BondRI Tawarkan Jasa Kerjasama Riset Ke OJK - Gali Potensi Pasar Obligasi

NERACA

Jakarta – Besarnya potensi pasar obligasi dalam negeri, seiring dengan positifnya pertumbuhan ekonomi serta BI rate yang terus turun menjadi momentum tepat untuk menerbitkan obligasi. Hanya saja, dalam memanfaatkan pasar obligasi ini perlu adanya riset dan kajian yang mendalam.

Oleh karena itu, Bond Research Institute (BondRI) dan The Indonesia Capital Market Institute (TICMI) menawarkan jasanya di bidang riset kepada Otoritas Jasa Keuangan dan perusahaan sebagai bentuk peran aktif mengembangkan industri jasa keuangan dan pasar modal, “Banyak potensi di pasar obligasi korporasi dan konvensional yang belum digali. Guna mewujudkannya, perlu adanya penyedian riset yang lengkap, “kata Direktur Utama BondRI Tumpal Sihombing dalam siaran persnya di Jakarta, Selasa (27/2).

Menurutnya, potensi pasar obligasi korporasi konvensional dan pasar surat berharga syariah negara(SBSN) dapat diwujudkan secara efektif dan konstruktif melalui penyediaan riset lengkap dan edukasi komprehensif surat berharga secara berkelanjutan. Maka untuk mewujudkan hal tersebut, BondRI menawarkan jasa risetnya. Namun untuk menerapkan itu semua, perlu adanya sinergis antara pemerintah bersama-sama dengan asosiasi dan pelaku pasar.

Dia mengklaim, lembaga riset BondRI di industri jasa keuangan dan pasar modal yang dipimpinnya memiliki value proposition yang lengkap dan terkini. Dari sisi edukasi, BondRI menyediakan program terkini mengenai surat berharga, dilengkapi dengan simulasi khusus berupa hands-on bourse game session yang praktis,”Dari segi riset, kita menyediakan in-depth research market update dan ragam indikator yang relevan dengan pasar surat berharga,”ungkapnya.

Sementara Ketua Dewan Komisioner OJK Muliaman D. Hadad menanggapi positif dan apresiasi atas hadirnya BondRI di industri jasa keuangan dan pasar modal Indonesia, “Ketersediaan edukasi dan riset mengenai surat berharga adalah suatu hal yang sangat positif bagi industri jasa keuangan dan pasar modal Indonesia,”ujarnya.

Kedepan, BondRI diharapkan dapat terus memperluas market awarenessnya dan secara bertahap membuat masyarakat lebih teredukasi tentunya perihal investasi di surat berharga. Pasalnya, edukasi surat berharga juga sangat penting dan relevan bagi para investor secara umum dan juga issuer secara khusus, salah satunya adalah Bank Pembangunan Daerah (BPD), di samping korporasi-korporasi yang ada di lingkungan domestik. (bani)

BERITA TERKAIT

OJK Jalin Kerjasama dengan Kemendagri dan PPATK - Cegah dan Berantas Pencucian Uang

  NERACA   Jakarta - Guna mencegah dan memberantas tindak pidana pencucian uang di Industri Jasa Keuangan, Otoritas Jasa Keuangan…

Holding BUMN Jasa Keuangan - Peringkat Danareksa Bakal Terkerek Positif

NERACA Jakarta – Setelah merampungkan pembentukan holding BUMN Infrastruktur, selanjutnya dalam waktu dekat pemerintah bakal membentuk holding BUMN Jasa Keuangan.…

OJK dan Aparat Diminta Awasi Rentenir Berkedok Fintech

    NERACA   Jakarta - Anggota DPR RI Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Ecky Awal Mucharam menginginkan Otoritas Jasa…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

PPRO Berikan Kran Air Siap Minum di Semarang

Sebagai bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility (CSR) pada lingkungan, PT PP Properti Tbk (PPRO) bersama…

Tawarkan IPO Rp 178 -198 Persaham - Interfood Bidik Kapasitas Produksi 10.600 Ton

NERACA Jakarta –Perusahaan produsen cokelat, PT Wahana Interfood Nusantara menawarkan harga penawaran umum saham perdana atau initial public offering (IPO)…

Mandom Targetkan Penjualan Tumbuh 10%

Sepanjang tahun 2019, PT Mandom Indonesia Tbk (TCID) membidik pertumbuhan penjualan sebesar 5% hingga 10%. Hal itu ditopang pertumbuhan penjualan…