GUBERNUR JAWA BARAT MENGINSTRUKSIKAN: PNS di Jabar Wajib Pakai Sepatu dan Batik Lokal

Bandung - Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan meminta para Pegawai Negeri Sipil (PNS) lingkup Pemerintah Provinsi Jawa Barat, untuk menggunakan produk sepatu dalam negeri atau lokal di setiap hari kerja. Sebelumnya diinstruksikan pula, agar para PNS di Jawa Barat memakai pakaian seragam batik khas buatan daerah-daerah di Jawa Barat, minimal seminggu dua kali.

NERACA

“Langkah ini diambil agar menghadirkan keberpihakan terhadap produk-produk dalam negeri. Oleh karena itu, kita yang harus memulainya. Mencintai dan menggunakan produk-produk sendiri,” tandas Gubernur seraya menambahkan, rencananya, dia akan membuat surat edaran yang akan dikirimkan ke seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) lingkup Pemprov Jawa Barat dan Pemerintah Kabupaten dan Kota se-Jawa Barat.

“Khusus untuk PNS di lingkup Pemprov Jabar wajib, namun untuk lingkup Kabupaten dan Kota sifatnya imbauan. Kita akan segera buatkan edarannya. Dan saya minta kepada Kadis Indag, agar segera membuat konsep surat tersebut,” tegas Heryawan usai mencanangkan Penggunaan Produk Sepatu Buatan Indonesia Tingkat Provinsi Jawa Barat di Halaman Parkir Barat Gedung Sate, Kamis (9/6) lalu. Pada kesempatan itu, Gubernur memelopori penggunaan sepatu produk lokal buatan Cibaduyut.

Menurut Heryawan, kebijakan ini merupakan tindaklanjut dari Instruksi Presiden No. 2/2009 tentang Penggunaan Produk dalam Negeri serta Surat Menteri Perdagangan RI No.456/M-DAG/SD/3/2011 tertanggal 23 Maret 2011 perihal Program Aku Cinta Indonesia. Sebelumnya Gubernur juga mewajibkan menggunakan pakaian batik untuk setiap hari Kamis dan Jumat bagi PNS lingkup Pemprov Jabar.

Khusus mengenai pemakaian batik, rencana Pemprov Jabar tersebut, sejalan dengan telah ditetapkannya batik sebagai warisan budaya Indonesia oleh UNESCO pada 2 Oktober 2009. Kemudian juga, mengingat hampir setiap daerah di Jawa Barat memiliki warisan budaya produk batik yang khas dan memiliki potensi besar untuk dikembangkan.

Langkah gubernur Jabar tersebut, nampaknya memperoleh dukungan dari Kementrian Koperasi dan UKM, Deputy Bidang Produksi, Braman Setyo. Dia berharap, pegawai di linkup Kemkop UKM memakai seragam batik.

”Ini merupakan langkah antisipatif guna mendukung keberpihakan penggunaan produk dalam negeri,”tandas Braman, beberapa waktu lalu di Cianjur.

Berdasarkan data Dinas Industri dan Perdagangan (Indag) Provinsi Jawa Barat, sentra industri sepatu di Jawa Barat cukup banyak dan tersebar di beberapa daerah selain Cibaduyut yang sudah terkenal. Khusus di Cibaduyut terdapat 460 unit usaha sepatu dengan kapasitas 4 juta pasang sepatu per tahun. Daya serap tenaga kerjanya mencapai 3.556 dengan nilai investasi mencapai Rp 2,3 miliar.

”Diharapkan dengan pencanangan ini akan semakin menggenjot produk dan kualitas sepatu buatan dalam negeri,”imbuh Gubernur Heryawan.

Latih Pembuat Sepatu

Sementara itu, Kadis Perindag Jabar, Ferry Sofwan Arif dalam keterangannya secara terpisah kepada wartawan mengungkapkan, dalam rangka memperkuat daya saing industri khususnya industri sepatu khususnya di Jabar, Disperindag Jabar akan memperkuat pembinaan kepada para pelaku pembuat sepatu.

“Untuk tahun ini, telah dijajaki adanya pelatihan bagi para calon pekerja pembuat sepatu,”ujar Ferry.

Menurut dia, dalam rangka mendukung pertumbuhan industri lokal khususnya sepatu, Disperindag Jabar telah melakukan pembinaan kepada para pelaku usaha industri sepatu. Sejalan dengan berkembangnya industri sepatu yang telah menyentuh industri besar seperti produk sepatu olahraga, maka dipandang perlu dilatih para pekerja yang nanti akan bekerja di industri-industri besar.

Pelatihan calon pekerja pembuat sepatu yang akan bekerja di industi besar, akan diawali dengan diusulkannya dana untuk kegiatan pelatihan dalam APBD perubahan tahun 2011. Kegiatan pelatihan tersebut, karena masih bersifat uji coba sasaran pelatihan berjumlah 50 sampai 100 orang.

Dalam rangka memperkuat industri sepatu, pembinaan pelaku sepatu di beberapa sentra-sentra produksi sepatu yaitu Cibaduyut Kota Bandung dan Ciomas, Kabupaten Bogor terus dilanjutkan. Untuk membantu memasarkan produk sepatu hasil karya pelaku usaha asal Jabar tersebut salah satunya dilakukan melalui upaya mewajibkan produk sepatu tersebut kepada seluruh PNS di lingkungan Pemprov. Jabar dan Pemkab/Pemkot Se-Jabar.

BERITA TERKAIT

PII : Skema KPBU Mulai Banyak Diminati Investor - Resmikan SPAM Semarang Barat

        NERACA   Semarang - Proyek Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM)…

Kemenkop dan BPOM Dukung UMKM Jamu Berdaya Saing

Kemenkop dan BPOM Dukung UMKM Jamu Berdaya Saing NERACA Jakarta - Kementerian Koperasi dan UKM bersama Badan Pengawasan Obat dan…

Menggugat Tanggung Jawab Pemerintah dan Lion Air Pasca Rekomendasi KNKT

Menggugat Tanggung Jawab Pemerintah dan Lion Air Pasca Rekomendasi KNKT NERACA Jakarta - Peristiwa jatuhnya pesawat Lion Air, JT 610…

BERITA LAINNYA DI EKONOMI DAERAH

Pemkot Sukabumi Terus Berikan Perhatian Kepada Penyandang Disabilitas

Pemkot Sukabumi Terus Berikan Perhatian Kepada Penyandang Disabilitas NERACA Sukabumi - Walikota Sukabumi Achmad Fahmi mengakui jika fasilitas khusus untuk…

Padi Organik jadi Sektor Unggulan, Petani Dilatih Metode System of Rice Intensification

Padi Organik jadi Sektor Unggulan, Petani Dilatih Metode System of Rice Intensification NERACA Jakarta - Dalam menjalankan program tanggung jawab…

OUE Lippo Healthcare Bangun Rumah Sakit Internasional di Shenzhen

OUE Lippo Healthcare Bangun Rumah Sakit Internasional di Shenzhen NERACA  Jakarta - Grup Lippo terus melebarkan ekspansi usaha. Tak lama…