Pentingnya Toleransi dalam Belajar Bahasa Inggris - WallStreet Institute

Takut untuk salah dalam belajar bahasa Inggris membuat orang tidak fasih berbahasa Inggris sekalipun sudah belajar lama. Dengan mengusung konsep toleransi, Wallstreet, lembaga kursus bahasa Inggris, menjadikan sarana belajar yang berkualitas sebagai suatu kewajiban yang harus dikembangkan

Bahasa merupakan alat komunikasi yang utama dalam kehidupan sehari-hari. Untuk itu, pembelajaran bahasa, khususnya bahasa Inggris memegang peranan yang sangat penting di era globalisasi seperti saat ini. Ya, Bahasa Inggris merupakan salah satu bahasa asing atau bahasa kedua bagi masyarakat Indonesia. Meski demikian pengajaran bahasa bukan hal baru di Indonesia.

President of Pearson Asia Pasific, Dugie Cameron mengatakan, belajar bahasa Inggris sudah menjadi tren di seluruh dunia dan diperkirakan di tahun 2020, ada dua milyar orang belajar bahasa Inggris. Perkembangan kemampuan bahasa Inggris di Indonesia terus meningkat. Namun demikian, setelah belajar Bahasa Inggris dengan waktu yang tidak sebentar, tetapi masih banyak orang yang tidak kunjung fasih melakukan empat kompetensi bahasa, membaca, mendengar, menulis dan berbicara.

“Mengapa? Karena kata kunci pembelajaran, yakni “berani salah” yang sudah berulang kali diucapkan, kerap dilupakan,” kata Dugie.

Menurut dia, tanpa keberanian, kepintaran saja tak terlalu efektif agar bisa fasih dalam berbahasa Inggris. Intinya, jangan takut melakukan salah ketika belajar atau berbicara dalam bahasa Inggris. Kunci pembelajaran ini sudah berulang kali diucapkan, namun kerap dilupakan.

"Sudah belajar harus dipraktekkan dan berani menggunakannya," kata Dugie dalam peresmian cabang keenam Wall Street Institute di Mall Alam Sutera, Serpong, belum lama ini.

Selain itu, penting pula bagi para pengajar bahasa Inggris untuk memberikan toleransi saat melakukan kesalahan kecil dalam berbicara. Toleransi membantu orang untuk termotivasi menguasai dan menggunakan bahasa Inggris. Konsep ini pula yang digunakan oleh Wallstreet Institute dalam mengembangkan kursus bahasa Inggris.

Dugie yakin, dengan atmosfer belajar penuh toleransi, kepercayaan diri seseorang dibangun untuk belajar bahasa Inggris dengan baik dan benar.

Sementara itu, untuk merespon perkembangan dan permintaan akan kursus bahasa Inggris yang besar di Indonesia, Wall Street Institute membuka cabang baru di kawasan Alam Sutera, Serpong, Tangerang. Tempat kursus yang berlokasi di Mall Alam Sutera ini diresmikan bertepatan dengan ulang tahun Wall Street Institute yang ke-6.

Head of Marketing WallStreet Institute Indonesia, Grace Chandra mengatakan, bisnis kursus bahasa Inggris memperlihatkan tren positif. Permintaan untuk bahasa Inggris belum surut baik di kalangan pelajar maupun pekerja. Di kalangan pekerja, misalnya, mereka perlu meningkatkan kemampuan mereka agar dapat berbahasa Inggris secara efektif untuk menunjang pekerjaan mereka.

"Progress bahasa Inggris penting, Indonesia utama. Ini benar-benar kesempatan luar biasa di Indonesia, agar mau belajar bahasa Inggris. Sebagai lembaga informal, meskipun bahasa Inggris sudah ada di sekolah, tetapi minat orang tua terhadap pendidikan bahasa Inggris untuk anaknya tidak tidak surut, itu indikator bagi kami," ungkap dia.

Related posts