Efisiensi, Anak Usaha Aperni Jual Kapal Rp 65,1 Miliar

PT Apol Jaya, anak perusahaan PT Arpeni Pratama Ocean Line Tbk (APOL) menjual kapal Panamax jenis bulk carrier kepada Ariel Maritime Pte. Ltd sebesar US$6,716 juta atau setara Rp65,185 miliar.

Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, Selasa (26/2). Kata Direktur Arpeni Ronald Nangoy, mekanisme penjualan dilakukan dengan pembayaran DP sekitar 20% dari nilai kapal transaksi dan pelunasan 80% serta pelepasan tanggal 22 Februari 2013.

Disebutkan, delivery kapal telah dilakukan pada 11 Februari 2012, “Kami melakukan penjualan kapal sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan efisiensi mengingat situasi asar yang belum membaik dan kondisi kapal yang tidak produktif,"ungkapkanya.

Transaksi penjualan kapal tersebut tidak melanggar perjanjian-perjanjian yang dibuat perseroan dengan para krediturnya sehubungan dengan restrukturisasi perseroan. Selain itu, Arpeni juga telah membubarkan lima sub anak perusahaan, yaitu NYE 1 S.A, NYE 2 S.A, NYE 3 S.A, NYE 4 S.A, NYE 5 S.A, yang berkedudukan di Panama sesuai dengan keputusan yang dituangkan dalam Keputusan Para Pemegang Saham tanggal 15 Januari 2013.

Ronald menambahkan, kelima sub subsidiary tersebut berada di bawah kepemilikan Mega Pasific Ocean Line Corporation yang merupakan anak perusahaan. Dijelaskan, pembubaran kelima anak perusahaan tersebut dilakukan karena tidak adanya aktivitas dari kegiatan operasi sejak didirikan.

Pembubaran tidak berdampak pada kinerja keuangan dan operasional perusahaan. Penutupan perdagangan Selasa (26/2) harga saham APOL ditutup stagnan pada level Rp50 dengan volume perdagangan 55.000 lembar saham. (bani)

BERITA TERKAIT

Layanan Darurat 112 Jadi Solusi Smart City

PT Jasnita Telekomindo Tbk melalui anak perusahaannya, PT Esa Kreasi Negri telah membuat penambahan fitur baru yang bernama mobile application…

Tahun Depan, SMF Rilis Obligasi Rp 9 Triliun

Perkuat likuiditas guna menopang kebutuhan pendanaan perumahan bagi masyarakat berpenghasulan rendah (MBR), PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau SMF akan…

Volume Penjualan Indocement Turun 1,9%

Di kuartal tiga 2019, volume penjualan PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) menurun dibandingkan dengan capaian periode yang sama tahun…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Pangsa Pasar Menyusut - Volume Penjualan Rokok HMSP Terkoreksi 5,7%

NERACA Jakarta - Keputusan pemermintah yang akan menaikkan cukai rokok rata-rata sebesar 23% mulai Januari 2020 menjadi ancaman terhadap pertumbuhan…

Bekasi Fajar Raup Pendapatan Rp 607,61 Miliar

NERACA Jakarta – Di kuartal tiga 2019, PT Bekasi Fajar Industrial Estate Tbk (BEST) membukukan pendapatan Rp 607,61 miliar. Jumlah…

Usai Pelantikan Presiden Terpilih - Pelaku Pasar Menantikan Tim Kabinet Ekonomi

NERACA Jakarta- Sentimen positif pelantikan presiden dan wakil presiden terpilih Indonesia priode 2019-2024 masih menyelimuti pergerakan indeks harga saham gabungan…