Kuartal Ketiga, BEI Efektifkan IPF Tanpa Pungutan

NERACA

Jakarta- PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mengaku akan segera mengefektifkan lembaga perlindungan pemodal atau investor protection fund (IPF). Bahkan, pada saat mulai beroperasinya, pihak otoritas mengatakan tidak akan mengenakan biaya bagi perusahaan sekuritas. “IPF akan mulai beroperasi di kuartal ketiga dan tanpa biaya bagi perusahaan sekuritas untuk tahun ini,” kata Direktur Pengembangan Bursa Efek Indonesia, Friederica Widyasari, di Jakarta, Rabu (27/2).

Investor protection fund (IPF), menurut dia, akan berfungsi selayaknya Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). Lembaga ini akan melindungi transaksi saham yang menggunakan jasa broker atau perusahaan sekuritas. “Dana IPF digunakan untuk mengganti kerugian investor yang dananya digelapkan oleh karyawan atau manajemen perusahaan sekuritas.” jelasnya.

Namun untuk langkah awalnya, lanjut dia, IPF belum menjaminkan investor dalam porfolio reksadana, obligasi ataupun transaksi lainnya yang diluar saham. Selain itu, IPF juga tidak menanggung kerugian akibat kegagalan investasi. Sementara terkait besaran pungutan terhadap anggota bursa pun, untuk tahun ini belum akan dilakukan, termasuk biaya keanggotaan IPF. “Saat ini ditanggung pihak SRO (Self Regulated Organization, red).” ujarnya.

Untuk biaya keanggotan sebesar Rp 100 juta per anggota, kata dia, saat ini ditanggung oleh penyelenggara pasar modal, yaitu BEI, KSEI dan KPEI. Namun, selanjutnya pungutan akan dikenakan pada anggota bursa. Besaran pungutan yang nantinya diberlakukan yaitu didasarkan pada perhitungan aset perusahaan. “Kita kenakan bukan dari per transaksi. Pungutan itu disebut safe keeping fee,” ucapnya.

Dia menambahkan, untuk kantor IPF sendiri, saat ini sedang dipersiapkan di lantai dua Gedung Bursa Efek Indonesia dan sejauh ini dalam tahap pembuatan logo. Adapun pelaksana tugas, sementara ini dipegang oleh kepala divisi pengembangan BEI, Hari Purnomo, sedang untuk jabatan direktur IPF akan dipilih oleh pihak Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui proses fit and proper test.

Tuntutan Investor Saham

Asal tahu saja, para pelaku pasar jauh sebelumnya menuntut agar IPF segera direalisasikan secepatnya. Karena adanya lembaga ini, akan meningkatkan rasa keamanan dan kenyamanan investor dalam melakukan kegiatannya di industri pasar modal. Ketua Asosiasi Perusahaan Efek Indonesia (APEI) Lily Widjaja misalnya, pernah mengatakan, pembentukan investor protection fund merupakan isu lama dan sudah sepantasnya didapatkan investor,”Pembentukan IPF kalo bisa secepatnya harus segera dibentuk, karena ini merupakan isu lama,” tandasnya.

Lily mengatakan, IPF akan memberikan perlindungan lebih, seperti halnya perbankan dengan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). Lembaga serupa LPS ini, nantinya akan menjamin dana nasabah hingga Rp50 juta pada saat mengalami kerugian fraud sekuritas. Meski begitu, dia mengharapkan pembiayaan jangan sampai membebani sekuritas.

Menurut Lily, BEI pernah berencana menurunkan biaya transaksi harian sekuritas di pasar modal. Ada baiknya, jika pembiayaan untuk IPF berasal dari nilai pengurangan biaya transaksi harian tersebut. “Jadi ga apa-apa tidak diturunkan (biaya transaksi harian) tapi nantinya biaya diambil dari situ untuk IPF,” jelasnya.

Senada dengan Lily, pengamat pasar modal David Ferdinandus mengatakan, IPF akan membuat investor lebih aman. Namun, terkait persoalan pendanaan memang seharusnya dipikirkan dengan baik, jangan sampai membebani perusahaan sekuritas. Salah satunya dengan melihat pada kondisi pasar saat ini. “Ini bisa dicarikan alternatif jalan keluarnya,” ucapnya.(lia)

BERITA TERKAIT

BEI Pertegas Kepemilikan Investor Aman - Ramai Emiten Delisting

NERACA Jakarta – Sikap tegas PT Bursa Efek Indonesia (BEI) dalam memberikan sanksi delisting atau penghapusan paksa dari papan pasar…

KIOS Bilang Refleksi Minat Cukup Tinggi - Sahamnya Disuspensi BEI

NERACA Jakarta – Lantaran mengalami kenaikan harga saham dan waran di luar kewajaran, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) akhirnya melakukan…

Presiden Ketiga RI - Isi Kemerdekaan Dengan Karya Nyata

Bacharuddin Jusuf Habibie  Presiden Ketiga RI Isi Kemerdekaan Dengan Karya Nyata Jakarta - Presiden ketiga RI Bacharuddin Jusuf Habibie mengatakan…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Hary Tanoe Terima Gelar Kehormatan Sulsel

NERACA Makassar - Chairman MNC Group, Hary Tanoesoedibjo menerima gelar warga kehormatan dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) yang diberikan…

BEI Suspensi Perdagangan Saham Malacca

Setelah masuk dalam pengawasan PT Bursa Efek Indonesia (BEI), berikutnya perdagangan saham PT Malacca Trust Wuwungan Insurance Tbk (MTWI) dihentikan…

Panorama Bikin Anak Usaha Mitra Global

Menggeliatnya bisnis pariwisata saat ini memacu PT Panorama Sentrawisata Tbk (PANR) untuk lebih agresif mengembangkan bisnisnya. Teranyar, perseroan membentuk anak…