Dana Kelola Eastspring Investments Rp 100 Miliar - Reksa Dana Saham Alpha Navigator

NERACA

Jakarta – Belum lama di luncurkan, produk reksa dana saham Eastpring Investments telah memperoleh dana kelolaan hingga Rp100 miliar, “Saat ini dana yang berhasil diperoleh sekitar Rp100 miliar dalam satu bulan, target kita spesifik, berusaha sebaik-baiknya karena ditribusi Eastpring baru kita satu-satunya,”kata Head Of Investment & Treasury Alfred Rinaldi Triestanto di Jakarta, Selasa (26/2).

Dia menjelaskan, produk reksa dana yang dikelola Eastspring Investment merupakan kerjasama dengan Standard Chartered Bank. Produk ini, dinilainya telah memiliki kinerja baik di Asia dengan perolehan dana US$ 90 miliar. Sedangkan di Indonesia, Eastpring punya dana kelolaan lebih dari Rp50 triliun.

Dia menambahkan, salah satu produk yang teranyar baru di luncurkan adalah reksa dana Eastpring Investment Alpha Navigator yang merupakan produk investasi jangka panjang. Portofolio saham yang terfokus difokuskan pada 25-35 saham yang merupakan saham pilihan yang telah diseleksi.

Selain itu, produk ini Alpha Navigator memiliki nilai tambah, di mana manajemen investasi akan mencari nilai tambah secara aktif dan investor akan diuntungkan untuk karena return bersifat jangka panjang, “Selain itu, kami juga akan mengelola secara aktif reksa dana, pendekatan bottom up, pemilihan portofolio yang fleksibel dan pengelolaan risiko yang holistik,"tandasnya.

Sebelumnya, Presiden Direktur Eastspring Investments Indonesia Riki Frindos pernah bilang, perseroan dalam waktu dekat akan meluncurkan tidak produk reksa dana baru dan saat ini tengah diproses oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Ketiga produk tersebut diantaranya, reksa dana fix income, reksa dana obligasi dan reksa dana pasar uang, Menurutnya, target perseroan tahun ini adalah menerbitkan produk investasi yang lengkap dari semua sektor, “Kami ingin mengeluarkan semua jenis portofolio, kami ingin semuany sudah ada di tahun ini,” tegasnya. (bani)

BERITA TERKAIT

Ketika Mimpi Itu Terwujud Sebelum Ada Penyesalan

Hambali (58) hanya bisa meratapi masa pensiunnya dengan penuh penyesalan karena di usianya yang sudah tidak lagi muda belum memiliki…

Pelaksanaan IPO Dilanjutkan - Nara Hotel Apresiasi Hasil Keputusan OJK

NERACA Jakarta – Berdasarkan keputusan akhir Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terhadap kisruh gagalnya penawaran umum saham perdana atau initial public…

Targetkan IPO Semester I 2020 - Bank DKI Menunggu Momentum Tepat

NERACA Jakarta – Wacana lama PT Bank Pembangunan Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta (Bank DKI) mencatatkan saham perdananya di pasar…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Terlibat dalam Perjanjian Kontrak - Peran Penegak Hukum Bakal Ganggu Iklim Investasi

Keterlibatan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam kegiatan investasi membuat ketidakpastian dalam berusaha. Kalangan investor menjadi tidak nyaman,  seperti kasus PT…

BEI Beri Sanksi Suspensi 19 Emiten - Melalaikan Kewajiban Biaya Pencatatan Tahunan

NERACA Jakarta – Musim laporan kinerja keuangan emiten menjadi momentum yang ditunggu para analis dan juga investor untuk memetakan investasi…

Ditopang Pondasi Bisnis Kuat - BTN Optimis Bakal Raup Laba Rp 3 Triliun

NERACA Jakarta -PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) menyampaikan optimistis akan meraup laba Rp3 triliun dengan berbagai bauran strategi…