OJK Tangani Enam Aksi Korporasi

NERACA

Jakarta- Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, ada sebanyak enam emiten yang melakukan aksi korporasi, baik yang terkait kegiatan merger maupun rencana penerbitan saham baru. “Ada 6 emiten yang melakukan aksi korporasi dari awal tahun hingga sampai saat ini, yang antara lain dalam proses telaah oleh OJK.”kata Deputi Komisioner Pengawas Pasar Modal II, M. Noor Rachman di Jakarta, Kamis (28/2).

Menurutnya, beberapa aksi korporasi yang saat ini sedang dalam proses antara lain mengenai kegiatan merger yang akan dilakukan perusahaan, perubahan usaha kegiatan, rencana penerbitan saham dan rencana transaksi material.

Beberapa perusahaan yang tercatat melakukan aksi korporasi tersebut, antara lain PT Apexindo Pratama Duta Tbk. Saat ini, pihaknya masih menunggu tanggapan dari perseroan terkait rencana transaksi material dan transaksi Afiliasi untuk nilai transaksi sebanyak-banyak sekitar US$ 405 juta.

Selain perusahaan tersebut, pihaknya juga mencatat aksi korporasi yang akan dilakukan oleh PT Tower Bersama Infrastructure Tbk yang juga berencana transaksi material dan transaksi Afiliasi untuk nilai transaksi sebanyak-banyak sekitar US$ 500 juta. Sementara untuk aksi korporasi merger di tahun ini, yaitu yang akan dilakukan oleh PT Surya Citra Media Tbk.

Perusahaan yang tercatat berencana penggabungan usaha (merger), kata dia, yaitu PT Surya Citra Media Tbk dengan PT Indosiar Media Karya Tbk. Perusahaan ini tercatat melakukan merger dalam rangka efisiensi. Pasalnya, Surya Citra dan Indosiar memiliki pemegang saham pengendali yang sama yakni Elang Mahkota.

Dalam transaksi merger tersebut, disebutkan setiap satu saham Indosiar Media Karya ditukar dengan 0,481 saham Suya Citra Media. Selanjutnya, para pemegang saham Indosiar akan memegang maksimal 33% modal saham ditempatkan dan disetor pada perusahaan hasil merger. Sementara pemegang saham Surya Citra Media akan memegang maksimal 66% modal saham ditepatkan dan disetor pada perusahaan hasil merger. Sejauh ini, OJK masih menelaah mengenai aksi korporasi ini, antara lain terkait keputusan perusahaan tersebut mengenai konversi sahamnya.

Sementara Deputi Pengawasan Pasar Modal I, Robinson Simbolon mengatakan, selain menangani beberapa aksi korporasi tersebut, pihaknya mengaku sedang memproses beberapa kasus perusahaan yang merupakan kelanjutan dari proses yang dilakukan oleh pihak Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam LK). “Ada sekitar 12 kasus yang saat ini ditangani yang merupakan carry over dari tahun sebelumnya.” jelasnya.

Untuk penyelesaian kasus tersebut, menurut Robinson, akan diproses sesuai dengan prosedur dan ketentuan perudang-undangan pasar modal yang berlaku saat ini. Beberapa kasus dalam proses tersebut, antara lain PT Jakarta Investment, PT Harvestindo Asset Management, dan Optima Securities. Sementara untuk kasus yang sudah diputuskan yaitu PT Bapindo Bumi Sekuritas dan PT Financorporindo. “Penyelesaian kasus tergantung SOP-nya. Sanksinya antara lain pencabutan izin usaha.” ujarnya. (lia)

Related posts