Gaya Hidup Sehat di Masa Muda, Investasi untuk Masa Depan - Women’s Health Expo 2013 “

Wanita memiliki tanggung jawab yang besar terhadap kesehatan keluarga, mereka harus dapat menjadi agent of change dalam upaya promosi kesehatan keluarga. Untuk itu wanita harus memiliki pengetahuan yang cukup sehingga bisa mendidik, memberi arahan kepada anak-anaknya tentang hidup sehat.

NERACA

Untuk yang kelima kalinya, Yayasan Pengembangan Medik Indonesia (YAPMEDI) menyelenggarakan event Women’s Health Expo (WHE) di Jakarta, 9-10 Maret 2013 dengan tema gaya hidup sehat di masa muda merupakan investasi untuk masa depan (healthy lifestyles in youth,an investment forthe future.

Penyelenggaraan WHE 2013 yang utamanya diselenggarakan dalam rangka berbagi ilmu (sharing knowledge) untuk hidup sehat bagi masyarakat Indonesia ini bertujuan untuk mempromosikan gaya hidup sehat di kalangan muda dan wanita sebagai suatu investasi masa depan bangsa.

Melalui acara ini diharapkan pada saatnya kelak para remaja siap menyongsong dan menjalani masa depan dengan bekal pemahaman komprehensif tentang kesehatan serta dampak dan kontribusinya bagi kehidupan, individu, keluarga dan bangsa.

Dr.dr. Ratna Sitompul, Sp.M (K) Dekan FKUI mengatakan, di FKUI, kami selalu membantu memecahkan permasalahan-permasalahan kesehatan masyarakat dalam usaha membantu pemerintah untuk mencapai target-target tertentu, antara lain mendukung pencapaian. Milenium Development Goals (MDGs), seperti MDGs ke 4 dan 5, yaitu meningkatkan kesehatan ibu dan mengurangi tingkat kematian bayi dan anak.

”Sesuai dengan tema WHE saat ini yaitu kesehatan remaja (kalangan muda), wanita (ibu) diharapkan dapat memberikan arahan yang baik kepada mereka serta bijak dalam memahami perilaku sehat dalam keluarga,” tuturnya.

Namun demikian, wanita juga merupakan target atau fokus dalam kesehatan masyarakat mengingat masih banyak wanita yang belum memahami berbagai macam permasalahan kesehatan seputar wanita, seperti kesehatan reproduksi, nutrisi, vaksinasi, dan lain-lain.

”Kami berharap melalui event WHE ini wanita dapat menggali informasi, berbagi pengetahuan dengan para pakar tentang permasalahan kesehatan baik untuk diri sendiri maupun untuk keluarganya,” paparnya.

Ketua Panitia WHE 2013, Dr.dr. Iris Rengganis, SpPD, K-AI, FINASIM mengatakan, Event WHE 2013 diselengarakan utamanya untuk membahas masalah kesehatan secara keseluruhan, mulai dari bayi, remaja, wanita, pria sampai dengan usia lanjut. Pembahasan selalu dikaitkan dengan peran wanita yang harus meningkatkan pemahaman mengenai kesehatan diri dan keluarga.

Event yang diselenggarakan di Hotel Grand Sahid Jakarta akan diisi dengan ragam acara yang semuanya gratis terdiri dari talkshow, pemeriksaan kadar gula darah dan kolesterol, pengukuran lemak tubuh, pengukuran tekanan darah dan pemeriksaan IVA (Deteksi Dini Kanker Leher Rahim).

Talkshow kali ini tidak hanya membahas tentang kesehatan fisik seperti kanker leher rahim, hepatitis, makanan anak, dll tetapi juga akan membahas masalah kesehatan mental seperti menanggulangi kekerasan seksual pada remaja serta gangguan Bipolar pada wanita.

”WHE mengajak kalangan muda untuk peduli akan pentingnya kesehatan melalui pengenalan suatu penyakit dan gaya hidup yang benar supaya kalangan muda terhindar dari penyakit, pergaulan bebas, kehamilan yang tidak diinginkan, bahaya merokok, minuman keras dan bahaya narkoba,” ungkapnya.

Prevalensi Bipolar

Sementara itu, salah satu narasumber yang akan berbicara mengenai masalah kesehatan mental, Dr.dr.Nurmiati Amir, SpKJ (K) menjelaskan, gangguan bipolar adalah gangguan jiwa yang ditandai dengan perubahan mood, antara depresi dengan mania.

Prevalensinya bervariasi, berkisar antara 0,1% (India)-4,4% (USA). Perbedaan prevalensi ini dapat disebabkan oleh faktor genetik, lingkungan, dan perbedaan budaya dalam berespons terhadap gangguan ini.

Beberapa budaya enggan membicarakan gangguan ini. Oleh karena itu, meningkatkan pengetahuan masyarakat tetang gangguan ini sangat berperan dalam cepatnya pengobatan yang didapat oleh pasien dengan gangguan bipolar.

Gejala-gejala bipolar yang khusus pada wanita antara lain presentasi gejalanya lebih berat; episode pertamanya lebih sering depresi, frekuensi episode depresinya lebih sering; siklus cepat (lebih dari empat episode setahun) sering terjadi; awitan mania lebih tertunda, keluhan fisik dan nyeri lebih sering serta riwayat alkohol lebih sering bila dibanding dengan populasi perempuan umum.

Gangguan ini dapat menyebabkan fungsi pekerjaan, pendidikan,dan sosial terganggu. Oleh karena itu, gangguan ini perlu dikenali dan mengenali orang-orang yang berisiko sehingga ia dapat dibawa segera ke pelayanan kesehatan.

BERITA TERKAIT

Kementerian BUMN Siapkan Langkah Bikin Sehat Jiwasraya

    NERACA   Jakarta - Menteri BUMN Rini Soemarno menegaskan pemerintah memiliki solusi dalam menyehatkan kondisi PT Asuransi Jiwasraya…

Tahun 2018, Laju Investasi PMDN di Kota Sukabumi Lebihi Target - Penyerapan Tenaga Kerjanya Mencapai 5.138

Tahun 2018, Laju Investasi PMDN di Kota Sukabumi Lebihi Target Penyerapan Tenaga Kerjanya Mencapai 5.138 NERACA Kota Sukabumi - Laju…

Pemerintah Perbaiki Regulasi untuk Tekan Kecelakaan Kerja

NERACA Jakarta - Kementerian Tenaga Kerja (Kemenaker) akan memperbaiki regulasi untuk memastikan tingkat kepatuhan perusahaan dalam rangka untuk menekan angka…

BERITA LAINNYA DI KESEHATAN

Lawan Penyakit dengan Perkuat Kekebalan Tubuh

Cuaca sedang tak menentu. Sejenak udara terasa panas menyengat, sejenak lagi hujan deras menghantam. Cuaca demikian membuat tubuh mudah terserang…

Kemenkes: Tender Obat HIV Dimulai Bulan Depan

Kementerian Kesehatan mengatakan tender obat-obatan antiretroviral (ARV) bagi pasien HIV akan dimulai kembali pada bulan depan. Cadangan obat pun disebut…

Air Jahe Tak Sekadar Hangatkan Badan

Salah satu upaya yang bisa Anda lakukan agar saluran pencernaan Anda lancar adalah rutin mengonsumsi wedang jahe, kata ahli nutrisi…