Kemendag Akan Terapkan Lelang Elektronik

Tekan Gejolak Harga Daging

Kamis, 28/02/2013

NERACA

Jakarta - Kementerian Perdagangan merencanakan menggunakan sistem yang berbasis teknologi komputerisasi dengan pengelolaan sistem lelang kuota impor daging. Pasalnya dengan menggunakan sistem lelang komputerisasi maka bisa meminimalisir kecurangan terkait dengan gejolak harga daging sapi ditingkat konsumen.

"Pembagian jumlah yang akan dilelang namanya succesfull lower price serta tanpa orang yaitu dengan mekanisme elektronik atau mekanisme computerized. Tujuannya kita bisa menurunkan harga tertentu di tingkat konsumen," ujar Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan Bachrul Chairi, di Jakarta, Rabu (27/2).

Bachrul menjelaskan bahwa sistem lelang ini akan membuat importir mendapatkan kuota jika menawarkan harga yang lebih murah dibandingkan dengan yang lainnya. Namun begitu, terkait dengan besaran kuota, disesuaikan dengan kesepakatan dalam rapat Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.

"Dari importir ke pedagang, distributor kurang lebih harga itulah yang menjadi acuannya. Jadi misalnya kita ada seribu ton dibutuhkan, nanti dibikin satu loadnya 20 misalnya. Jadi ada 50 load nah itu yg dilelang. Nanti importir lakukan biding, diurut dari yang termurah sampai yang termahal," paparnya.

Selebihnya, syarat menjadi importir yang bisa mengikuti lelang ini tidak berubah dari mekanisme kuota sebelumnya. Untuk mendapatkan izin lelang, perusahaan yang telah terdaftar dan mendapatkan IT (izin terdaftar) harus mendapatkan rekomendasi dari Kementerian Pertanian. Nantinya, mekanisme lelang ini hanya untuk daging segar dan bakalan, tidak termasuk sapi untuk pembibitan. Sistem itu diharapkan siap dilaksanakan tahun depan. "Tapi kalau tahun ini ada penambahan (alokasi impor) bisa dijalankan," cetus Bachrul.

Sejak tahun lalu, lonjakan harga daging meresahkan masyarakat dan pedagang. Bahkan dari temuan Bank Dunia maupun Kadin, harga daging Indonesia tergolong paling mahal sejagat, khususnya dibanding negara-negara tetangga seperti Australia, Malaysia, ataupun Thailand.

Menteri Perdagangan, Gita Wirjawan, juga menjelaskan, perusahaan yang ingin mengikuti lelang harus memiliki izin importir terdaftar terlebih dahulu. Selain itu, peserta lelang harus memiliki rekomendasi dari Kementerian Pertanian. Rekomendasi tersebut agar Kemendag dapat mengeluarkan surat permohonan impor kepada para importir.

Dengan sistem lelang, lanjut Gita, para importir daging sapi harus menyerahkan daftar harga jual daging termurah saat mengajukan diri untuk mengikuti lelang. Importir juga harus menjamin teknis kualitas, mengoptimalkan penyerapan daging dalam negeri, dan mempersiapkan infrastruktur, seperti lemari pendingin penyimpanan daging.

Langkah Pemerintah

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa menuturkan, ada beberapa langkah pemerintah menindaklanjuti instruksi Presiden untuk menyelesaikan kisruh daging sapi. Pertama, memakai sistem informasi teknologi guna mengawasi permintaan dan persediaan daging saat ini. Sistem yang terintegerasi secara online tersebut akan ditempatkan di seluruh Rumah Pemotongan Hewan (RPH) yang ada di Indonesia.

"Jangka ke depan, kita akan memonitor RPH setiap hari, berapa ekor sapi lokal dan impor yang dipotong di RPH yang tersebar lebih dari 400 RPH. Jadi, kita bisa melihat supply and demand yang ada secara online," ujar Hatta.

Langkah kedua yang disepakati adalah memperkuat data kebutuhan dan persediaan daging sapi lokal dengan mengevaluasi hasil sensus sapi yang telah dilakukan tahun lalu dengan data terbaru dari sensus pertanian pada tahun ini. Kemudian ketiga, berdasarkan hasil evaluasi tersebut, pengadaan daging sapi maupun sapi impor nantinya akan dilakukan melalui sistem mekanisme lelang terbuka kepada perusahaan-perusahaan yang kredibel. Data itu akan menjadi acuan berapa banyak daging sapi yang harus diimpor.

Menteri Pertanian Suswono menambahkan, langkah berikutnya atau yag keempat adalah memberikan insentif untuk proses distribusi daging sapi melalui perusahaan BUMN antara lain Pelni, PT KAI, dan maskapai penerbangan Merpati Airlines. "Ada semacam diskon harga ketika mengangkut dari NTB dan NTT atau Jateng dan Jatim dengan Kereta Api," katanya.