Danai Proyek Properti, Adhi Karya Terbitkan Obligasi Dan Sukuk - Tawarkan Kupon Maksimal 8,5%

NERACA

Jakarta- Menyusul PT Pembangunan Perumahan Tbk (PTPP) yang sudah menerbitkan obligasi senilai Rp 700 miliar dengan kupon obligasi dikisaran 8% sampai 9% per tahun, PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) juga akan menerbitkan dan menawarkan obligasi berkelanjutan pertama tahap kedua pada tahun ini senilai Rp625 miliar dan sukuk mudharabah senilai Rp125 miliar.

Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta akhir pekan kemarin. Sebagai penjamin emisi dalam penerbitan dan penawaran obligasi dan sukuk mudharabah ini, perseroan menunjuk PT Danareksa Sekuritas dan PT BCA Sekuritas serta PT Bank Mega Tbk sebagai wali amanat.

Rencananya, perseroan akan menggunakan dana tersebut untuk mendukung pengembangan usaha di sektor properti dengan target dana sebesar Rp1,25 triliun. Obligasi dan sukuk mudharabah ini bagian dari penawaran umum berkelanjutan. Disebutkan, obligasi tahap kedua yang akan ditawarkan memiliki dua seri. Seri A memiliki nilai Rp125 miliar dengan kupon bunga sebesar 8,1% dan untuk seri B memiliki nilai Rp500 miliar dengan kupon bunga 8,5%.

Untuk sukuk mudharabah, perseroan menawarkan pendapatan bagi hasil yang dihitung berdasarkan perkalian antara nisbah pemegang sukuk dengan pendapatan yang dibagihasilkan. Obligasi dan sukuk ini dijamin dengan piutang/tagihan proyek perseroan, baik yang sudah ada maupun yang akan timbul di kemudian hari yang berasal dari proyek-proyek yang dikerjakan.

Obligasi dan sukuk ini pun telah mendapatkan peringkat dari Pefindo, "idA" dan "idAsy". Adapun pengembangan bisnis usaha di sektor properti yang direncanakan perseroan antara lain pembangunan hotel dan perkantoran, infrastruktur termasuk proyek monorel, pembangunan pabrik precast (beton).

Bangun Hotel

Selain untuk pembangunan properti multiguna (mixed used), real estate atau pusat perbelanjaan di Jawa, Bali, Sumatera dan Sulawesi melalui anak usahanya. Kata Kepala Divisi Properti dan Hotel (DPH) Adhi Karya, Renny Soviahani, perseroan akan membangun 4 proyek hotel tahun ini melalui anak usahanya PT Adhi Persada Properti (APP) Divisi Properti dan Hotel (DPH).

Menurutnya, pesatnya perkembangan bisnis perhotelan serta tingginya permintaan penginapan oleh wisatawan dinilai menjadikan usaha hotel semakin menggiurkan, “Perkembangan bisnis hotel di Indonesia saat ini sangat menarik seiring dengan pertumbuhan ekonomi dan pergerakan pelaku bisnis maupun pertumbuhan industri pariwisata,”ungkapnya.

Adapun keempat hotel itu adalah Hotel GranDhika Blok M Jakarta, Hotel GranDhika Bekasi, Hotel GranDhika Ngagel Surabaya dan Hotel GranDhika Dago Bandung. Selain itu, perseroan juga melihat kebutuhan akan fasilitas penginapan yang sekaligus juga fasilitas untuk mendukung kegiatan bisnis dan pariwisata masih akan terus bertumbuh.

Dia menuturkan, peluang ini yang diambil perseroan karena ditopang oleh sumber daya yang dimiliki berupa lahan pada beberapa kota besar, kemampuan pada bidang konstruksi dan permodalan serta jaringan pemasaran.

Sinergi BUMN

Mengusung konsep sebagai bisnis hotel, Hotel GranDhika Blok M Jakarta dibangun di lahan seluas 2.740 meter persegi yang terdiri dari 250 unit kamar, 13 ruang rapat beserta fasilitas hotel bintang 4, ”Meski proses perizinan masih di Pemda Provinsi DKI Jakarta, namun DPH mengaku sudah mengantongi Ijin Prinsip Gubernur mengenai Peningkatan Intensitas Bangunan dan Perubahan Peruntukan serta Ijin Loading Test," jelasnya.

Nantinya, hotel ini ditargetkan beroperasi pada akhir 2013. Sementara untuk hotel GranDhika Bekasi, DPH mengangkat konsep Business & Conference Hotel Bintang 3. Dan ini merupakan bagian pengembangan GranDhika City Bekasi yang saat ini sudah mengantongi izin Blok Plan & IMB, sedang untuk Hotel GranDhika Dago Bandung dengan konsep Business & Leisure Hotel bintang 3 dan masih dalam proses desain dan kerjasama dengan pemilik lahan yang merupakan program sinergi BUMN,“Kami berharap Hotel GranDhika Bekasi, Hotel GranDhika Ngagel Surabaya dan Hotel GranDhika Dago di Bandung ini mulai beroperasi pada 2014 mendatang," paparnya.

Rencananya, penawaran obligasi dan sukuk mudharabah oleh ADHI akan dilakukan pada 13 Maret 2013, dengan tanggal penjatahan pada 14 Maret 2013, dan pencatatannya pada bursa efek pada 18 Maret 2013. (lia)

BERITA TERKAIT

PLN Terbitkan Surat Utang Rp 5,7 Triliun

NERACA Jakarta – Perkuat struktur permodalan, PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) menggalang dana hingga Rp 5,7 triliun dari penerbitan surat…

Bidik Pasar Ekspor Timor Leste - Japfa Targetkan Volume Ekspor 1000 Ton

NERACA Jakarta – Genjot pertumbuhan pasar ekspor, PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk. (JPFA) melakukan ekspor perdana produk pakan ternak ke…

Pendapatan Merdeka Copper Naik 66,95%

NERACA Jakarta - Emiten pertambangan logam, PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) mengantongi pendapatan US$191,77 juta pada semester I/2019 atau…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Genjot Pertumbuhan Investor - BEI Gelar Sekolah Pasar Modal HIPWI FKPPI

NERACA Jakarta – Perkuat basis investor lokal di pasar modal, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) terus perluas edukasi  manfaat pasar…

Raih Global Islamic Finance Awards - Pasar Modal Syariah Indonesia Terbaik di Dunia

NERACA Jakarta –Kesekian kalinya, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mendapatkan penghargaan internasional Global Islamic Finance Awards (GIFA) 2019 untuk kategori…

WEGE Catatkan Kontrak Baru Rp 5,2 Triliun

NERACA Jakarta – PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk (WEGE) mencatatkan kontrak baru hingga pekan pertama September 2019 mencapai Rp5,2…