Rumor iPhone Mini

Perbedaan harga produk Apple di dalam negri dengan diluar negeri memang cukup jauh, didalam negeri kita bisa mendapatkan produknya dengan harga yang cukup mahal, tentunya karena biaya masuk dan segala perpajakan yang hingga kini masih banyak penjabat negara menyelewengkannya.

Entah akan menjadi nyata atau tidak, yang pasti rumor terkait iPhone Mini sudah ‘kadung’ mencuat. Tentu akan ada banyak sisi menarik jika seandainya perangkat itu dihadirkan, salah satunya adalah potensi keuntungan dan perluasan pasar bagi Apple sendiri.

Nah, terkait dengan itu, baru-baru ini seorang analis dari Morgan Stanley, Katy Huberty telah mengeluarkan catatan penting setelah dirinya bertemu dengan seorang Chief Financial Officer Apple, Peter Oppenheimer. Catatan yang dikeluarkan analis tersebut, menyiratkan bahwa kehadiran iPhone murah sebagai langkah yang masuk akal bagi Apple.

Mengambil contoh kasus dari kehadiran iPad Mini yang dinilainya telah membantu Apple memperluas jangkauan pasarnya di negara berkembang, seperti Cina dan Brasil, serta fakta di mana permintaan iPhone versi lawas seperti iPhone 4 dan iPhone 4S yang masih terbilang cukup tinggi, mengindikasikan pasar untuk iPhone dengan harga yang lebih rendah masih begitu lebar.

Bahkan, menurut Katy, seperti dilansir Business Insider, pada margin laba kotor yang 40% lebih rendah dan tingkat kanibalisasi 1/3, iPhone Mini masih dinilai sebagai tambahan pendapatan dan laba kotor bagi Apple.

Meski langkah Apple yang memangkas harga iPhone model lawasnya, telah terbukti membantu perangkat tersebut untuk terjual di pasar negara berkembang, namun hal tersebut belum cukup untuk menangkis serbuan munculnya ponsel Android yang kini banyak ditawarkan dengan harga terjangkau.

Kehadiran iPhone Mini murah, tentu akan membuat persaingan pasar smartphone terjangkau semakin sengit, utamanya di segmen pasar negara berkembang.

Related posts