Tembus 4.800, IHSG Akhir Pekan Rawan Profit Taking

NERACA

Jakarta - Aksi beli investor terhadap saham-saham berkapitalisasi besar membawa indeks kembali mencetak rekor dengan menguat 79 poin. Mengakhiri perdagangan Kamis sore, indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup menguat 79,374 poin (1,68%) ke level 4.795,789. Sementara Indeks LQ45 melonjak 16,216 poin (2,01%) ke level 824,744.

Analis Panin Sekuritas Purwoko Sartono, penguatan indeks BEI menjadi rekor baru, “Derasnya dana asing masuk dalam beberapa hari terakhir, ditenggarai menjadi katalis positif yang mendorong indeks BEI menguat signifikan," katanya di Jakarta, Kamis (28/2).

Dia menambahkan, bursa Eropa juga menguat berada dalam area positif menyusul sinyal Presiden bank sentral Eropa (ECB) akan melanjutkan kebijakan stimulus di Eropa. "Hal itu sedikit banyak meredakan kekhawatiran terhadap gejolak politik di Italia yang dikhawatirkan akan menganggu pemulihan Eropa. Sementara dari AS, beberapa data ekonomi juga tercatat diatas ekspektasi,”tuturnya.

Berikutnya, indeks BEI Jum’at akhir pekan diproyeksikan akan bergerak pada kisaran 4.770--4.810 poin, “Saham-saham di BEI kemungkinan dibayangi oleh aksi ambil untung, “ujarnya.

Sementara analis e-Trading Securities Andrew Argado mengemukakan, pelaku pasar asing tercatat melakukan beli bersih di pasar reguler sebesar Rp1,006 miliar dengan saham yang relatif cukup banyak dibeli, antara lain, Telekomunikasi Indonesia (TLKM), Bank Rakyat indonesia (BBRI), Astra International (ASII), Semen Gresik (SMGR), dan Wijaya karya (WIKA).

Pada perdagangan kemarin, aksi borong saham kembali didominasi oleh investor asing, tapi investor lokal juga tak mau ketinggalan. Saham-bank jadi incaran, juga saham di sektor konstruksi dan infrastruktur. Perdagangan berjalan ramai dengan frekuensi transaksi mencapai 176.304 kali pada volume 7,839 miliar lembar saham senilai Rp 7,206 triliun. Sebanyak 182 saham naik, sisanya 95 saham turun, dan 91 saham stagnan.

Tercatat bursa-bursa di Asia kompak bergerak di zona hijau setelah mendapat sentimen positif dari pasar global tersebut, terutama komentar Gubernur The Federal Reserve Ben Bernanke dan Presiden European Central Bank (ECB) Mario Draghi soal perlunya kebijakan moneter yang mendukung hubungan antara kedua pihak.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya HM Sampoerna (HMSP) naik Rp 1.400 ke Rp 74.900, Nipress (NIPS) naik Rp 1.050 ke Rp 6.600, Century Textile (CNTX) naik Rp 950 ke Rp 5.000, dan Semen Indonesia (SMGR) naik Rp 700 ke Rp 17.350.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Gudang Guram (GGRM) turun Rp 550 ke Rp 48.300, Fast Food (FAST) turun Rp 300 ke Rp 10.500, Charoen Pokphand (CPIN) turun Rp 150 ke Rp 4.400, dan Bank Mega (MEGA) turun Rp 125 ke Rp 3.375.

Menutup perdagangan sesi I, indeks BEI ditutup menguat 55,523 poin (1,18%) ke level 4.771,938. Sementara Indeks LQ45 menguat 11,556 poin (1,43%) ke level 820,084. Saham-saham bank memimpin penguatan, indeks sektor finansial melonjak 2,09%. Tidak ada sama sekali indeks sektoral yang jatuh ke zona merah.

Perdagangan berjalan ramai dengan frekuensi transaksi mencapai 93.033 kali pada volume 3,994 miliar lembar saham senilai Rp 3,422 triliun. Sebanyak 162 saham naik, sisanya 84 saham turun, dan 92 saham stagnan.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya Nipress (NIPS) naik Rp 1.100 ke Rp 6.650, Century Textile (CNTX) naik Rp 950 ke Rp 5.000, Gudang Garam (GGRM) naik Rp 750 ke Rp 49.600, dan Semen Gresik (SMGR) naik Rp 400 ke Rp 17.050.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain HM Sampoerna (HMSP) turun Rp 900 ke Rp 72.600, Fast Food (FAST) turun Rp 300 ke Rp 10.500, Golden Energy (GEMS) turun Rp 175 ke Rp 2.025, dan Bank Mega (MEGA) turun Rp 125 ke Rp 3.375.

Diawal perdagangan, indeks BEI dibuka naik 22,97 poin atau 0,49% ke posisi 4.739,39. Sementara indeks 45 saham unggulan (LQ45) menguat 5,75 poin (0,71%) ke level 814,28, “Sejumlah emiten di dalam negeri yang mengumumkan kinerja periode 2012 diantaranya United Tractor (UNTR), Astra Agro Lestari (AALI), dan Bank Tabungan Negara (BBTN) berhasil mencatat kinerja sesuai dengan estimasi pelaku pasar," kata analis Samuel Sekuritas, Yualdo Yudoprawiro.

Sentimen dari eksternal juga positif, bursa saham kawasan Asia dibuka menguat cukup signifikan sekitar 1,2% mengikuti penguatan yang terjadi di bursa AS. Bursa regional diantaranya indeks Hang Seng, pada perdagangan Kamis dibuka menguat 176,44 poin (0,78%) ke level 22.753,45, indeks Nikkei-225 naik 220,69 poin (1,96%) ke level 11.474,66, Straits Times menguat 15,74 poin (0,48%) ke posisi 3.276,86. (bani)

Related posts