Pemerintah Akan Bagikan 18.000 Konverter Kit

Terkait Program Konversi BBM ke BBG

Rabu, 27/02/2013

NERACA

Jakarta - Rencana pemerintah untuk mengkonversi dari Bahan Bakar Minyak (BBM) ke Bahan Bakar Gas (BBG) ditanggapi serius oleh Kementeran Energi dan Sumber Daya Minaral (ESDM) dan Kementerian Perindustrian. Pasalnya ESDM akan merencakan akan membagikan sekitar 4.000 konverter kit dan Kemenperin akan membagikan 14.000 converter kit untuk kendaraan umum, taksi, dan mobil dinas pemerintah dan Pemerintah Daerah (Pemda).

"Untuk mendukung program konversi BBM ke BBG, pemerintah akan membagikan converter kit di wilayah Palembang, Surabaya sebanyak 1.000 unit dan wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi (Jabodetabek) sebanyak 2.000 unit," kata Direktur Pembinaan Usaha Hilir Mnyak dan Gas Bumi (Migas), Ditjen Migas, Kementerian ESDM, Umi Asngadah di Jakarta, Selasa (26/2).

Menurut dia, pembagian converter kit ke 3 wilayah dilakukan untuk meningkatkan minat masyarakat menggunakan BBG agar pengelola Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas (SPBG) dapat memperoleh keuntungan lantaran ada yang menggunakan BBG. "Saat ini, kami tengah melakukan proses lelang pengadaan converter kit. Total anggaran untuk kegiatan ini sekitar Rp70 miliar, selain Kementerian ESDM, tahun ini Kementerian Perindustrian (Kemenperin) akan membagikan sekitar 14.000 converter kit untuk kendaraan umum," paparnya.

Sementara itu, Dirjen Industri Unggulan Berbasis Teknologi Tinggi Kementrian Perindustrian Budi Darmadi mengatakan sukses atau tidaknya pemasangan itu sangat tergantung dari pencairan anggaran pemerintah. Rencananya konverter kit ini dipasang untuk angkutan umum. "Tahun ini kita yang ditugaskan," ujar Budi.

Ia mengatakan proses pengadaan konverter kit akan dilakukan dengan cara lelang. Namun, ia enggan menyebutkan jumlah anggaran yang sedianya dialokasikan untuk mengubah bahan bakar minyak menjadi bahan bakar gas.

Budi menjelaskan proses pengadaan konverter kit belum dilakukan saat ini. Namun, ia melihat sudah banyak yang cukup berminat untuk mengikuti tender konverter kit ini. Ia menekankan peserta lelang akan diprioritaskan bagi perusahaan yang berminat melakukan lokalisasi di dalam negeri. "Kalau anggaran bisa dicairkan cepat, ya program itu bisa berjalan cepat," katanya.

Budi mengatakan pemasangan konverter kit membutuhkan waktu satu hari. Menurut dia banyak bengkel yang sudah memiliki kemampuan untuk melakukan pemasangan konverter kit, termasuk dari beberapa agen tunggal pemegang merek (ATPM). Program konversi dari minyak ke gas direncanakan sejak tahun 2012 lalu.

Rencananya, pada tahun 2012, pengadaan konverter kit menggunakan dana yang berada di kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral. Namun, program konversi di kementrian ESDM gagal karena terlambat pencairan anggaran.

Program konversi BBM ke BBG dilakukan untuk mengurangi ketergantungan terhadap minyak bumi, sekaligus mengurangi beban subsidi energi. Sejak 2011, telah dibangun 4 SPBG di kota Palembang dan dilanjutkan pada tahun lalu di kota Surabaya, Gresik, dan Sidoarjo.

Bengkel Pemasangan

Kementerian ESDM bakal melakukan revitalisasi 37 bengkel usaha pemasangan converter kit suntuk mendukung konversi BBM ke BBG. "Kami akan revitalisasi 37 bengkel oleh Kementerian ESDM. Langkah ini dilakukan agar masyarakat mudah mendapatkan akses ketika memiliki alat konversi. Jadi nanti diperbanyak tempat pemasangannya," kata Wakil Menteri ESDM, Susilo Siswoutomo.

Meski tidak membeberkan dana yang bakal digelontorkan, Susilo menuturkan, revitalisasi tersebut dilakukan agar kompetensi serta nilai tambah dari sejumlah bengkel dapat dimaksimalkan.

Di samping itu, syarat sertifikasi dari hasil revitalisasi juga akan dilakukan untuk membedakan bengkel konversi dengan yang sejumlah bengkel yang lain. "Nanti kan ditraining teknisinya kemudian sertifikasi dari bengkel itu juga perlu ada. Yang jelas ini akan berbeda dengan tahun kemarin yang sudah gagal," katanya.

Lebih jauh, Susilo menyebutkan, wujud program ini juga akan menggandeng Kementerian terkait, seperti Kementerian Perindustrian (Kemenperin). Hal ini untuk pengujian dan standarisasi converter kit, dan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) sebagai optimalisasi penghimpunan data.

Sebelumnya, Menteri Perekonomian Hatta Rajasa mengungkapkan rencana konversi BBM ke Bahan Bakar Gas (BBG) pada tahun lalu belum berjalan disebabkan karena masalah infrastruktur. "Infrastrukturnya yang menjadi kendala belum berlaku efektif konversi tersebut," ujarnya.