Pendapatan Astra Masih Ditopang Penjualan Otomotif - Bukukan Laba Rp 19,4 Triliun

NERACA

Jakarta- Berkah meningkatnya penjualan otomotif membawa pendapatan PT Astra International Tbk sepanjang tahun 2012 naik 16% secara konsolidasi mencapai Rp188,1 triliun dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp162,6 triliun.

Kata Presiden Direktur PT Astra International Tbk Prijono Sugiarto, pencapaian pendapatan yang tumbuh 16% tidak bisa lepas dari divisi otomotif yang meningkat 15% menjadi Rp 9,5 triliun, “Jumlah itu terdiri dari Rp4,9 triliun yang berasal dari perseroan dan anak-anak perusahaan, serta kontribusi dari perusahaan asosiasi dan jointly controlled entities di bidang otomotif sebesar Rp4,6 triliun,”katanya dalam siaran persnya di Jakarta, Kamis (28/2).

Dia jug mengungkapkan, laba bersih perseroan juga naik hingga 9% dari Rp17,8 triliun pada 2011 menjadi Rp19,4 triliun pada 2012. Sementara laba bersih per saham juga naik 9% menjadi Rp480 per saham dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp439 per saham.

Sementara kontribusi laba bersih divisi jasa keuangan mengalami kenaikan 12% menjadi Rp3,7 triliun. Total pembiayaan melalui bisnis pembiayaan otomotif Astra yang terdiri dari Federal International Finance (FIF), Astra Credit Companies (ACC), dan Toyota Astra Financial Services (TAFS) tumbuh 2% menjadi Rp50,3 triliun, termasuk pembiayaan melalui joint bank financing without recourse.

Divisi Keuangan

PT Bank Permata Tbk yang 44,6% sahamnya dimiliki Perseroan, melaporkan laba bersih sebesar Rp1,4 triliun, meningkat 18%, didukung oleh pertumbuhan dari pendapatan bunga bersih dan fee-based income, meskipun terdapat kenaikan biaya operasional.

Selain itu, kontribusi laba bersih dari divisi alat berat dan pertambangan menurun 2% menjadi Rp3,5 triliun. PT United Tractors Tbk (UT), yang 59,5% sahamnya dimiliki oleh Perseroan, melaporkan penurunan laba bersih 2% menjadi Rp5,8 triliun, meski pendapatan bersih meningkat 2%.

Pendapatan bersih segmen usaha mesin konstruksi juga turun 19%, dikarenakan turunnya penjualan alat berat Komatsu sebesar 27% menjadi 6.202 unit.“Hal ini terjadi akibatmenurunnya permintaan dari sektor tambang karena merosotnya harga batu bara dan meningkatnya kompetisi yang disebabkan oleh kelebihan produksi alat berat dari China yang dialihkan ke pasar Indonesia. Meskipun demikian, dampak penurunan penjualan alat berat dapat dikurangi oleh tingginya pertumbuhan pendapatan dari penjualan suku cadang dan layanan purna jual,” jelasnya.

Divisi Agrobisnis

Kemudian divisi Agribisnis memberikan kontribusi laba bersih sebesar Rp 1,9 triliun, sama dibandingkan tahun 2011. PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI), yang 79,7% sahamnya dimiliki oleh perseroan, melaporkan laba bersih sebesar Rp 2,4 triliun.

Walaupun harga rata-rata CPO mengalami sedikit penurunan dibandingkan periode yang sama tahun lalu yaitu Rp 7.322/kg atau turun 3%, produksi minyak sawit meningkat 16% menjadi 1,5 juta ton, yang menghasilkan peningkatan pendapatan sebesar 7% menjadi Rp 11,6 triliun. Namun laba bersih masih sama dengan tahun sebelumnya disebabkan oleh tingginya biaya produksi dan biaya operasional.

Kontribusi laba bersih Divisi Infrastruktur dan Logistik tumbuh 13% menjadi Rp 683 miliar, dikarenakan adanya keuntungan tambahan tahun lalu yang berasal dari pembalikan penyisihan pajak penghasilan, yang bila dikecualikan maka laba bersih tahun 2012 naik sebesar 35%.

Kontribusi laba bersih Divisi Teknologi Informasi naik 22% menjadi Rp 132 miliar. PT Astra Graphia Tbk (ASGR), sebagai perusahaan yang bergerak di bidang teknologi informasi dan agen tunggal Fuji Xerox di Indonesia, yang 76,9% sahamnya dimiliki oleh Perseroan, mencatat laba bersih sebesar Rp 171 miliar, naik 23%.

Selama 2011 Astra Graphia melakukan kerjasama dengan Monitise Asia Pacific untuk melayani mobile banking, serta layanan pembayaran dan perdagangan di Indonesia. Kerjasama ini mulai beroperasi ditahun 2013. (bani)

Related posts