free hit counter

Industri Pelayaran Indonesia Bertumbangan

KALAH BERSAING DENGAN KARGO ASING

Kamis, 28/02/2013

NERACA

Jakarta – Beberapa perusahaan pelayaran nasional bertumbangan lantaran kalah bersaing dengan perusahaan pelayaran asing. Selama ini, sekitar 91% ekspor melalui transportasi laut menggunakan kapal asing. Sedangkan pemakaian kapal Indonesia hanya 9% saja. Kondisi ini diperburuk oleh penurunan pasar ekspor Indonesia di manca negara akibat krisis global.

Menurut Ketua Umum Indonesian National Shipowners Association (INSA) Carmelita Hartato, perusahaan pelayaran besar seperti Berlian Laju Tanker (BLT) bahkan mengalami kebangkrutan lantaran tidak kuat menahan krisis. “BLT itu bangkrut karena krisis Eropa dan Amerika. Kebetulan saja BLT baru saja investasi lalu terjadi kerugian makanya dia bangkrut. Akan tetapi tidak hanya di Indonesia saja yang mengalami kebangkrutan, tetapi perusahaan pelayaran luar negeri juga banyak yang bangkrut karena krisis,” ujarnya kepada Neraca di Jakarta, Rabu (27/2).

Dia juga mengakui ada beberapa perusahaan di daerah yang bangkrut karena kapal-kapal general cargo yang harus menunggu lantaran dermaga di Indonesia terbatas. "Dermaga-dermaga di Indonesia itukan terbatas, bahkan ada yang sampai menunggu 20-30 hari. Sedangkan ongkos menunggunya cukup mahal,” beber Dia.

Oleh sebab itu, Carmelita mengaku, INSA menyambut baik rencana pemerintah untuk menerapkan sistem Terms of Delivery Cost of Insurance Freight (CIF). Pasalnya dengan adanya aturan tersebut memberi peluang bagi pelaku usaha perkapalan untuk bisa berbuat banyak.Next