Membangun Merk Terpercaya - Romi Harliansyah, Managing Director PT. Nurinto Logistics

Semua impian dapat menjadi nyata, jika kita mempunyai keberanian untukmengejarnya kalau tidak tentu impian hanya akan menjadi impian saja.

NERACA

Ya, keberanian yang ditunjukkan pria asal Sumatera Baratini. Dialah Romi Harliansyah,di kantor dipanggil pak harley, managingdirector PT Nurindo Logistic. Kemauan keras dan semangat mempelajari bisnislogistic, mengantar pria lajang ini sukses merintis perusahaan sejak enamtahun silam, “Semua karena kemauan dan keberanian untuk berusaha,”ungkapnyamenyelami perjalanan hidupnya.

Lulus dari sebuah perguruan tinggi kedinasan pemerintah di bandung, Harleysebenarnya ingin berkecimpung didunia brocasting, dan itu diwujudkannyadengan bergabung di salah satu stasiun televisi swasta. “Hampir satu tahunlamanya, saya menjadi journalist televisi. Namun nasib berkata lain,”

ungkapnya mengenang.

Harley justru bergelut didunia forwarder, yang diakuinya semakin diselamikian menarik untuk dipelajari. Ternyata dunia logistic tidak sekadarmengantarkan barang dari satu tempat ke tempat tujuan, “Namun banyakdisiplin ilmu yang dibutuhkan untuk menjalankan bisnis logistic,” ungkapnya

yang telah menekuni bisnis logistic hingga lebih dari 10 tahun.

Ia berkisah, sebenarnya ketertarikannya terjun dibidang logistic adalahmomentum yang tidak diduga, “Dulu saya menilai, logistic hanya urusanseputar kapal dan pelayaran,” ujarnya.

Namun kian disadari bila dunialogistic jauh lebih luas dan sangat kompleks. Karena itulah, ia mengaku

hingga saat ini terus mempelajari serba-serbi logistic, “Dalam bisnislogistic sangat dinamis,” tegasnya.

Karena itu kemauan untuk terus belajartentang dinamika logistic, baik dilapangan maupun birokraksi patut dilakukanseorang pelaku bisnis logistic.

Dalam bisnis logistic, kata Harley, diperlukan banyak disiplin ilmu untukmewujudkannya, “Baik akuntansi, fisika, matematika, bahasa, arsitektur,hingga politik,” ungkapnya tersenyum menambahkan unsur politik sebagaibagian dari seni meloby dalam menghadapi birokrasi.

Keputusannya ‘banting stir’ dari seorang journalist dan menggeluti bisnislogistic berawal dari hasrat dirinya yang sebenarnya menyukai pekerjaan yangbersifat interaksi dengan orang lain. Sejak dulu, jelas Harley, saya sukaberinteraksi dengan orang lain, “Bertemu, berbincang, dan membahas sesuatu,”tutur sosok yang mempelajari system logistik dari hulu hingga hilir,termasuk dalam mekanisme pemasarannya, “Kekuatan dan kelihaian melakukanlobby termasuk kunci strategi dalam mengembangkan bisnis logistic,”ungkapnya.

Harley pun memberi kiat bagi orang yang ingin berkiprah dibisnis logistic.Selain memperkaya dengan disiplin ilmu, ungkap Harley, faktor bakat bagiorang yang akan menjalankannya kadang dapat menentukan keberhasilanseseorang. “Kadang saya melihat ini faktor bakat-bakatan. Namun bakat tanpa

disiplin ilmu dan doa, rasanya seseorang akan sulit menggeluti bisnis ini,”ungkapnya.

Menurutnya, ketekunan dan berdoa salah satu kunci utama untuk menjalankanbisnis apapun bukan hanya di logistics, “Tanpa ibadah dan keikhlasan dalamberdoa, saya yakin dapat dilalui oleh pebisnis logistic, meski ia berusiabelia (pengusaha muda-red),” ungkapnya.

Karenanya ia menilai, banyak pengusaha‘dadakan’ yang tidak mengikuti regulasi, bahkan hanya sekadar mengikutiarus. “Ini sangat berbahaya,” ujarnya yang tetap berharap kelak dapatmemiliki brand terpercaya bukan karena tariff namun services yang terbaikbagi para konsumennya.

Related posts