Sempat Terkoreksi, Indeks BEI Masih Berpeluang Menguat

Rabu, 27/02/2013

NERACA

Jakarta – Aksi borong investor asing yang berlangsung dalam beberapa pekan terakhir, akhirnya kembali balik arah, lantaran banyak investor kembali melakukan aksi jual yang berujung pada terkoreksinya indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI). Mengakhiri perdagangan saham, indeks BEI ditutup melemah 33,076 poin (0,70%) ke level 4.663,031. Sementara Indeks LQ45 turun 6,886 poin (0,85%) ke level 798,764.

Kata analis Panin Sekuritas, Purwoko Sartono, aksi jual yang cukup signifikan membawa indeks BEI terkoreksi,”IHSG BEI ditutup koreksi cukup signifikan menyusul sentimen negatif dari bursa regional dimana gejolak politik Eropa tampak menjadi sumber kekhawatiran investor," katanya di Jakarta, Selasa (26/2).

Dia mengemukakan, pemilu Italia dipandang dapat mengganggu kestabilan Eropa. Investor khawatir akan kemampuan Italia untuk tetap berkomitmen terhadap pengetatan anggaran yang sudah disepakati sebelumnya.

Dimana gejolak politik itulah yang membuat pasar khawatir krisis utang Eropa bisa memburuk lagi. Sementara dari sisi teknikal, kata Purwoko, meski indeks BEI turun tajam, akan tetapi koreksi yang terjadi merupakan hal yang sehat.

Berikutnya, indeks BEI Rabu diproyeksikan akan bergerak mixed dengan kecenderungan menguat terbatas pada kisaran 4.635-4.685 poin. Pada perdagangan kemarin, aksi ambil untung masih didominasi investor lokal. Meski beberapa investor asing juga ambil bagian, tapi kebanyakan masih berburu saham.

Transaksi investor asing tercatat melakukan pembelian bersih (foreign net buy) senilai Rp 282,1 miliar di seluruh pasar. Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi mencapai 156.732 kali pada volume 6,087 miliar lembar saham senilai Rp 5,3 triliun. Sebanyak 88 saham naik, sisanya 154 saham turun, dan 113 saham stagnan.

Bursa-bursa di Asia menutup perdagangan di zona merah dengan koreksi yang cukup dalam. Hasil penghitungan sementara pemilu Italia menunjukkan kemungkinan besar pemenangnya adalah kelompok yang tidak mendukung adanya reformasi ekonomi.

Hal ini menjadi kekhawatiran pelaku pasar karena dengan begitu Italia dan beberapa negara lainnya di Uni Eropa akan kesulitan menyelesaikan krisis utangnya. Aksi jual pun langsung terjadi di bursa-bursa regional.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya Mayora (MYOR) naik Rp 1.050 ke Rp 24.250, Supreme Cable (SCCO) naik Rp 400 ke Rp 4.550, Akasha (ADES) naik Rp 300 ke Rp 2.825, dan Tigaraksa (TGKA) naik Rp 250 ke Rp 2.350.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Lionmesh (LMSH) turun Rp 3.100 ke Rp 13.600, Unilever (UNVR) turun Rp 550 ke Rp 22.300, Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 550 ke Rp 39.900, dan Lion Metal (LION) turun Rp 500 ke Rp 13.500.

Menutup perdagangan sesi I, indeks BEI ditutup melemah 42,562 poin (0,91%) ke level 4.653,545. Sementara Indeks LQ45 berkurang 9,959 poin (1,24%) ke level 795,691. Sembilan sektor terkena koreksi gara-gara aksi ambil untung. Hanya satu sektor yang masih bertahan di zona hijau, yaitu sektor konstruksi.

Aksi ambil untung masih didominasi investor lokal. Meski beberapa investor asing juga ambil bagian, tapi kebanyakan masih berburu saham. Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi mencapai 87.021 kali pada volume 3,274 miliar lembar saham senilai Rp 2,712 triliun. Sebanyak 82 saham naik, sisanya 152 saham turun, dan 92 saham stagnan.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya Mayora (MYOR) naik Rp 800 ke Rp 24.000, Tigaraksa (TGKA) naik Rp 300 ke Rp 2.500, Jaya Real (JRPT) naik Rp 250 ke Rp 4.200, dan Supreme Cable (SCCO) naik Rp 225 ke Rp 4.375.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Unilever (UNVR) turun Rp 750 ke Rp 22.100, BCA (BBCA) turun Rp 700 ke Rp 10.600, Lion Metal (LION) turun Rp 500 ke Rp 13.500, dan Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 450 ke Rp 40.000.

Diawal perdagangan, indeks BEI dibuka melemah 11,37 poin atau 0,24 persen ke posisi 4.684,74. Sementara indeks 45 saham unggulan (LQ45) melemah 2,85 poin (0,35%) ke level 802,81, “Bursa Asia termasuk indeks BEI dibuka melemah pada awal perdagangan dan ini memfaktorkan koreksi signifikan di bursa AS yang dipicu oleh ketidakpastian politik di Italia paska pemilu," kata analis Samuel Sekuritas, Benedictus Agung.

Dia menambahkan, pelaku pasar khawatir hasil pemilu Italia akan memicu ketidakstabilan politik di negara itu dan berpotensi memunculkan kembali krisis utang di Uni Eropa. Diawal perdagangan Selasa, bursa regional diantaranya indeks Hang Seng dibuka melemah 102,45 poin (0,45%) ke level 22.717,63, indeks Nikkei-225 turun 193,33 poin (1,66%) ke level 11.469,19, Straits Times melemah 18,08 poin (0,55%) ke posisi 3.270,68. (bani)