Ekonom: Bank Asing Beri Banyak Kontribusi

NERACA

Jakarta - Ekonom Senior Standard Chartered Bank, Fauzi Ichsan, menilai perbankan asing telah memberikan banyak kontribusi pada sektor industri dan investasi dengan memberikan kredit mata uang dolar yang memiliki bunga rendah. "Investasi di Indonesia itu butuhnya dolar, bukan rupiah, karena untuk investasi membangun pabrik butuh impor mesin, bahan baku, barang modal yang semuanya butuh dolar," kata Fauzi di Jakarta, Kamis (28/2).

Menurut dia, perbankan asing yang bisa memberikan kredit dolar dengan suku bunga yang murah memiliki kontribusi besar terhadap dunia industri karena kebutuhan untuk pembayaran impor bahan baku maupun barang modal dilakukan dalam mata uang dolar.

Selain itu bank lokal ketika membutuhkan dolar akan cenderung untuk mengambil kredit dolar dari bank asing dibandingkan dengan membuka deposito dolar karena bunganya lebih kecil. Menurut dia, bank lokal lebih kompetitif dalam suku bunga kredit rupiah, namun untuk kredit dolar, bank asing lebih unggul. "Bank-bank lokal terutama bank yang besar memang lebih kompetitif kredit rupiahnya, tapi kalau kredit dolar, bank asing lebih kompetitif," tambahnya.

Perbankan asing memiliki standard risiko yang tinggi bahkan lebih tinggi dari standar risiko Indonesia sehingga bank asing bisa mendapatkan kepercayaan untuk mendapatkan dana dari pembiayaan internasional yang bunganya yang murah.

Dengan sumber perolehan dana yang murah, bank asing bisa menyalurkan kredit dengan suku bunga yang kompetitif. "Bank asing bisa mendapatkan dana dari pembiayaan internasional dengan bunga yang lebih murah sehingga bisa memberi kredit dengan bunga kompetitif," katanya.

Dia menambahkan pada waktu terjadi krisis moneter 1997 - 1998, pemerintah harus menyelamatkan perbankan lokal. Namun perbankan asing masih bisa beroperasi dan tetap memberikan fasilitas kredit perdagangan yang didukung oleh sumber dana dengan bunga yang murah tersebut. [ardi]

BERITA TERKAIT

Impack Pratama Beri Pinjaman Anak Usaha

Dukung pengembangan bisnis anak usaha, PT Impack Pratama Industri Tbk (IMPC) melakukan perjanjian hutang piutang dengan anak usahanya PT Impack…

Akademisi Lokal Juga Memiliki Kompetensi yang Baik - Polemik Saksi Ahli WN Asing

Akademisi Lokal Juga Memiliki Kompetensi yang Baik Polemik Saksi Ahli WN Asing NERACA Medan – Penunjukan saksi ahli dari kalangan…

Gandeng Tiga Bank Syariah - Pertamina Siapkan Payroll Bagi Karyawan

NERACA Jakarta- PT Pertamina (Persero) menggandeng tiga bank Syariah BUMN sebagai mitra dalam pembayaran gaji dan sejumlah pembayaran personal karyawan…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

BI Pertahankan Suku Bunga

    NERACA   Jakarta - Bank Indonesia (BI) mempertahankan suku bunga acuan 7-Day Reverse Repo Rate sebesar enam persen…

OJK Sebut DP 0% Gairahkan Sektor Produktif

      NERACA   Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengklaim kebijakan penghapusan uang muka kendaraan bermotor pada perusahaan…

SMF Kerjasama Operasional dengan Bank Penyalur KPR FLPP

    NERACA   Jakarta - PT Sarana Multigriya Finansial (SMF) melakukan penandatanganan perjanjian kerja sama operasional dengan bank penyalur…