Beban Naik, Laba Emiten Perkebunan Berguguran - Kinerja 2012

NERACA

Jakarta- Dampak menurunya harga komoditas, termasuk harga crude palm oil (CPO) memberikan pengaruh signifikan terhadap kinerja PT Salim Ivomas Pratama Tbk (SIMP). Pasalnya, perusahaan sektor kelapa sawit ini mencatatkan laba tahun berjalan sebesar Rp1,16 triliun pada 2012 atau turun 30,6% dibandingkan tahun lalu Rp 1,67 triliun.

Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, Rabu (27/2). Kata Direktur Utama Salim Invomas Pratama, Mark Julian Wakeford, penurunan laba ini tidak sejalan dengan penjualan yang sebaliknya, naik menjadi Rp13,8 triliun dari sebelumnya yang sebesar Rp12,6 triliun.

Tapi, beban pokok penjualan perseroan naik menjadi Rp9,95 triliun dari sebelumnya Rp8,26 triliun. Alhasil, laba bruto turun menjadi Rp3,89 triliun dari sebelumnya Rp4,34 triliun. Begitu juga laba usaha turun menjadi Rp2,45 triliun dari sebelumnya Rp3,14 triliun.

Di sisi lain, total aset perseroan naik menjadi Rp26,57 triliun dari sebelumnya Rp25,5 triliun. Selanjutnya, kas dan setara kas akhir 2012 tercatat sebesar Rp3,45 triliun. Kondisi yang sama juga dirasakan PT London Sumatra Plantations Tbk (LSIP) yang mencatatkan penurunan kinerja keuangan.

Disebutkan, laba tahun berjalan Lonsum sepanjang 2012 tercatat sebesar Rp1,12 triliun. Turun 34,39% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya Rp1,7 triliun. Direktur Utama London Sumatera Plantations, Benny Tjoeng mengatakan, penjualan perseroan melemah menjadi Rp4,2 triliun dari sebelumnya Rp4,69 triliun.

Hal ini membuat laba bruto juga turun ke Rp1,68 triliun dari sebelumnya Rp2,36 triliun. Sementara laba operasi juga melemah menjadi Rp1,3 triliun dari sebelumnya Rp2 triliun. Alhasil, laba tahun berjalan cuma tercatat Rp1,37 triliun, turun jika dibandingkan periode sebelumnya Rp2,09 triliun. Walau demikian, perseroan mencatatkan total aset sebesar Rp7,55 triliun, naik dari periode sebelumnya yang sebesar Rp6,79 triliun.

Sementara kondisi yang sama juga dialami PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI). Pasalnya, hingga kuartal ketiga, anak perusahaan Astra Internasional ini membukukan laba bersih sebesar Rp1,74 triliun. Jumlah tersebut turun 9,51% bila dibandingkan periode sama tahun sebelumnya yang mencapai Rp1,93 triliun. Penurunan laba ini dikarenakan tingginya pos beban pokok pendapatan dari Rp4,90 triliun di kuartal ketiga 2011 menjadi Rp5,54 triliun. (bani)

BERITA TERKAIT

Geliatkan Transaksi Pasar ETF - BEI Berikan Insentif Hapus Biaya Transaksi

NERACA Jakarta – Dorong pertumbuhan pasar exchange traded fund (ETF), PT Bursa Efek Indonesia (BEI) terus berbenah melakukan pembangunan infrastruktur,…

Pertebal Likuiditas - Adhi Karya Rencanakan Rights Issue dan PMN

NERACA Jakarta – Geliatnya pembangunan infrastruktur yang tengah di bangun pemerintah memacu PT Adhi Karya (Perseo) Tbk (ADHI) untuk mengembangkan…

Maybank Indonesia Cetak Laba Rp 1,8 Triliun

NERACA Jakarta – Pendapatan PT Bank Maybank Indonesia Tbk (Maybank Indonesia) sepanjang tahun 2019 kemarin tumbuh 3,7% menjadi Rp10,8 triliun,…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Peran Teknologi Mampu Pangkas Disparitas Pendidikan

Pesatnya pertumbuhan teknologi digital mempunyai nilai plus dan minus. Namun hal tersebut bagaimana kita menyikapinya. Begitu juga dengan dunia pendidikan,…

Hadir di Muslim Fashion Festival - BNI Syariah Tebar Beragam Promo Menarik

BNI Syariah menawarkan beberapa promo menarik dalam acara Muslim Fashion Festival (MUFFEST) 2020. MUFFEST 2020 diselenggarakan di Cendrawasih Room dan…

Geliatkan Transaksi Pasar ETF - BEI Berikan Insentif Hapus Biaya Transaksi

NERACA Jakarta – Dorong pertumbuhan pasar exchange traded fund (ETF), PT Bursa Efek Indonesia (BEI) terus berbenah melakukan pembangunan infrastruktur,…