Pembatasan Impor, Kinerja Erajaya Masih Positif

Kebijakan pemerintah menertibkan pembatasan impor seluler dalam aturan baru, tentunya berdampak terhadap produsen telepon seluler. Namun tidak halnya bagi PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA). Pasalnya, aturan baru tentang pembatasan impor telepon seluler, komputer genggam dan komputer tablet tidak berpengaruh terhadap kinerja perseroan.

Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta akhir pekan kemarin. Kata Corporate Secretary Erajaya, Syaiful Hayat, aturan tersebut justru akan memberi dampak positif karena dapat menekan importasi melalui jalur tidak resmi (black market). "Jadi importasi hanya dibatasi oleh importer yang ditunjuk resmi oleh principal saja,”katanya.

Dia menambahkan, pihaknya telah melakukan penyesuaian terhadap struktur bisnis untuk menghadapi regulasi baru tersebut, dimana barang-barang yang diimpor perseroan akan didistribusikan oleh tiga anak usahanya, yakni PT Teletama Artha Mandiri (TAM), PT Sinar Eka Selaras (SES), dan PT Nusa Gemilang Abadi (NGA) kepada dealer/reseller/retailer. "Secara umum regulasi baru tersebut tidak berdampak signifikan atas opersional perseroan dan entitas anak usaha perseroan," tambahnya.

Kendati ada harapan positif atas regulasi ini, lanjut Saiful, belum dapat memperkiakan pengaruhnya terhadap kinerja keuangan. Seperti diketahui, Menteri Perdagangan (Permendag) mengluarkan regulasi tentang pembatasan impor telepon seluler, komputer genggam (handheld) dan komputer tablet. (bani)

BERITA TERKAIT

Mardani Terpilih Ketum HIPMI 2019-2022

Hasil musyawarah nasionak (Munas) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) memilih Mardani H. Maming (Mardani) sebagai ketua umum HIPMI Priode 2019-2022…

Kalbe Farma Raih Lisensi Obat Untuk Tumor

Jaga pertumbuhan bisnis lebih agresif lagi PT Kalbe Genexine Biologics (KG Bio) yang merupakan perusahaan patungan antara PT Kalbe Farma…

Penjualan Indocement Terkoreksi 5,8%

Sampai dengan Agustus 2019, penjualan semen PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) mencapai 1,6 juta ton atau terkoreksi 5,8% dibandingkan…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Kantungi Empat Proyek Baru - TOTL Pede Target Kontrak Baru Capai Rp 2 Triliun

NERACA Jakarta – Mengandalkan proyek-proyek pembangunan gedung dan infrastruktur lainnya, tidak menjadi kekhawatiran bagi PT Total Bangun Persada Tbk (TOTL)…

Saat Ini Momentum Tepat Starup Go Public

Maraknya beberapa perusahaan starup yang mencatatkan saham perdananya di pasar modal, menjadi sentimen positif bagi perusahaan starup lainnya untuk mengikuti…

IPO Almazia Ditaksir Oversubscribed 3 Kali

NERACA Jakarta – Jelang pencatatan sahamnya di Bursa Efek Indonesia, PT Sinarmas Sekuritas selaku penjamin emisi penawaran umum saham perdana…