Sempat Terkoreksi, Indeks BEI Masih Berpeluang Menguat

NERACA

Jakarta – Aksi borong investor asing yang berlangsung dalam beberapa pekan terakhir, akhirnya kembali balik arah, lantaran banyak investor kembali melakukan aksi jual yang berujung pada terkoreksinya indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI). Mengakhiri perdagangan saham, indeks BEI ditutup melemah 33,076 poin (0,70%) ke level 4.663,031. Sementara Indeks LQ45 turun 6,886 poin (0,85%) ke level 798,764.

Kata analis Panin Sekuritas, Purwoko Sartono, aksi jual yang cukup signifikan membawa indeks BEI terkoreksi,”IHSG BEI ditutup koreksi cukup signifikan menyusul sentimen negatif dari bursa regional dimana gejolak politik Eropa tampak menjadi sumber kekhawatiran investor," katanya di Jakarta, Selasa (26/2).

Dia mengemukakan, pemilu Italia dipandang dapat mengganggu kestabilan Eropa. Investor khawatir akan kemampuan Italia untuk tetap berkomitmen terhadap pengetatan anggaran yang sudah disepakati sebelumnya.

Dimana gejolak politik itulah yang membuat pasar khawatir krisis utang Eropa bisa memburuk lagi. Sementara dari sisi teknikal, kata Purwoko, meski indeks BEI turun tajam, akan tetapi koreksi yang terjadi merupakan hal yang sehat.

Berikutnya, indeks BEI Rabu diproyeksikan akan bergerak mixed dengan kecenderungan menguat terbatas pada kisaran 4.635-4.685 poin. Pada perdagangan kemarin, aksi ambil untung masih didominasi investor lokal. Meski beberapa investor asing juga ambil bagian, tapi kebanyakan masih berburu saham.

Transaksi investor asing tercatat melakukan pembelian bersih (foreign net buy) senilai Rp 282,1 miliar di seluruh pasar. Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi mencapai 156.732 kali pada volume 6,087 miliar lembar saham senilai Rp 5,3 triliun. Sebanyak 88 saham naik, sisanya 154 saham turun, dan 113 saham stagnan.

Bursa-bursa di Asia menutup perdagangan di zona merah dengan koreksi yang cukup dalam. Hasil penghitungan sementara pemilu Italia menunjukkan kemungkinan besar pemenangnya adalah kelompok yang tidak mendukung adanya reformasi ekonomi.

Hal ini menjadi kekhawatiran pelaku pasar karena dengan begitu Italia dan beberapa negara lainnya di Uni Eropa akan kesulitan menyelesaikan krisis utangnya. Aksi jual pun langsung terjadi di bursa-bursa regional.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya Mayora (MYOR) naik Rp 1.050 ke Rp 24.250, Supreme Cable (SCCO) naik Rp 400 ke Rp 4.550, Akasha (ADES) naik Rp 300 ke Rp 2.825, dan Tigaraksa (TGKA) naik Rp 250 ke Rp 2.350.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Lionmesh (LMSH) turun Rp 3.100 ke Rp 13.600, Unilever (UNVR) turun Rp 550 ke Rp 22.300, Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 550 ke Rp 39.900, dan Lion Metal (LION) turun Rp 500 ke Rp 13.500.

Menutup perdagangan sesi I, indeks BEI ditutup melemah 42,562 poin (0,91%) ke level 4.653,545. Sementara Indeks LQ45 berkurang 9,959 poin (1,24%) ke level 795,691. Sembilan sektor terkena koreksi gara-gara aksi ambil untung. Hanya satu sektor yang masih bertahan di zona hijau, yaitu sektor konstruksi.

Aksi ambil untung masih didominasi investor lokal. Meski beberapa investor asing juga ambil bagian, tapi kebanyakan masih berburu saham. Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi mencapai 87.021 kali pada volume 3,274 miliar lembar saham senilai Rp 2,712 triliun. Sebanyak 82 saham naik, sisanya 152 saham turun, dan 92 saham stagnan.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya Mayora (MYOR) naik Rp 800 ke Rp 24.000, Tigaraksa (TGKA) naik Rp 300 ke Rp 2.500, Jaya Real (JRPT) naik Rp 250 ke Rp 4.200, dan Supreme Cable (SCCO) naik Rp 225 ke Rp 4.375.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Unilever (UNVR) turun Rp 750 ke Rp 22.100, BCA (BBCA) turun Rp 700 ke Rp 10.600, Lion Metal (LION) turun Rp 500 ke Rp 13.500, dan Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 450 ke Rp 40.000.

Diawal perdagangan, indeks BEI dibuka melemah 11,37 poin atau 0,24 persen ke posisi 4.684,74. Sementara indeks 45 saham unggulan (LQ45) melemah 2,85 poin (0,35%) ke level 802,81, “Bursa Asia termasuk indeks BEI dibuka melemah pada awal perdagangan dan ini memfaktorkan koreksi signifikan di bursa AS yang dipicu oleh ketidakpastian politik di Italia paska pemilu," kata analis Samuel Sekuritas, Benedictus Agung.

Dia menambahkan, pelaku pasar khawatir hasil pemilu Italia akan memicu ketidakstabilan politik di negara itu dan berpotensi memunculkan kembali krisis utang di Uni Eropa. Diawal perdagangan Selasa, bursa regional diantaranya indeks Hang Seng dibuka melemah 102,45 poin (0,45%) ke level 22.717,63, indeks Nikkei-225 turun 193,33 poin (1,66%) ke level 11.469,19, Straits Times melemah 18,08 poin (0,55%) ke posisi 3.270,68. (bani)

BERITA TERKAIT

Konflik Jababeka, BEI Belum Tentukan Sikap

NERACA Jakarta – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) memastikan belum mengambil sikap soal penolakan tiga kontraktor PT Kawasan Industri Jababeka…

Investor Ritel di Pasar Obligasi Masih Minim

NERACA Jakarta – Tren pertumbuhan obligasi yang terus meningkat tidak diiringi dengan pertumbuhan investor ritel yang berinvestasi di pasar obligasi.…

Pembajakan Masih Jadi Masalah Pemilik Kekayaan Intelektual

NERACA Jakarta – Mentor program Katapel milik Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Mochtar Sarman mengatakan pembajakan menjadi masalah yang kerap kali…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Sesuaikan Hasil Kajian RBB - Bank BTN Optimis Bisnis Tetap Tumbuh

Tahun 2019, menjadi tahun yang penuh tantangan karena pertumbuhan ekonomi dunia dan  domestik diperkirakan melambat akibat berkepanjangannya perang dagang antara…

Torehkan Kinerja Sangat Baik - BTN Meraih Penghargaan CSA Award 2019

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) meraih penghargaan CSA Award 2019. Penghargaan emiten dengan kinerja terbaik tersebut, hasil kerja…

Berikan Pendampingan Analis Investasi - CSA Research Gandeng Kerjasama Modalsaham

NERACA Jakarta – Genjot pertumbuhan investor pasar modal, khususnya generasi milenial dan juga mendukung inovasi sektor keuangan digital, Certified Security…