perbankan lokal, tanpa ada rasa anti asing akan memberikan kesempatan pada perbankan dalam negeri bertumbuh lebih baik lagi dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian (prudential).

Sementara Chief EconomistBank Mandiri, Destry Damayanti, menambahkan kebijakan yang mengedepankan asas nasionalisme memang perlu didukung. Namun, kebijakan nasionalisme tersebut bukan berarti Pemerintah anti terhadap asing. Dia pun tidak bisa memungkiri bahwa Indonesia tetap membutuhkan asing.

“Mereka (investor asing) sadar di negara lain pun diberlakukan hal yang sama (pembatasan asing di bank). Kita bukan mau anti asing, tapi ingin mereka diberiadded value. Jangan hanya keruknatural resources kita saja,” tegas Destry.

Pembiayaan UMK

Sebelumnya, anggota Komisi XI DPR, Mustofa Assegaf mengatakan, pihaknya ingin mengetahui sebenarnya apa target perbankan nasional, khususnya bank-bank BUMN, selain masalah permodalan.

“Bagaimana caranya dari masing-masing bank ini bisa di-combineatau sinergi satu sama lain. Seperti mempermudah akses keuangan bagi masyarakat kecil kepada perbankan. Kemudian memurahkan, dari sisi suku bunga, dana tersebut secara spesifik. Itu semua nantinya dimasukkan ke dalam RUU Perbankan,” kata dia, belum lama ini.

Tak hanya itu saja. Bank Mandiri juga mencatatkan penyaluran pembiayaan ke sektor Usaha Menengah dan Kecil (UMK) melalui unitbusiness bankingsebesar Rp38,44 triliun pada 2012, meningkat 27% dari periode sama tahun sebelumnya.

Pertumbuhan kredit UMK tersebut tercatat lebih tinggi daripada pertumbuhan pasar sebesar 25%. Bahkan di tahun ini, perseroan tersebut mencanangkan pertumbuhan kredit UMK sebesar 38%. Kemudian, sepanjang 2012, juga diperoleh tambahan debitur baru sebanyak 5.560 debitur.

Kredit tersebut mayoritasnya disalurkan kepada sektor perdagangan dan pertanian, yang masing-masing mencapai hampir 60% dan 13%. Kualitas portofolio kredit business bankingjuga mengalami perbaikan, terlihat dari perbaikan rasio kredit macet (nonperforming loan/NPL), yaitu menjadi 2,42% pada akhir Desember 2012 dengan pangsa pasar Mandiri di bisnis UKM pada 2012 sebesar 12,7%. [ardi]

Related posts