Astra Graphia Targetkan Pendapatan Rp 3 Triliun - Kembangkan Inovasi Baru

NERACA

Jakarta- Anak usaha PT Astra Graphia Tbk (ASGR) menargetkan pendapatan usaha perseroan dapat berada di kisaran Rp3 triliun pada tahun 2013 yang dikontribusikan dari anak usahanya, PT Astra Graphia Information Technology (Agit). “Target omzet Agit Rp1,5 triliun, atau 50% ke Astra Graphia, “kata Direktur ASGR, Calvin Lim di Jakarta, Selasa (25/2).

Salah satu upaya yang dilakukan perseroan, menurut dia, antara lain memanfaatkan peluang dari besarnya pengguna smartphone dan melakukan inovasi menjadi penyedia platform untuk beberapa perusahaan, khususnya perbankan yang menyelenggarakan fitur mobile banking. Dari adanya kerja sama yang dilakukan dengan beberapa perbankan untuk inovasi aplikasi tersebut pihaknya mendapatkan bagian untung.

Di samping aplikasi mobile banking, lanjut dia, perseroan juga berencana untuk meluncurkan mobile shopping untuk smartphone pada semester kedua tahun ini, setelah diluncurkannya BBM money oleh Agit Monitise Indonesia yang bekerja sama dengan Bank Permata. “Ini peluncuran pertama dengan bank Permata. Akan ada beberapa bank lain yang nantinya akan bekerja sama untuk penyediaan mobile banking.” jelasnya.

Sementara untuk mendukung kinerja perseroan, Agit mengganggarkan modal kerja tahun ini sekitar Rp300 miliar. Salah satu sumber pendanaan untuk pemenuhan modal kerja tersebut diperoleh melalui pinjaman perbankan. Rencananya, dana tersebut antara lain akan digunakan untuk pembelian mesin printing guna mendukung kinerja perusahaan.

Hadir Fitur Baru

Dia menambahkan, adanya fitur BBM Money, yang baru saja diluncurkan perusahaan bersama dengan Bank Permata dan Blacberry, diharapkan dapat memberikan kontribusi kepada perusahaan dalam waktu panjang. “Kontribusi Agit Monetise ke Agit dari fitur ini sangat kecil sekali, US$60 ribu.” ujarnya.

Fitur tersebut menawarkan pelanggan dapat membuat dan mengakses rekening mobile dari smartphone BlackBerry dan melakukan pembayaran langsung (real-time) ke kontak BBM mereka yang juga telah mendaftar ke layanan yang sama. “BBM menjadi layanan paling populer dan sangat dibutuhkan. BBM Money memungkinkan pelanggan BlackBerry untuk melakukan pembayaran mobile dengan cepat, mudah dan aman.” jelasnya.

Direktur Retail Banking Permata Bank, Lauren Sulistiawati, mengatakan, fitur BBM Money merupakan suatu inovasi terdepan ketika transaksi perbankan dapat dilakukan semudah chatting di BBM dan pengguna tidak perlu membuka rekening bank atau rekening PermataBank untuk dapat mengakses aplikasi ini. Aspek penting lainnya dari BBM Money ini, kata dia, adalah adanya kepercayaan penuh dan keyakinan dalam aspek keamanan layanannya.

Asal tahu saja, pada kuartal ketiga 2012, ASGR tercatat membukukan laba bersih sebesar Rp 107,11 miliar atau Rp 79,41 per saham. Angka tersebut menunjukan kenaikan sebesar 16,33% jika dibandingkan dengan laba bersih pada kuartal ketiga tahun lalu sebesar Rp 92,07 miliar atau Rp 68,26 persaham. Hal ini disebabkan oleh meningkatnya pendapatan pokok perseroan dari Rp 1 triliun pada kuartal ketiga tahun lalu menjadi Rp 1,3 triliun pada kuartal ketiga tahun 2012. Beban Pokok perseroan mengalami kenaikan dari Rp 663,64 miliar menjadi Rp 909,74 miliar. Semenatara beban umum dan penjualan perseroan mengalami kenaikan dari Rp 231,44 miliar menjadi Rp 251,17 miliar. (lia)

BERITA TERKAIT

DPRD Jabar Targetkan Raperda Kewirausahaan Disahkan Akhir 2018

DPRD Jabar Targetkan Raperda Kewirausahaan Disahkan Akhir 2018 NERACA Bandung - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Barat menargetkan rancangan…

DHL Express Indonesia Bangun Fasilitas Baru di Pulogadung

NERACA Jakarta – DHL Express, penyedia layanan ekspres internasional terkemuka di dunia, hari ini secara resmi meluncurkan fasilitas baru di…

KOTA DEPOK - Pengoperasian Terminal Diharapkan Tumbuhkan Ekonomi Baru

KOTA DEPOK Pengoperasian Terminal Diharapkan Tumbuhkan Ekonomi Baru NERACA Depok, Jawa Barat - Wali Kota Depok Mohammad Idris berharap pengoperasian…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Model Bisnis Sangat Potensial - Digitaraya Jadi Investor Strategis Pertama Passpod

NERACA Jakarta – Keseriusan PT Yelooo Integra Datanet (Passpod) untuk segera melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI), menarik banyak perhatian…

Lagi, BEI Suspensi Saham Mahaka Media

Lagi, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara perdagangan saham PT Mahaka Media Tbk (ABBA) pada perdagngan saham Rabu (19/9).…

Obligasi Masih Ramai di Sisa Akhir Tahun

NERACA Jakarta – Meskipun dihantui sentimen kenaikan suku bunga, potensi pasar obligasi dalam negeri hingga akhir tahun masih positif. “Dengan…