Sekali Lagi, Properti di Jakarta Akan Booming

Semua pihak memang mempunyai prediksi yang sama tentang bisnis sektor properti di Jakarta dan sekitarnya. Booming. Kali terakhir, Gubernur DKI Jakarta JokoWidodo memprediksi, sektor itu akan mengalami perkembangan atau pertumbuhan yang sangat pesat.

Bahkan, kata Jokowi, bisa jadi harga properti di Jakarta akan menjadi yang termahal di dunia, mengalahkan Hong Kong, New York, Paris, London, Sydney, Kuala Lumpur, juga Singapura. “Bisa kita yang pertumbuhannya paling tinggi dan properti Jakarta bisa menjadi yang termahal di dunia," kata Gubernur saat berbicara dalam rapat konsultasi nasional para kepala daerah seluruh Indonesia yang bertajuk ‘Pembangunan Pasca 2015 di sebuah hotel di Jakarta, akhir Februari (20/2).

Menurut Jokowi, jika seluruh infrastruktur sudah mapan atau siap, pasca 2015 akan terjadilah lonjakan pembangunan ekonomi, terutama sektor properti. Tidak hanya tertinggi di seluruh Indonesia, sektor itu bisa jadi juga akan terbesar di dunia.

Yang jadi persoalan di Ibukota Republik Indonesai ini adalah bagaimana menyusun tata ruang dan peruntukan. Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta harus menyediakan tempat hunian yang reprentatif bagi penduduknya dan mereka yang bekerja di Jakarta, mulai dari hunian untuk kelompok menengah ke bawah hingga hunian dengan fasilitas premium bagi para eksekutif .

Sebelumnya, Jokowi mengungkapkan, pihaknya akan membangun perumahan buat kalangan menengah ke bawah. Perlunya pembangunan perumahan tersebut juga dalam upaya mengurangi kawasan pemukiman kumuh. “Kita ingin kalangan menengah ke bawah memiliki rumah. Menteri Perumahan sudah memberikan lampu hijau. Dan sudah didukung Bapak Presiden. Jadi tinggal saya kerjakan,” kata Gubernur, saat pembukaan Rakernas Real Estate Indonesia (Rakernas REI) di Jakarta awal Desember tahun lalu.

Perumahan khusus bagi golongan menengah ke bawah itu dalam bentuk rumah susun (rusun), bukan rumah tapak. Ada sejumlah modus pembangunan rusun bagi kelompok bawah. Di antaranya rumah susun sewa sederhana (rusunawa), rumah susun sederhana hak milik (rusunami). Mengapa harus rusun? Jawabannya selalu begini, jika model rumah tapak, harga tanahnya sudah cukup mahal. Sedngkan, dengan model rusun, selain dapat menampung cukup banyak penghuni, biayanya pun juga akan lebih murah. Rusun-rusun baru nantinya akan dibangun di kawasan yang jauh dari pemukiman mereka semula.

Harus Sesuai Tata Ruang

Namun, tidak mungkin seluruh wilayah Jakarta yang luasnya 661,52 km² dijadikan sebagai kawasan properti, baik untuk hunian maupun kawasan bisnis. Wilayah Jakarta juga membutuhkan kawasan atau ruang terbuka hijau (RTH). Sesuai perintah UU Nomor 26 Tahun 2007 tentang Tata Ruang, tiap daerah harus menyediakan 30% wilayahnya untuk RTH. Untuk Jakarta, minimal RTH-nya seluas 199,5 km². Saat ini baru terdapat kurang dari 15%.

Namun, konsultan tata kota Nirwono Joga menyatakan, Pemprov DKI Jakarta mampu mewujudkan kewajibannya menyedikan 30% lahannya untuk RTH. Menurut dia, tidak sepenuhnya RTH disediakan oleh pemerintah, tapi juga bisa diupayakan oleh kalangan swasta. Dengan adanya kewajiban para pengembang dan pemilik bangunan untuk menyediakan 30% lahanya untuk kawasan hijau, sudah barang tentu jumlah itu dapat terpenuhi.

Selain itu, pemerintah daerah juga harus menyiapkan saran prasarana infrastruktur penunjang aktivitas warganya. Karenanya, mantan walikota Solo ini akan secara ketat mengontrol agar tata ruang kawasan di Jakarta tidak semrawut dan Jakarta menjadi hutan beton dan baja. Bahkan DPRD Kabupaten Bekasi menetapkan 52 ribu hektare dari 127,38 ribu hektare wilayahnya tak boleh dibangun untuk rumah, tapi hanya boleh untuk pertanian.

Bagaimana dengan Jakarta? Gubernur Joko Widodo ingin ada pemerataan kawasan strategis, untuk menyebut kawasan bisnis di Jakarta dan wilayah sekitarnya. Harus ada yang fokus mengembangkan wilayahnya untuk sektor ekonomi, lingkungan, wisata, juga budaya.

Itu sebabnya, kawasan hunian yang masuk dalam 10 besar di kawasan Jakarta dan sekitarnya, kebanyakan ada di pinggiran kota. Dalam catatan yang disiarkan General Manager rumah123.com Andy Roberts, di Jakarta, awal Februari di urutan teratas kawasan yang paling dicari untuk hunian berturut-turut Bintaro, Bumi Sepong Damai/BSD (TangerangSelatan), Cibubur (Jakarta Timur/Depok), Pantai Indah Kapuk/PIK (Jakarta Barat), Gading Serpong (Tangerang), Kemang (Jakarta Selatan), Harapan Indah (Bekasi), Kepala gading (Jakarta Utara), Bukit Sentul (Bogor), dan Cinere (Depok).

Khusus kawasan Cibubur, kini sudah melebar hingga kawasan Cimanggis dan Leuwinanggung, Depok, maupun ke arah Cileungsi-Jonggol. Selain ketiga lokasi itu, masuk dalam 10 kawasan favorit bisnis properti lainnya adalah Kemang, Gading Serpong, Pantai Indah Kapuk (PIK), Bukit Sentul, Harapan Indah, Kelapa Gading, dan Cinere. (saksono)

Related posts