Penyerangan Serangkaian Web dan Server Internet Pemerintah

Penyerangan serangkaian web dan server internet berbagai perusahaan bahkan berbagai situs pemerintahan oleh hacker atau peretas sangat menghawatirkan dan perlu ditangani serius.

NERACA

Menteri Komunikasi dan Informatika Tifatul Sembiring membenarkan adanya serangan terhadap sejumlah situs pemerintah. Pihaknya siap mengamankan semua situs pemerintah dari serangan hacker (peretas). Kementerian Komunikasi dan Informatika mengaku memiliki tim, mereka bekerja 24 jam selama ini di bawah Kemenkominfo.

Sebelumnya, kelompokhackerinternasional terkemuka Anonymous bereaksi atas penangkapan Wildan Yani S (22), orang yang diduga meretas situs resmi Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono, www.presidensby.info. Mereka pun menyatakan "perang" terhadap Pemerintah Republik Indonesia dengan menumbangkan situs-situs berdomain ".go.id". Satu per satu situs-situs pemerintah bertumbangan dan dengan target utama kembali melumpuhkan situs Presiden SBY.

Serangan terhadap situs pemerintah bukan kali ini saja terjadi. Setidaknya ada sekitar 36,6 juta kali serangan terhadap situs-situs pemerintah sepanjang tahun 2012. Semuanya, kata dia, bisa ditangkal. Tifatul menambahkan, pihaknya juga selalu mengingatkan kepada pengelola situs pemerintah untuk memperhatikan secara serius sistem keamanan. Ada atau tidak ada serangan, tambahnya, sistem keamanan harus kuat.

Tidak kurang dari tujuh domain telah dilumpuhkan dan sebagian di-defacealias tampilan diganti menjadi pesan peringatan. Situs-situs yang sempat dilumpuhkan antara lain beberapa sub-domain di situs KPPU, BPS, KBRI Tashkent, Kemenhuk dan HAM, Kemensos, dan Kemenparekraf, bahkan Indonesia.go.id.

Penangkapanhackeratau peretas situs resmi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), yaituwww.presidensby.info,oleh Tim Cyber Crime Mabes Polri memicu reaksi dari kelompok peretas internasional terkemuka, Anonymous. Sejak Selasa malam sampai Rabu dini hari, tak kurang dari tujuh domain telah dilumpuhkan dan sebagian di-defacealias diganti tampilan berisi pesan peringatan. Situs-situs yang sudah dilumpuhkan antara lain beberapa sub-domain di situs KPPU, BPS, KBRI Tashkent, Kemenhuk dan HAM, Kemensos, dan Kemenparekraf, bahkanIndonesia.go.id.

Presidensby.infoyang menjadi salah satu penyampai informasi dan berita tentang kegiatan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono kepada masyarakat sempat diretas oleh kelompok yang menamakan dirinya "Jemberhacker Team" pada 9 Januari 2013. Saat diretas, laman tersebut menampilkan latar belakang hitam dengan tulisan warna hijau di bagian atas "Hacked by MJL007", sementara di bawahnya tertera sebuah logo dan tulisan "Jemberhacker Team" berwarna putih.

Perlu ada pendekatan persuasif agar peretas berbakat tak menyalahgunakan kemampuannya, apalagi untuk aktivitas yang melanggar hukum. Peretasan situs pemerintah ataupun publik melanggar Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. Setiap orang yang dengan sengaja dan tanpa hak melakukan manipulasi, mengubah, menghilangkan, memindahkan, atau merusak informasi elektronik dianggap melanggar hukum.

Pola serangan dunia maya yang dilakukan dewasa ini tidak lagi konvensional. Pasalnya, nomor internet protocol address(IP Address) bisa dipalsukan untuk mengaburkan jejak pelaku. Skenarionya kira-kira demikian. Peretasan yang dilakukan di Indonesia diatur seakan berada di luar negeri.

Lembaga keamanan internet Indonesian Computer Emergency Response Team (ID-CERT) menyayangkan lembaga pemerintah yang mencantumkan nomor kontak atau alamate-mailyang tidak valid untuk menghubungi pengelola situs. ID-CERT sering dapat pengaduan yang memberi tahu bahwa terdapat celah berbahaya di beberapa situs. Pada saat itu, ID-CERT sering kesulitan berkomunikasi dengan pengelola situs karena kontak dane-mailyang ada tidak valid.

Related posts