LPSE Jabar Raih Penghargaan Lelang Terbanyak

NERACA

Bandung - Balai Layanan Pengadaan Barang/Jasa Secara Elektronik (LPSE) Provinsi Jawa Barat kembali merebut kategori Lelang Elektronik Kuartal I tahun 2011 dengan Pagu Terbanyak se Indonesia. Penghargaan tersebut diberikan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) pada Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) LPSE ke-6 yang berlangsung 7-9 Juni 2011 di Hotel Mercure, Ancol, Jakarta. Plakat penghargaan diserahkan langsung oleh Penasehat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abdullah Hehamahua kepada Kepala Balai LPSE Jawa Barat Ika Mardiah.

Terkait penghargaan tersebut, Ika menjelaskan bahwa hingga per 31 Mei 2011, jumlah paket lelang yang masuk di LPSE Jawa barat mencapai 1.028 buah. Hal itu menurutnya merujuk data lelang secara elektronik (e-Proc) pada website LPSE Jawa Barat yang terdiri dari 461 paket Unit Layanan Pengadaan (ULP) Provinsi Jawa Barat, sisanya 567 buah merupakan paket lelang instansi vertikal dan 22 kabupaten/kota. Dari jumlah tersebut sebanyak 434 paket telah selesai atau sudah diumumkan pemenangnya. Adapun nilai pagu keseluruhan mencapai Rp 1,7 triliun. Jumlah tersebut merupakan yang terbesar secara nasional.

"Jumlah tersebut jauh meningkat 60 persen pada periode yang sama tahun 2010. Dimana pada tahun 2010 hanya 624 paket dengan nilai Rp 1,2 triliun, dan tahun 2011 ini per 31 Mei sudah mencapai 1.028 paket dengan nilai Rp 1,7 triliun,” tutur Ika. Dengan demikian menjadi dasar bagi LKPP untuk menetapkan LPSE Jawa Barat menjadi yang terbesar dalam jumlah pagu yang dilelangkan.Dan diharapkan akan terus meningkat sesuai dengan kebijakan Gubernur Jawa Barat yang sangat serius mendorong penerapan e-proc secara menyeluruh di seluruh Jawa Barat.

Lebih lanjut Ika menjelaskan dari jumlah paket yang masuk nilai pagu keseluruhan mencapai Rp.1.715.127.658.319,78 (Rp. 1,7 triliun). Dari jumlah nilai tersebut pagu selesai sebesar Rp.703.229.238.398,78, (Rp. 703 miliar).Sementara nilai penawaran mencapai Rp.595.333.478.983,75 (Rp. 595 miliar) dan sisa tender sebesar Rp.107.895.759.415,03 (Rp. 107 miliar) atau tersisa15,34 %.

Ika mempridiksi diperkirakan jumlah paket terus meningkat, mengingat ULP Provinsi Jawa Barat sendiri masih akan melelangkan sekitar 600-an paket, ditambah paket lelang yang berasal dari instansi vertikal dan 22 kabupaten/kota.

Sementara Kepala LKPP Agus Rahardjo menyatakan progres penerapane-ProcurementNasional menunjukkan perkembangan yang signifikan. Hal ini terbukti dengan jumlah (LPSE) yang terus bertambah dari tahun ke tahun. Awalnya di tahun 2008 hanya terdapat 11 LPSE, 2009 terdapat 33 LPSE, dan untuk 2010 telah berdiri 137 LPSE. Jumlah LPSE sampai dengan akhir Mei 2011 sebanyak 238 LPSE yang telah diimplementasikan pada 344 instansi pemerintah dan tersebar di 31 provinsi.

Untuk tahun 2011, di semester pertama sedikitnya 4445 paket dengan total pagu lebih dari 15 Triliun berhasil dilelang menggunakan layanane-Procurement. Efisiensi anggaran negara yang dihasilkan pada 2010 lebih dari Rp 1,2 triliun sedangkan untuk tahun 2011 sampai akhir Mei sebesar Rp 2 triliun.Efisiensi yang semakin meningkat setiap tahun mencerminkan keberhasilan pelaksanaan layanan LPSE. Sementara di 2010, 6351 paket barang/jasa berhasil di lelang dengan total pagu lelang lebih dari Rp 13 triliun.

Related posts