Kredit Tumbuh 28%, Laba Bersih Melonjak Jadi Rp. 1,4 Triliun

Kinerja Bank BTN Sepanjang 2012

Kamis, 28/02/2013

NERACA

Jakarta – Sepanjang tahn 2012, PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) berhasil mencetak laba bersih setelah pajak sebesar Rp.1,4 Triliun. Laba ini melampaui target yang ditetapkan perseroan tahun 2012. Pertumbuhan laba yang diraup Bank BTN sepanjang tahun 2012 tersebut mencapai 21,93%.

Pada posisi yang sama tahun 2011 perseroan meraup laba bersih setelah pajak sebesar Rp.1,1 Triliun. Peningkatan laba ini sejalan dengan peningkatan NIM perseroan tahun 2012 sebesar 5,83% atau meningkat dibanding tahun sebelumnya yang sebesar 5,76%, ”Kami akan terus berupaya agar pada tahun 2013, Bank BTN dapat memperoleh laba lebih tinggi lagi dari tahun 2012. Kami optimis tahun 2013 perolehan laba Bank BTN akan jauh lebih baik setelah perseroan melakukan sejumlah aksi korporasi,” kata Maryono, Direktur Utama Bank BTN di Jakarta, Rabu (27/2).

Menurut Maryono, saat ini Bank BTN serius untuk mengejar perolehan laba. “Status sebagai perusahaan terbuka mendorong perseroan mampu memberikan return yang besar pada para pemilik modal (shareholder value). Laba selalu menjadi ukuran utama bagi kinerja perseroan. Kami akan lebih konsentrasi untuk meningkatkan laba perseroan dengan tetap memperhatikan kepentingan lain yang juga merupakan bisnis utama Bank BTN,” jelas Dia.

Maryono menyebut, untuk mendukung rencana perseroan dalam memupuk perolehan laba tahun 2013, akan dilakukan sejumlah aksi korporasi antara lain dengan melakukan percepatan bisnis, peningkatan pelayanan dan tata kelola perusahaan atau good corporate governance (GCG) yang baik.

“Tiga langkah ini akan menjadi dasar dalam kami menjalankan bisnis di tahun 2013. Disamping itu perseroan juga akan melakukan langkah-langkah strategis untuk meningkatkan Dana Pihak Ketiga khususnya dana murah untuk menyalurkan kredit dan pembiayaan perumahan sebagai bisnis utama Bank BTN,” terang Maryono.

Bidik Nasabah Prioritas

Dia menambahkan, Bank BTN akan menggandeng para pengembang untuk menjadi nasabah prioritas Bank BTN. Pengembang yang dulu pernah dibesarkan oleh Bank BTN akan digandeng untuk kembali dengan inovasi pelayanan lebih yang dapat diberikan kepada mereka. Langkah ini diharapkan akan berdampak pada peningkatan Dana Pihak Ketiga dan penyaluran kredit. Disamping itu Bank BTN juga akan menambah outlet layanan 2013 sebanyak 200 unit.

Dalam paparan kinerja per 31 Desember 2012 (audited) Bank BTN mencatat perolehan Laba setelah pajak sebesar Rp.1,4 Triliun. Perolehan laba ini tumbuh 21,93% dari posisi yang sama tahun 2011 yang sebesar Rp.1,1 Triliun. Perolehan laba ini ditopang oleh pendapatan bunga bersih (net interest margin) sebesar Rp.4,7 Triliun. Bank BTN berhasil meraup keuntungan dari pendapatan operasional sebesar Rp.1,9 Triliun. Pendapatan ini sudah termasuk yang diperoleh dari fee base income (FBI) sebesar Rp. 577 Miliar.

Bank BTN juga mencatat Assetnya tumbuh 25,4% dari Rp.89,1 Triliun pada tahun 2011 menjadi Rp.111,7 Triliun pada 2012. Pada tahun ini asset Bank BTN telah tembus di atas Rp.100 Triliun. Ini sesuai dengan rencana perseroan untuk mendongkrak asset pada tahun 2012 masuk pada besaran diatas Rp.100 Triliun.

Sementara itu Bank BTN mencatatkan Kredit perseroan cukup tinggi selama tahun 2012. Kredit dan pembiayaan Bank BTN tumbuh 28,1% dibanding kredit dan pembiayaan tahun 2011. Per 31 Desember 2012 kredit dan pembiayaan yang disalurkan Bank BTN mencapai Rp. 81,4 Triliun.

Tahun 2011 pada posisi yang sama kredit dan pembiayaan yang dialurkan sebesar Rp.63,6 Triliun. Pertumbuhan kredit ini diatas pertumbuhan rata-rata industri yang berada di sekitar 23%.

DPK Capai Rp 80,7 Triliun

Dana Pihak Ketiga perseroan tumbuh dari Rp.61,9 Triliun pada tahun 2011 menjadi Rp.80,7 Triliun pada posisi yang sama tahun 2012. Dana Pihak Ketiga Bank BTN pada tahun 2012 pertumbuhannya mencapai 30,2%. Pertumbuhan ini juga melebihi rata-rata industri. Total Dana Pihak Ketiga perbankan nasional tahun 2012 sebesar 15,5%.

Rasio-rasio keuangan Bank BTN per 31 Desember 2012 masing-masing tercatat untuk CAR 17,69%. NIM sebesar 5,83%, NPL 3,26%, ROE sebesar 18,23% . Secara umum rasio keuangan Bank BTN tumbuh lebih baik dibanding posisi yang sama tahun 2011. Perseroan optimis dengan kinerja keuangan yang bagus di tahun 2012 akan berdampak pada rasio keuangan yang lebih bagus.

Maryono juga mengungkap, Bank BTN akan tetap memberikan dukungan pada program perumahan yang ditetapkan oleh Pemerintah. Sejauh ini perseroan masih melihat program Pemerintah dengan skim FLPP (fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan) perlu didukung oleh semua pihak. Bank BTN menjadi pendukung utama program FLPP tahun 2012 dengan prosentase 98% realisasi program tersebut adalah dari Bank BTN. Untuk program yang sama tahun 2013, Bank BTN menyatakan siap memberikan dukungannya minimal 95%. (kam)