Pembatasan Impor, Kinerja Erajaya Masih Positif

Kebijakan pemerintah menertibkan pembatasan impor seluler dalam aturan baru, tentunya berdampak terhadap produsen telepon seluler. Namun tidak halnya bagi PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA). Pasalnya, aturan baru tentang pembatasan impor telepon seluler, komputer genggam dan komputer tablet tidak berpengaruh terhadap kinerja perseroan.

Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta akhir pekan kemarin. Kata Corporate Secretary Erajaya, Syaiful Hayat, aturan tersebut justru akan memberi dampak positif karena dapat menekan importasi melalui jalur tidak resmi (black market). "Jadi importasi hanya dibatasi oleh importer yang ditunjuk resmi oleh principal saja,”katanya.

Dia menambahkan, pihaknya telah melakukan penyesuaian terhadap struktur bisnis untuk menghadapi regulasi baru tersebut, dimana barang-barang yang diimpor perseroan akan didistribusikan oleh tiga anak usahanya, yakni PT Teletama Artha Mandiri (TAM), PT Sinar Eka Selaras (SES), dan PT Nusa Gemilang Abadi (NGA) kepada dealer/reseller/retailer. "Secara umum regulasi baru tersebut tidak berdampak signifikan atas opersional perseroan dan entitas anak usaha perseroan," tambahnya.

Kendati ada harapan positif atas regulasi ini, lanjut Saiful, belum dapat memperkiakan pengaruhnya terhadap kinerja keuangan. Seperti diketahui, Menteri Perdagangan (Permendag) mengluarkan regulasi tentang pembatasan impor telepon seluler, komputer genggam (handheld) dan komputer tablet. (bani)

BERITA TERKAIT

DPR Apresiasi Kinerja Pengembangan Budidaya Laut Oleh KKP

NERACA Batam - Komisi IV DPR RI menyampaikan apresiasinya atas kinerja pengembangan budidaya laut oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP)…

Usut Tuntas Impor Pangan

Maraknya dugaan korupsi impor pangan yang menjadi sorotan mantan Menko Perekonomian Rizal Ramli kemudian berlanjut dilaporkan kepada Komisi Pemberantasan Korupsi…

Program B20 Mampu Tekan Impor Solar 4.000 kl/hari

      NERACA   Jakarta - Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi, Kementerian Energi dan Sumber Daya…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Perdagangan Saham DIGI Disuspensi

Lantaran terjadi peningkatan harga saham yang signifikan, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan penghentian sementara atau suspensi perdagangan saham PT…

BEI Dorong Perusahaan di DIY Go Public

Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia (BEI) Daerah Istimewa Yogyakarta mendorong perusahaan di daerah itu baik milik swasta maupun badan usaha…

MAYA Bagi Dividen Interim Rp 223,19 Miliar

PT Bank Mayapada International Tbk (MAYA) akan membagikan dividen tengah tahun sebesar Rp35 per lembar saham. Hal itu sesuai dengan…