Kurang Mendukung TabunganKu

Ketika saya membuka TabunganKu di Bank Panin cabang Mangga Dua Raya, Jakarta Barat, sejak enam bulan lalu merasa tabungan tersebut memiliki fasilitas yang sama dengan tabungan lainnya dan mendapatkan kartu ATM-nya.

Customer service saat itu menjelaskan bahwa pemilik TabunganKu dapat menyetor di semua cabang Panin di mana saja, kecuali kalau mau tarik tunai harus di kantor cabang pembuka. Hal ini tentu sangat menarik sekali, dan saya pernah mencoba setor di cabang Panin di Tebet, Pangeran Jayakarta, semuanya berjalan lancar seperti biasa.

Namun ketika mau setor di Panin cabang Menteng Prada, Jakarta Pusat, ternyata teller menolak untuk menerima setoran TabunganKu entah apa sebabnya? Saya mohon perhatian pimpinan Bank Panin agar membuat aturan yang seragam terhadap TabunganKu supaya nasabah tidak kecewa. Terimakasih.

John Kusuma, Jakarta

Email: johnkusuma31@yahoo.com

BERITA TERKAIT

Rakyat Ingin Tenang, Damai dan Mendukung Hasil Pemilu Konstitusional

    Oleh: Abdullah Umar, Mahasiswa Jurusan Hukum UGM   Berdasarkan survey Kompas: 92,5 % rakyat menerima hasil pemilu meskipun…

Peduli Masyarakat Kurang Mampu - ACT Bagikan Paket Makanan Untuk Pemulung

Lembaga Kemanusiaan Aksi Cepat Tanggap (ACT) DIY melalui program Humanity Food Truck membagikan ratusan paket makanan berbuka puasa gratis kepada…

Sepinya Bandara Kertajati Diduga Perencanaan Kurang Bagus

NERACA Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan perencanaan pembangunan Bandara Kertajati, Jawa Barat, tidak terlalu bagus dan kurang dilakukan…

BERITA LAINNYA DI OPINI

Waspada dan Jangan Terprovokasi Hoaks Jelang Hasil Pemilu

Oleh: Sandra Ariyanti, Mahasiswi Universitas Negeri Yogyakarta Pada era globalisasi saat ini teknologi berkembang sangat pesat. Sebagian besar individu telah…

Geliat Industrialisasi

Oleh: Dr. Edy Purwo Saputro, MSi., Dosen Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Solo Peringatan Hari Buruh telah berlalu dan persoalan tentang upah…

Regulasi Buruk, Neraca Perdagangan Terpuruk

Oleh: Sarwani Pemerintah dan otoritas moneter berkelit menghadapi kenyataan bahwa Indonesia mengalami defisit neraca perdagangan hingga mencapai 2,5 miliar dolar…