Targetkan Laba Usaha Sebelum Pajak Rp14,96 M - Askrindo Syariah

NERACA

Jakarta - PT Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo) Syariah pada tahun ini menargetkan laba usaha sebelum pajak sebesar Rp14,96 miliar. "Kami akan melakukan penetrasi pasar secepat mungkin untuk mencapai laba tersebut," kata Direktur Utama PT Askrindo Syariah, Pribadi di Jakarta, Selasa (26/2).

Menurut Pribadi, pasar untuk Askrindo Syariah melakukan penetrasi masih sangat luas karena belum ada lembaga penjamin syariah lainnya selain Askrindo. Selain itu, Pribadi juga akan menindaklanjuti kerjasama antara Askrindo dengan perbankan syariah.

"Kami sebagai perusahaan baru juga tentunya harus memperkenalkan diri kepada pasar," terangnya. Pribadi mengatakan, kali ini merupakan peluang bagi Askrindo Syariah karena merupakan lembaga penjaminan syariah pertama di Indonesia sekaligus tantangan sebab pasar belum mengenal perusahaan ini.

"Kami tentu harus menjual diri dengan produk-produk kami sehingga pasar bisa menerima kami," kata Pribadi. Askrindo Syariah juga menargetkan perolehan ujrah kafalah sebesar Rp19,72 miliar, beban kafalah Rp2,17 miliar, pendapatan kafalah bersih Rp17,56 miliar, pendapatan investasi Rp2,5 miliar, dan beban usaha sebesar Rp5,1 miliar.

Sebelumnya, Askrindo secara resmi meluncurkan PT Jaminan Pembiayaan Askrindo Syariah atau PT Askrindo Syariah sebagai anak perusahaan. "Sejalan dengan perkembangan perbankan syariah yang semakin pesat dan sementara perusahaan penjaminan syariah dalam bentuk full pledge masih belum ada, maka Askrindo berinisiatif mendirikan PT Askrindo Syariah," kata Direktur Utama Askrindo, Antonius Chandra SN.

Antonius mengatakan, pendirian Askrindo Syariah ini yakni dalam rangka upaya memperbesar usaha dan mempertahankan pertumbuhan bisnis di masa mendatang. Menurut dia, pendirian Askrindo syariah ini merupakan diversifikasi usaha pada sektor yang memberikan keuntungan investasi yang optimis dan masih memiliki keterkaitan dengan visi dan misi bisnis yang dijalankan oleh perusahaan yaitu mendukung UMKMK (Usaha Mikro Kecil dan Menengah ke atas) yang tangguh.

Modal disetor untuk mendirikan Askrindo Syariah yakni sebesar Rp100 miliar dan telah memperoleh izin dari Dewan Syariah Nasional (DSN) dan Bapepam-LK Kementerian Keuangan pada 28 Desember 2012 dan diharapkan sudah beroperasi pada akhir Februari 2013.

Antonius mengatakan, jumlah pembiayaan syariah pada lima tahun terakhir terus mengalami peningkatan dari Rp26,15 triliun pada 2007 menjadi Rp130,5 trilun pada 2012, rata-rata pertumbuhan 27% per tahun, yang dilaksanakan oleh 35 bank syariah.

"Tingginya permintaan bisnis syariah dari perbankan kepada Askrindo mengindikasikan bahwa kehadiran Askrindo Syariah sangat dinantikan oleh pasar," ujar Antonius. Adapun susunan manajemen PT Askrindo Syariah antara lain Pribadi sebagai Direktur Utama, Meivyta B Husman sebagai Direktur Operasional, M Effendi Nasution sebagai Direktur Keuangan, T Widya Kuntarto sebagai Komisaris Utama, dan Yulison Marpaung sebagai Komisaris. [ardi]

BERITA TERKAIT

Harus Hati-Hati Atur Pajak e-Commerce

Direktur Eksekutif Center for Indonesia Taxation Analysis (CITA) Yustinus Prastowo menilai pemerintah harus hati-hati mengatur pajak atas perdagangan elektronik (e-commerce)…

Hutama Karya Targetkan Laba Rp 1,6 Triliun

PT Hutama Karya (Persero) memproyeksikan peningkatan laba tahun berjalan lebih dari tiga kali lipat atau menjadi Rp1,688 triliun per akhir…

Demokrasi Takkan Tegak Tanpa Pajak

Oleh: Hepi Cahyadi, Pegawai Direktorat Jenderal Pajak *) Jumat, tanggal 6 Oktober 2017 Komisioner KPU Pramono Ubaid mengatakan bahwa anggaran yang…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

Permintaan Kredit di 13 Sektor Meningkat

  NERACA   Jakarta - Bank Indonesia melalui surveinya mencatat permintaan kredit pada 13 sektor ekonomi meningkat sepanjang triwulan III…

Bangun Infrastruktur SID Butuh Rp650 miliar

      NERACA   Jakarta - Bank Indonesia (BI) menyatakan biaya untuk investasi pembangunan infrastruktur Sistem Informasi Debitur atau…

BNI Dukung Peremajaan Kelapa Sawit

      NERACA   Jakarta - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) mendukung program pemerintah dalam percepatan peremajaan…