PGN Catatkan Laba Bersih Rp 8,5 Triliun

Sepangang tahun 2012, PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) mencatatkan laba bersih sebesar US$ 890,89 juta atau sekitar Rp 8,5 triliun, naik 30% dari perolehan laba tahun 2011 sebesar US$ 680,80 juta atau Rp 6,5 triliun.

Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta akhir pekan kemarin. Disebutkan, perseroan juga mencatatkan laba usaha US$ 1,02 miliar dan EBITDA US$ 1,19 miliar.

Direktur Utama PGN Hendi Prio Santoso mengatakan, peningkatan laba tersebut ditopang dari kenaikan pendapatan usaha perseroan sebesar US$ 2,58 miliar. Angka tersebut naik 16 % dari pendapatan tahun sebelumnya sebesar US$ 2,23 miliar.

Selain itu, dia juga menuturkan, pencapaian di tahun 2012 dan perkembangan dari integrasi model bisnis semakin memperkuat fundamental PGN untuk terus melanjutkan usaha yang menghasilkan pertumbuhan yang berkelanjutan bagi PGN dan seluruh pemangku kepentingan.

Perseroan juga mencatat laba kurs terjadi sebagai akibat menguatnya nilai tukar dolar Amerika Serikat terhadap mata uang asing. Laba perubahan wajar derivatif menjadi US$ 65 juta di tahun 2012 juga berkontribusi pada peningkatan laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk pada tahun ini.

Pencapaian kinerja keuangan ini terutama diperoleh dari volume penjualan gas pada usaha distribusi selama tahun 2012 yang mencapai 807 MMSCFD (juta kaki kubik standar per hari), meningkat dari 795 MMSCFD di tahun 2011. Peningkatan volume penjualan ini sejalan dengan meningkatnya kemampuan pasokan PGN yang diiikuti dengan kemampuan penyerapan gas oleh pelanggan industri dan komersial.

Pasokan Gas Lampung

Ke depan, PGN LNG akan mengoperasikan terminal penerima dan regasifiaksi LNG terapung (LNG FSRU) di Lampung dan mengusahakan pasokan LNG bagi FSRU Lampung untuk memenuhi permintaan gas di wilayah Jawa Barat dan sekitar Lampung.

PGN LNG telah menandatangani LNG Master Sales and Purchase Agreement (“MSPA”) dengan beberapa pemasok LNG untuk mendapatkan pasokan dari spot market. Namun demikian, masih dilakukan upaya untuk mendapatkan kontrak pasokan jangka panjang, terutama dari pemasok di dalam negeri.

Pengembangan bisnis hilir melalui anak Perusahaan PT Gagas Energi Indonesia ("GEI") juga telah memperluas akses pasar dan pasokan. Pada tahun 2012, pemerintah mengeluarkan kebijakan untuk menaikkan harga gas di hulu ke tingkat harga keekonomian.

Menurut Hendi Prio, hal ini sejalan dengan kenaikan harga energi secara global dan bertujuan untuk menstimulasi produksi gas di Indonesia bagi kepentingan domestik. Kebijakan ini berdampak pada kenaikan harga beli gas rata-rata PGN dari pemasok. Di tahun 2012, harga beli gas rata-rata dari pemasok naik sebesar 61%.

Sesuai dengan keputusan Menteri ESDM untuk mengintegrasikan penyesuaian harga gas di sisi hulu dan hilir, PGN telah memberlakukan penyesuaian harga jual rata-rata kepada pelanggan sebesar 24% per MMBtu mulai 1 September 2012. (bani)

BERITA TERKAIT

BNI Terbitkan Global Bond US$ 500 Juta

Perkuat modal dalam mendukung ekspansi bisnisnya, PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) berencana menerbitkan obligasi dalam denominasi dollar atau global…

Kontrak Baru PTPP Meleset dari Target

Geliat pembangunan infrastruktur di tahun 2019 kemarin, belum mampu memenuhi target PT PP (Persero) Tbk (PTPP) dalam mencapai raihan kontrak…

Pefindo Beri Peringkat Negatif Outlook WSKT

Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) mengubah outlook PT Waskita Karya (Persero) Tbk dari stabil menjadi negatif. PT Waskita Karya Persero) Tbk…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

WanaArtha Life Ambil Bagian di WEF Annual Meeting 2020

PT Asuransi Jiwa Adisarana Wanaartha atau yang lebih dikenal dengan WanaArtha Life kembali ambil bagian di World Economic Forum Annual…

Tambah Fasilitas Produksi Gas - Sale Raya Targetkan Dana IPO US$ 100 Juta

NERACA Jakarta — Menggeliatnya industri minyak dan tambang (migas) dimanfaatkan langsung PT Sele Raya untuk mencari permodalan di pasar modal…

Danai Belanja Modal - Smartfren Kantungi Pinjaman Rp 3,10 Triliun

NERACA Jakarta – Danai pengembangan bisnisnya, PT Smartfren Telecom Tbk (FREN), melalui PT Smart Telecom meraih kredit dari China Development…