Sari Roti Tunda Kenaikan Harga Produksi - Dampak Kenaikan Upah Buruh

NERACA

Jakarta – Dampak kenaikan upah buruh dan rencana kenaikan gas, dipastikan tidak akan berdampak pada kenaikan harga produksi roti. Pasalnya, produsen Sari Roti, PT Nippon Indosari Corpindo Tbk (ROTI) telah mengantisipasi hal tersebut dan termasuk melakukan efisiensi.

Direktur PT Nippon Indosari Corpindo Tbk, Chin Yuen Loke mengatakan, pihaknya belum berencana menaikkan harga karena sudah menaikkan harga roti tahun lalu, “Kita ada rencana menaikkan harga roti tahun ini sekalipun ada dampak kenaikan bahan produksi. Karena kita menaikan harga roti dua tahun sekali, “katanya di Jakarta, Kamis (28/2).

Bahkan tahun ini, perseron bakal meningkatkan produksi 30% dibandingkan tahun lalu. Oleh karena itu, perseroan tengah membangun tiga pabrik baru. Dua di Jawa dan satu lagi di Kalimantan, “Kita belum sebutkan lokasinya, karena masih tengah di kaji,”ujarnya.

Maka untuk mendanai ekspansi pembangunan tiga pabrik tersebut, perseroan telah menggangarkan belanja modal (Capex) 2013 sebesar Rp 400 miliar atau naik dibandikan tahun lalu karena tingginya harga tanah untuk pembangunan pabrik. "Anggaran belanja modal kita tahun ini naik dibandingkan tahun sebelumnya,”ungkapnya.

Adapun untuk dana belanja modal yang akan digunakan pembangunan pabrik, berasal dari kas internal dan pinjaman bank. Asal tahu saja, pembangunan satu pabrik perseroan membutuhkan dana sebesar Rp100 miliar-Rp200 miliar. Alhasil, perseroan membutuhkan dana sebesar Rp600 miliar untuk pabrik tersebut.

Terbitkan Obligasi

Selain itu, strategi lain untuk mendanai pembangunan pabrik juga dengan menerbitkan obligasi berkelanjutan sekitar Rp 1 triliun. Dimana tahun ini akan diterbitkan sebesar Rp 500 miliar untuk pendanaan pembangunan pabrik, beli mesin dan bayar utang kepada bank, “Dana hasil obligasi sebagian untuk bayar utang bank dan juga bangun pabrik,”kata Publik Relation ROTI Stephen Orlando.

Untuk penerbitan obligasi sendiri, perseroan telah menunjuk BCA Sekuritas sebagai penjamin emisi. Namun soal waktu penerbitan, dia belum menyebutkan detail karena masih menunggu izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Stephen menambahkan, saat ini perseroan memiliki delapan pabrik dengan penambahan dari tiga menjadi sebelas pabrik. Selain itu, perseroan memiliki 24 production lini, masing-masing pabrik terdiri dari dua lini. Dengan demikian, sampai akhir tahun akan ada 30 lini mesin. "Satu pabrik kita ada dua lini, hingga akhir tahun menjadi 30 lini mesin produksi, namun kapasitasnya tergantung karena masing-masing pabrik berbeda-beda, masing-masing memiliki satu lini mesin roti manis dan tawar," jelasnya

Selain itu, dia juga mengungkapkan, hasil rapat umum pemegang saham tahunan (RUPS) dan rapat pemegang umum saham luar biasa (RUPSLB) menyetujui pembagian dividen tunai sebesar 25% dari laba bersih. Pembayaran dividen akan dibayarkan pada 16 April 2013.

Perseroan akan membagikan dividen dengan nilai per saham Rp36,83 rupiah, maka perseroan membagikan dividen Rp37 miliar. Sepanjang tahun 2012, perseroan berhasil mencatatkan peningkatan laba bersih 29% menjadi Rp 149 miliar sepanjang 2012 dari perolehan laba bersih perseroan sebesar Rp 115,932 miliar pada tahun 2011.

Sementara, penjualan bersih naik sebesar 46,4% menjadi Rp 1,2 triliun sepanjang tahun ini. Sedangkan laba usaha naik 30% dari Rp 153 miliar di tahun 2011 menjadi Rp 199 miliar di tahun 2012. Saat ini, Indosari telah mengoperasikan delapan pabrik Sari Roti yang berlokasi di Cikarang, Medan, Semarang, Pasuruan, Palembang, dan Makasar. (bani)

Related posts