Permudah Pelanggan Prabayar, PLN Akan Rilis Produk Baru

NERACA

Jakarta - PT.Perusahaan Listrik Negara (PLN) Persero merencanakan akan mengeluarkan produk terbaru untuk pelanggan listrik prabayar. Direktur Utama PLN Nur Pamudji menjelaskan bahwa produk terbaru ini dikhususkan untuk pelanggan kelas atas.

"Pertumbuhan listrik prabayar ini cepat sekali. Saat ini pelanggannya mencapai 8,8 juta. Maka dari itu, kita akan mengeluarkan produk baru untuk pelanggan prabayar high end," ungkap Nur ketika ditemui dalam acara The Economist Conferences di Jakarta, Kamis (28/2).

Menurut dia, jika saat ini pelanggan prabayar harus menuju ke tempat lokasi untuk memasukkan 20 digit nomer sehingga bisa aktif kembali. Tetapi dengan adanya produk baru ini, pelanggan tidak perlu menuju ke tempat lokasi meteran. "Jadi pelanggan tinggal membayar di ATM, lalu nantinya akan terkoneksi sehingga pelanggan prabayar tidak perlu jauh-jauh ke lokasi meteran," jelas Nur Pamudji.

Ia mengatakan bahwa produk ini dikhususnya untuk pelanggan prabayar high end seperti panel iklan ataupun BTS. "Tetapi perlu di print hasil pembayarannya. Sebab itu perlu bukti," tuturnya. Namun, Nur memaparkan belum bisa menerapkan untuk pelanggan prabayar Rumah Tangga (RT) karena ongkos meterannya akan juah lebih mahal bila dibandingkan dengan meteran kelas atas. Terkait dengan target PLN untuk pelanggan prabayar, Nur mengatakan bahwa pihaknya tidak mempunyai terget. Karena PLN akan melayani pelanggan dengan baik.

Sebelumnya, Anggota DPR Komisi VII, Sutan Sukarnotomo meminta agar PLN untuk segera mencabut tarif listrik pra bayar. Hal itu lantaran sering merugikan konsumen terutama resi print out yang tidak jelas baik yang dikeluarkan oleh PLN dan Bank tempat pembayaran. "Hampir semua penghuni komplek DPR di Kalibata resah dengan listrik pra bayar ini, karena resi print out yang dikeluarkan bank tidak jelas. Akibatnya kami bisa rugi ratusan ribu, bahkan jutaan karena tiap bulan kami bisa bayar lebih dari Rp1,5 juta. Oleh sebab itu kami meminta listrik pra bayar ini dihapuskan saja," kata Sukarnotomo.

Terkait resi tersebut Sukarnotomo mengatakan bahwa pihaknya susah melakukan klaim ke PLN dan bank tersebut. Oleh karena itu dia menegaskan agar sistim pra bayar itu dihapuskan saja. "Kenapa masyarakat yang harus memodali dulu, karena dia bayar dulu. Apalagi kalau kita mengklaim pihak PLN dan bank tidak mau tahu. Kalau pun mau menghubungi call center 123 itu dilayani lama bisa memakan waktu 1-2 jam," tambah Sutan.

Dapat Diatur

Menurut Manajer Senior Komunikasi Korporat PLN Bambang Dwiyanto, tingginya minat masyarakat terhadap listrik prabayar karena dengan menggunakan layanan tersebut pelanggan dapat mengatur pemakaian listrik dan dapat mematok anggaran biaya listrik bulanan. Selain itu, pelanggan juga terlepas dari masalah kesalahan catat penggunaan listrik serta terbebas dari sanksi pemutusan telat bayar listrik.

Pelanggan juga tidak perlu khawatir mati listrik mendadak saat stroom yang tertera di meter sudah habis. Karena secara otomatis, meteran prabayar akan memberikan alarm jika jumlah kilowatt hour sudah mulai habis. "Secara otomatis layanan ini juga mengatasi keluhan pelanggan tentang pembacaan meter oleh petugas PLN yang tidak akurat," jelas Bambang.

PLN dalam melayani sambungan baru di wilayah tertentu lebih menyarankan kepada calon pelanggan untuk menggunakan layanan listrik prabayar. Perseroan juga mengajak kepada para pelanggan lama untuk beralih ke layanan listrik prabayar. "Tetapi keputusan apakah mereka tetap menggunakan pascabayar atau prabayar berada di tangan pelanggan," ungkap dia.

PLN dapat dengan cepat melayani permintaan layanan listrik prabayar karena didukung oleh dua faktor. Pertama, adalah kehadiran tujuh pabrikan meter listrik prabayar di Indonesia yang banyak memanfaatkan kandungan lokal dalam memproduksi meter prabayar, sehingga ketersediaan meter prabayar dapat memenuhi permintaan penyambungan listrik prabayar.

Kedua adalah tersedianya infrastruktur untuk menjual voucher listrik prabayar. Pelanggan selain mendapatkan voucher lewat layanan perbankan yang bekerjasama dengan PLN dapat juga memperoleh voucher dari loket-loket yang ada di unit pelayanan PLN terdekat maupun loket-loket yang bekerjasama dengan PLN menjual voucher listrik prabayar.

Bambang optimistis jumlah pelanggan listrik prabayar akan terus meningkat. Pada tahun depan, perseroan menargetkan adanya tambahan sekitar 2 juta pelanggan prabayar dari target 2,5 juta sambungan baru. "Sisanya itu pelanggan pascabayar," ungkapnya.

Related posts