Rothschild Mempertanyakan Transaksi Grup Bakrie - Saham BUMI Berkurang di BRMS

NERACA

Jakarta– Bekas mitra bisnisnya Grup Bakrie, Nathaniel Rothschild mendesak Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk menyelidiki berkurangnya kepemilikan saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) di PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) dari 87,09% menjadi 45%.

Informasi tersebut disampaikan Rothschild dalam siaran persnya di Jakarta akhir pekan kemarin. Disebutkan, Rothschild curiga seluruh transaksi yang dilakukan oleh grup Bakrie di BRMS dilakukan untuk menyuplai kebutuhan induk usahanya, BUMI.

Rothschild mengaku mencatat beberapa poin penting di dalam pemberitaan terkait berkurangnya kepemilikan BUMI di BRMS beberapa hari lalu. Saat itu dikabarkan pengurangan kepemilikan saha telah terjadi dalam beberapa bulan terakhir namun belum diungkapkan sampai dengan minggu ini. “Kami mendesak kepada OJK untuk menyelidiki hal ini dan kami juga akan memanggil Samin Tan, yang merupakan Presiden Komisaris Bumi Resources, Presiden Direktur BRMS, serta Presiden Direktur di Bumi Plc, untuk memberikan kejelasan atas transaksi tersebut,” kata Rothschild.

Selain itu, lanjutnya, pihaknya juga akan mendesak Samin Tan untuk menjawab beberapa pertanyaannya, seperti mengapa investor tidak diberitahu oleh Samin Tan mengenai transaksi tersebut.

Selain itu dia juga mempertanyakan mengapa Bumi Resources yang diawasi oleh Samin Tan- menjual aset-aset pemegang saham begitu murah. Rothschild mengatakan di Maret 2012, Bumi Resources memiliki 87% saham di BRMS senilai lebih dari US$ 1 miliar. Namun saat ini sahamnya hanya tinggal 45% senilai US$ 380 juta.

Menurutnya, melihat dari penurunan harga saham BRMS lebih dari 40% dalam 12 bulan terakhir pemegang saham Bumi Resources perlu mengetahui kapan Bumi Resources melepas kepemilikan sahamnya di BRMS.“Apakah sekarang Bumi Resources sedang tertekan untuk membayar bunga utang yang membuat mereka melakukan transaksi repo dengan “pihak-pihak terkait”? Lalu apakah grup Bakrie juga mendapatkan harga saham sesuai dengan harga pasar?,”ujarnya.

Beberapa pertanyaan lain yang akan diajukan Rothschild adalah apakah Samin tan mengizinkan transaksi tersebut serta apakah Samin Tan mengizinkan kepada BRMS untuk memberikan dana USD100 juta dari BRMS ke Bumi Resources untuk menutupi bunga pinjaman Bumi Resources di kuartal keempat 2012 dimana dana tersebut seharusnya untuk mengembangkan lokasi tambang Dairi Prima Mineral.

Rothschild juga mengaku tidak dapat membayangkan Samin Tan sebagai Presiden Komisaris di Bumi Resources, Presiden Direktur di BRMS dan Chairman Bumi Plc tidak mengetahui transaksi ini dan saat Rapat Umum Pemegang saham Luar Biasa Bumi Plc kemarin memilih untuk tidak mengatakan apapun. (bani)

BERITA TERKAIT

Kembangkan Inftastruktur dan SDM - Rifan Financindo Bidik Transaksi 1,5 Juta Lot

NERACA Jakarta – Sukses mencatatkan performance kinerja yang positif di tahun 2018 kemarin, menjadi alasan bagi PT Rifan Financindo Berjangka…

Harga Saham Melorot Tajam - Saham Cottonindo Masuk Pengawasan BEI

NERACA Jakarta - Perdagangan saham PT Cottonindo Ariesta Tbk (KPAS) masuk dalam pengawasan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) karena mengalami…

Kuras Kocek Rp 460,38 Miliar - TBIG Realisasikan Buyback 96,21 Juta Saham

NERACA Jakarta - Sepanjang tahun 2018 kemarin, PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) telah membeli kembali atau buyback saham dari…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Tiga Anak Usaha BUMN Bakal IPO di 2019

Menyadari masih sedikitnya perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang go public atau tercatat di pasar modal, mendorong Kementerian Badan…

Impack Pratama Beri Pinjaman Anak Usaha

Dukung pengembangan bisnis anak usaha, PT Impack Pratama Industri Tbk (IMPC) melakukan perjanjian hutang piutang dengan anak usahanya PT Impack…

Layani Pasien BPJS Kesehatan - Siloam Tambah Tujuh Rumah Sakit Baru

NERACA Jakarta – Tidak hanya sekedar mencari bisnis semata di industri health care, PT Siloam International Hospital Tbk (SILO) terus…