Penjualan Ban di Pasar Domestik Tumbuh 8,9%

Kinerja Januari 2013

Kamis, 28/02/2013

NERACA

Jakarta - Asosiasi Pengusaha Ban Indonesia (APBI) menyampaikan informasi tentang adanya peningkatan permintaan karet alam dari China awal tahun ini serta mulai pulihnya pasar Eropa memberi harapan ekspor ban bakal melaju. Namun, di pasar domestik, penjualan ban pada periode Januari naik 8,9%.

Azis Pane, Ketua Umum APBI mengakui lesunya penjualan ban Januari lalu disebabkan penurunan ekspor ban. Di periode ini, jumlah ekspor ban cuma 2,3 juta ban atau turun 11,54% dari ekspor ban di Desember 2012 yang mencapai 2,6 juta ban.

Selain itu, menurut Aziz, jumlah inventori (stok) ban Januari membengkak 5,9% menjadi 3,1 juta unit dibanding jumlah stok ban di Desember 2012 yang mencapai 2,29 juta unit. Artinya, terjadi penumpukan ban di awal tahun. "Umumnya, kenaikan inventori sebesar 2%, kini sudah 5%," tuturnya di Jakarta, Rabu.

Untungnya, penjualan ban di pasar domestik Januari 2013 tumbuh 8,9% menjadi 1,1 juta unit dari penjualan Desember 2012 yang sebesar 1,01 juta unit. Adapun, penjualan ke pabrikan otomotif dalam bentuk original equipment manufacturer (OEM) terdongkrak drastis 15,4% di Januari sebanyak 487.000 unit dari 422.000 unit ban di Desember 2012. Meski demikian, Azis bilang, pasar ban ekspor masih sebagai penopang utama bagi industri ban nasional. "Dari total produksi ban, sekitar 60% ditujukan untuk memenuhi pasar ekspor," ucapnya.

Realisasi penjualan dan produksi ban menurun di awal tahun, Azis optimistis, penjualan ban di akhir tahun bisa naik 3%-5% berkat membaiknya pasar ekspor, terutama di benua Eropa yang menjadi salah satu pasar ekspor baru ban nasional. Saat ini, sekitar 30% dari total ekspor ban Indonesia ditujukan ke Timur Tengah.

Witjaksono, General Corporate and Marketing Communication PT Goodyear Indonesia Tbk bilang, mereka akan memaksimalkan pasar domestik. Bila tahun lalu kontribusi pendapatan ekspor Goodyear mencapai 70% dan sisanya pasar domestik, untuk tahun ini komposisi menjadi 60% pasar ekspor dan 40% pasar domestik. Yunita Xi, Investor Relations PT Multistrada Arah Sarana Tbk juga akan mempertahankan penjualan ban di pasar domestik yang sebesar 30% dari total penjualan ban mereka.

Dukungan Industri

Keberhasilan industri otomotif nasional menembus volume penjualan hingga 1,1 juta pada 2012 memberikan angin segar bagi pemasaran ban dalam negeri sehingga dapat mencapai angka yang relatif stabil 10,9 juta unit.

Data APBI menyebutkan produksi ban untuk kegiatan penggantian atau replacement pada Januari-November 2012 mencapai 10,94 juta unit, hanya meningkat tipis sekitar 3,79% dari periode yang sama tahun lalu 10,54 juta unit.

Sekedar informasi, ekspor ban dalam negeri mengalami penurunan yang cukup signifikan dari data APBI. Ekspor ban Indonesia sepanjang Januari-Februari 2012 “kempes” alias anjlok sebesar 7,4% atau 445.497 unit menjadi 5,57 juta unit dibandingkan periode sama 2011 yang tercatat 6,02 juta unit.

APBI mencatat, tonase ekspor selama Januari-Februari 2012 terpangkas 4,87 kilogram (kg) menjadi 51,73 kg dibandingkan periode sama 2011 yang mencapai 56,61 juta kg. Secara nilai, ekspor ban selama dua bulan pertama 2012 mencapai US$ 229,93 juta atau naik US$ 19,23 juta dibandingkan periode sama 2011 yang senilai US$ 210,69 juta.

Menurut Aziz, penurunan disebabkan oleh perlambatan ekonomi yang terjadi di kawasan Eropa dan Amerika Serikat (AS)."Kondisi ini sebagai ekses krisis di AS dan Eropa. Daya serap pasar rendah. Ekspor yang lesu menyebabkan daya beli di dalam negeri menurun," kata Aziz.

Lebih jauh lagi Aziz memaparkan tidak hanya ekspor yang melemah, penjualan ban dalam negeri juga ikut menurun sepanjang Januari-Februari 2012 anjlok 4,8% menjadi 8,24 juta unit dibandingkan periode sama 2011 yang tercatat 8,66 juta unit. "Salah satu segmen penggerak penjualan ban nasional adalah di sektor pertanian. Namun, ekspor melemah," papar Aziz.

Sementara itu penjualan ban untuk mendukung industri otomotif atau original equipment mengalami peningkatan sekitar 17,28% pada Januari November 2012 menjadi 5,09 juta unit dibandingka dengan periode tahun lalu sebanyak 4,34 juta unit.

Perkembangan industri otomotif nasional yang cukup signifikan hingga mencapai angka penjualan 1,1 juta unit pada 2012 turut memperkokoh kinerja industri ban nasional sehingga kinerjanya dapat mencapai angka yang relatif stabil.