Merpati Ingin Diselamatkan Lewat IPO

Beberapa kali disuntik modal, krisis yang dialami PT Merpati Nusantara Airlines (MNA) belum juga membuat kinerja perseroan bisa tumbuh agresif. Kini perseroan berencana menawarkan saham perdana atau initial public offering (IPO) untuk kesulitan dari masalah keuangan.

Direktur Utama Rudy Setyopurnomo mengatakan, salah satu konsep yang diinginkan perseroan keluar dari masalah keuangan dengan IPO, “Yang paling baik adalah go public meskipun yang dijual ke masyarakat 70% saham tetapi laporan nantinya lebih transparan dan jauh lebih bersih,”katanya di Jakarta, Senin (25/2).

Dia mengungkapkan, saat ini beban utang Merpati cukup besar yaitu di atas Rp 5,9 triliun. Kesulitan cash flow berakibat pada keterlambatan pembayaran gaji karyawan. Oleh karena itu, dirinya setuju atas ide restrukturisasi yang akan dilakukan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan.

Menurutnya, pencetusan ide restrukturisasi mungkin ada. Karena kondisi keuangan perseroan memiliki utang besar dan beban operasional besar sekali,”Saat saya masuk menjadi dirut, utang Merpati sudah di atas Rp 5,9 triliun. Saat ini utang bertambah naiknya ratusan miliar. Jika dihitung satu hari Rp 1 miliar bebannya. Saya harap Pak Dahlan berkenan untuk mengurangi beban Merpati," tandasnya.

Rudy mengakui ide dan gagasan yang disampaikannya, disambut posituf oleh Dahlan. Tetapi dia kembali menegaskan sebelum menggelar IPO, Merpati harus bersih, baik dalam skala keuangan yang cukup sehat maupun skala operasional lainnya, “Responnya Pak Dahlan baik (terkait IPO). Target 2014 kita IPO yang penting sekarang yang harus dibenahi adalah restrukturisasi. IPO itu harus semua legal case harus bersih. Orang-orang yang nakal jelas akan dikeluarkan,"tandasnya. (bani)

BERITA TERKAIT

Layanan Darurat 112 Jadi Solusi Smart City

PT Jasnita Telekomindo Tbk melalui anak perusahaannya, PT Esa Kreasi Negri telah membuat penambahan fitur baru yang bernama mobile application…

Tahun Depan, SMF Rilis Obligasi Rp 9 Triliun

Perkuat likuiditas guna menopang kebutuhan pendanaan perumahan bagi masyarakat berpenghasulan rendah (MBR), PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau SMF akan…

Volume Penjualan Indocement Turun 1,9%

Di kuartal tiga 2019, volume penjualan PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) menurun dibandingkan dengan capaian periode yang sama tahun…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Pangsa Pasar Menyusut - Volume Penjualan Rokok HMSP Terkoreksi 5,7%

NERACA Jakarta - Keputusan pemermintah yang akan menaikkan cukai rokok rata-rata sebesar 23% mulai Januari 2020 menjadi ancaman terhadap pertumbuhan…

Bekasi Fajar Raup Pendapatan Rp 607,61 Miliar

NERACA Jakarta – Di kuartal tiga 2019, PT Bekasi Fajar Industrial Estate Tbk (BEST) membukukan pendapatan Rp 607,61 miliar. Jumlah…

Usai Pelantikan Presiden Terpilih - Pelaku Pasar Menantikan Tim Kabinet Ekonomi

NERACA Jakarta- Sentimen positif pelantikan presiden dan wakil presiden terpilih Indonesia priode 2019-2024 masih menyelimuti pergerakan indeks harga saham gabungan…