Butuh Dana, BUMI Bakal Gadai Saham Bumi Mineral

NERACA

Jakarta – Analis PT Millenium Danatama Sekuritas, Desmon Silitonga memperkirakan PT Bumi Resources Tbk (BUMI) melakukan aksi gadai saham atau "repurchase agreement" (repo) terhadap PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) untuk mendapatkan pendanaan. "Kebanyakan saham-saham grup itu memang di-repokan untuk mendapatkan dana. Nat Rothschild tentu akan memanfaatkan isu itu untuk membalas setelah kalah pada RUPSLB Bumi Plc pekan lalu," katanya di Jakarta akhir pekan kemarin.

Dia menilai jika audit laporan keuangan obyektif, sebaiknya transaksi repo dicantumkan. Saat ini dalam teorinya memang dicantumkan, namun tidak secara detil disebutkan.

Desmon menambahkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) selaku regulator pasar modal tidak mewajibkan hal itu. Saat regulator pasar modal masih bernama Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK), wacana untuk menjelaskan transaksi repo saham dalam keterbukaan informasi sudah ada, namun sampai sekarang wacana itu belum terlaksana.

Sementara pengamat pasar modal, Yanuar Rizky menambahkan untuk dapat membuktikan adanya repo, investor harus menunggu pelaksanaan rapat umum pemegang saham (RUPS) BUMI dan BRMS.

Menurutnya, jika memang dilakukan repo dan terjadi "default" maka sudah dipastikan di dalam laporan keuangannya akan terjadi perubahan kepemilikan. Dia menilai, ada dua dugaan terkait perbedaan persentase saham pengendali di laporan registrasi pemegang saham BRMS.

Pertama, grup pemilik meminjamkan efek ("securities lending and borrowing") BRMS kepada perusahaan atau bank kustodian. Dan kedua, grup pemilik melakukan transaksi repo karena membutuhkan pendanaan atau memang untuk meningkatkan likuiditas perdagangan sahamnya. Untuk mengetahui potensi "default" maka harus dilihat tenor waktunya dari transaksi repo tersebut.

Sebagai informasi, pasca pecah kongsi Grup Bakrie dengan Nat Rotschild di Bumi Plc, memaksa PT Bumi Resources Tbk (BUMI) harus menyetor US$ 50 juta atau setara Rp 475 Miliar sebagai uang pembubaran kerjasama. Tidak hanya itu, juga akan terjadi perubahan pengendali saham di BUMI.

Sebagai informasi, pasca RUPS telah terjadi perombakan direksi. Di mana Bumi Plc adalah pemegang saham 29% saham BUMI dan 85% saham PT Berau Coal Energy Tbk (BRAU). Itu artinya, maka Bumi Plc akan dikuasai pihak asing.

Beberapa aset Grup Bakrie yang tengah di jual untuk menutupi pembelian saham di Bumi Plc adalah dengan menjual lahan kuningan melalui anak usahanya PT Bakrie Swastika Utama (BSU), melepas toll road anak usaha Grup Bakrie, melepas saham PT Visi Media Asia Tbk (VIVA) dan PT Bakrie Pipe Industries. (bani)

Related posts