Menperin Sarankan Samsung Bangun Pabrik di Indonesia

Inginkan Keringanan Pajak

Rabu, 27/02/2013

NERACA

Jakarta - Raksasa elektronik Korea Selatan Samsung berniat berinvestasi dan meminta pembebasan pajak kepada Menteri Perindustrian M.S Hidayat. Namun, pemerintah mendesak wujud investasi itu harus berupa pembangunan pabrik perakitan di Tanah Air.

Hidayat menyatakan Samsung tidak mau berterus terang berapa nilai investasi yang siap mereka gelontorkan. Menurut mantan Ketua Kadin itu, Samsung awalnya cuma meminta pembebasan pajak, tanpa kejelasan wujud investasinya.

Menperin menegaskan pihaknya mewanti-wanti supaya Samsung membangun pabrik saja, agar pembebasan pajak bisa diberikan. "Iya (Samsung mau investasi), Dia nggak mau ngomong (nilainya). Cuma saya memberitahu dia kalau anda committed ikut mulai investasi di Indonesia, kita baru mulai bisa membicarakan (pembebasan pajak)," ujar Hidayat di kantornya ,Selasa (26/2).

Saat ini bisnis Samsung, khususnya di sektor telepon seluler pintar sangat berkembang. Impor ponsel perusahaan Negeri Ginseng itu untuk melayani pasar Indonesia mencapai US$ 1,2 miliar. Menperin mengungkapkan dulu Samsung mendapat kemudahan memasukkan ponsel ke Indonesia lewat jalur importasi prioritas bea cukai. Beleid anyar sektor perdagangan yang membatasi masuknya ponsel asing ini lantas menghilangkan hak istimewa raksasa Korsel itu.

Menurut Hidayat, setelah bertemu dengannya, Samsung berjanji serius mempelajari kemungkinan membangun pabrik. "Katanya dalam seminggu ini dia sedang serius dengan headquarter-nya, mau memberikan kesepakatan prinsip aja bahwa mereka mau investasi (pabrik)," kata Menperin.

Penyebab Samsung pikir-pikir membangun pabrik karena mereka terlanjur membangun pabrik perakitan di Vietnam. Namun, dari studi kelaikan awal, pesaing utama Apple Inc dalam kancah ponsel pintar dunia ini mengakui Indonesia masih potensial menjadi basis perakitan ponsel untuk ekspor. "(Kelaikan Indonesia menjadi basis produksi) Sangat cukup. Hanya Samsung telanjur bangun di Vietnam aja," ungkap Hidayat.

Menperin mendesak Samsung agar tidak terlalu lama menimbang-nimbang. Jika tahun ini investasi tersebut tidak direalisasikan, pemerintah mengingatkan akan ada perusahaan ponsel ternama lain yang mendahului membangun pabrik. "Saya sudah bilang, kalau you tahun ini enggak masuk, tahun depan sudah ada investor besar yang akan menjadi kompetitor anda," tegasnya.

Investor Besar

Ditemui di tempat yang sama, Wakil Presiden Samsung Indonesia Lee Kang Hyoun menolak berkomentar kepada wartawan. Dia meninggalkan lokasi tanpa menjelaskan hasil pertemuan dengan Menperin.

Sebelumnya Korea Selatan untuk pertama kalinya masuk dalam jajaran lima negara investor terbesar di Indonesia dengan nilai investasi sekitar US$ 300 juta. "Korea Selatan sudah menjadi top five dalam investasi Penanaman Modal Asing (PMA) di Indonesia," kata Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Chatib Basri.

Berdasarkan catatan BKPM total investasi PMA selama Januari-Juni 2011 mencapai Rp 82,6 triliun, naik 16,3% dibanding Rp71 triliun. Singapura masih merupakan negara dengan nilai investasi terbesar yaitu US$ 1,9 miliar , disusul Amerika Serikat US$ 936,1 juta , Jepang US$ 735 juta , Belanda US$ US$ 727,6 juta , dan Korea Selatan US$ 338,4 juta.

Chatib menuturkan, minat Korea Selatan untuk menanamkan modalnya di Indonesia dari tahun ke tahun terus meningkat, tercermin dari jumlah proyeknya yang mencapai 242 proyek. "Sejak Posco masuk ke Indonesia untuk membangun pabrik baja, langsung diikuti oleh perusahaan lainnya," ujarnya. Posco adalah perusahaan baja Korea Selatan yang tengah berinvestasi di Indonesia.

Dia juga menuturkan, sejak kerjasama Posco dengan PT Krakatau Steel resmi ditandatangani perusahaan Korea Selatan terus berdatangan untuk menyampaikan komitmen investasi di tanah air. "Hingga kini sudah hampir 200 perusahaan Korea yang datang ke Indonesia untuk menyatakan minat investasi, selain yang sudah ada di Indonesia seperti Samsung, LG," ujarnya.

Samsung selain masih mendominasi sektor elektronik, juga bersiap untuk masuk di sektor pembangkit listrik, pembangunan jalan, rel kereta api. Hankook membangun pabrik ban dengan investasi US$ 1,2 miliar hingga tahun 2014.