Revitalisasi Rusun Marunda gaya Jokowi-Ahok

Setelah lima tahun mangkrak, sarang hantu itu kini mulai semarak bersinar. Sarang hantu itu tak lain adalah Rusun Marunda yang memiliki 2.900 unit dari 14 tower. Sejak dibangun dengan anggaran 2007/2008, hingga 2012 dibiarkan tak berpenghuni. Alasanya banyak falilitas yang tak diadakan karna rusak, terutama listrik dan air bersih. Hanya sekitar 500 unit saja yang dihuni.

Gubernur Jokowi dan Wagub DKI Basuki Tahaja Purnama alias Ahok menargetkan renovasi rusun yang terletak di bagian timur Jakarta Utara itu selesai pada pertengahan tahun ini. Alhasil ratusan keluarga mendaftar menjadi calon penghuni. Mereka kebanyakan keluarga korban banjir yang selama ini tinggal di kawasan Pluit dan sekitarnya. Pluit berada di Jakarta Utara bagian barat.

Revitalisasi rusun itu pun membawa korban, Kepala Unit Pelaksana Teknis Pengelola Rusun (UPT-PR) Wilayah I Jakarta Utara Kusnindar dicopot karena dianggap tak becus mengurusi rusun tersebut. Sedangjan atasannya, yaitu Kepala Dinas Perumahan dan Bangunan Novizal mengundurkan diri dengan alasan sakit.

Sebelumnya, Kusnindar mengatakan hingga akhir Desember 202 telah terdapat 837 calon penghuni yang mendaftar. Uang sewa yang dipatok variatif. Untuk lantai 1 dipatok Rp 271 ribu per bulan/unit. Uang sewa lantai 2 Rp 354 ribu per bulan per unit, lantai 3 Rp 338 ribu, lantai 4 dihargai Rp 321 ribu, dan di lantai paling atas yaitu lantai 5 Rp 304 ribu/bulan/unit. Menurut Kusnindar, banyak penghuni yang menunggak uang sewa. Hingga Desember 2012, tunggakan tercatat sebesar Rp 1 miliar.

Para calon penghuni baru itu tentu saja tak bisa langsung menempati rusun itu. Menurut Gubernur, dibutuhkan waktu sekitar empat bulan untuk memperbaikinya hingga layak tinggal. Perbaikan ditaksir menelan biaya sebesar Rp 15 miliar.

Kabar terakhir, yang sudah mendaftar sudah lebih dari seribu keluarga. Namun, ditengarai beberapa orang bertingkah seperti calo. “Yang nunggu sudah ribuan, di tempat yang lain juga masih berapa puluh lagi. Ada yang sudah ketutup semak. Ada yang pintu, jendela, kabel listrik, ilang semuanya,” ujar Gubernur. (saksono)

BERITA TERKAIT

Kemenperin Revitalisasi Sentra IKM Tanggulangin

NERACA Jakarta – Kementerian Perindustrian terus berupaya mendorong pertumbuhan industri kulit, alas kaki dan barang jadi kulit. Sektor ini mendapat…

Indonesia Bertransformasi Lewat Sosok Jokowi

  Oleh: Rinaldi Gustaf, Pengamat Ekonomi Politik Saat saya melihat perawakan Jokowi yang disebut banyak orang “wong ndeso” atau “si…

Kemenperin: Populasi Industri Tumbuh, Daya Saing Meningkat - 4 Tahun Kinerja Jokowi-JK

NERACA Jakarta – Pemerintahan Joko Widodo dan Jusuf Kalla selama ini tetap fokus untuk terus menumbuhkan sektor industri manufaktur, baik…

BERITA LAINNYA DI HUNIAN

Pemerintah Perlu Awasi Ketat Aplikasi Digital Perhotelan

Pemerintah Perlu Awasi Ketat Aplikasi Digital Perhotelan NERACA Jakarta - Pemerintah perlu mengawasi lebih ketat aplikasi dan platform digital untuk…

Karakteristik Pasar Perumahan Ekspatriat Tidak Berubah

Karakteristik Pasar Perumahan Ekspatriat Tidak Berubah NERACA Jakarta - Konsultan properti Colliers International menyatakan bahwa karakteristik pasar perumahan untuk ekspatriat…

Perlu Adanya Pembenahan Regulasi Perumahan

Perlu Adanya Pembenahan Regulasi Perumahan   NERACA Jakarta - Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia DKI Jakarta (Hipmi Jaya), Afifuddin Suhaeli…