Surganya Para Peselancar - Bono Riau

Kedahsyatan gelombang Bono di Sungai Kampar, Desa Teluk Meranti, Propinsi Riau oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dijadikan sebagai salah satu daerah destinasi wisata minat khusus. Kemenparekraf telah menginisiasi potensi gelombang Bono sejak tahun 2010 dan mulai memperkenalkanya kepada masyarakat pada tahun 2011.

Potensi Sungai Kampar untuk dijadikan sebagai daerah wisata sangat besar. Sejak banyakvideo Sungai Kampar di Youtube, banyak peselancar yang datang untuk merasakan sensasi gelombang Bono. Saat ini, Kemenparekraf telah membuatmasterplanpengembangan wisata Desa Teluk Meranti. Sudah dibagi daerah yang akan dikembangkan sebanyak tujuh lokasi yang terdiri dari tiga bagian utama yakni daerah konservasi, arena selancar dan fasilitas wisata seperti penginapan. Panjangnya lokasi yang akan dikembangkan ini sekitar 55 km, sementara panjang kawasan yang dilewati gelombang Bono adalah 30 km.

Potensi pengembangan salah satu destinasi wisata minat khusus ini sangat besar karena tidak hanya menyasar kedatangan peselancar kelas dunia juga mengundang minat keluarga peselancar untuk ikut menikmati keindahan Desa Teluk Meranti yang belum banyak tersentuh modernisasi. Kondisi Desa Teluk Meranti masih sangat sederhana. Namun, dengan daya tarik gelombang Bono, namun optimis wisata di Desa Teluk Meranti akan berkembang pesat.

Berkaca dari keberhasilan pariwisata Bali yang bermula dari kegiatan selancar, pemerintah pun optimis wisata Riau khususnya Desa Teluk Meranti akan memperoleh keberhasilan yang sama. Akses menuju Desa Meranti ada dua. Pengunjung dapat melalui Batam, dari sana bisa menggunakan akses laut. Sedangkan jika ingin menggunakan jalur darat, pengunjung dapat melalui kota Pekanbaru dengan waktu tempuh 4 jam.

Kedahsyatan gulungan ombak yang ditingkahi hentakan keras dari berbagai arah tak terduga dianggap sebagai bencana oleh masyarakat setempat. Apalagi kedatangan gelombang Bono disertai dengan gejala alam yang tidak biasa. Sebelum gelombang datang, langit menjadi berwarna gelap dan turun hujan rintik-rintik.

BERITA TERKAIT

Wacana Berwisata dalam Kawasan Konservasi di Riau

Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau, Suharyono, menuturkan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) telah mengoptimalkan pergeseran…

Menteri LHK Ajak Para Dubes dan Sekjen ASEAN Melihat Kecanggihan BMKG - Observasi BMKG, Hotspot di Indonesia Turun Tajam

Menteri LHK Ajak Para Dubes dan Sekjen ASEAN Melihat Kecanggihan BMKG Observasi BMKG, Hotspot di Indonesia Turun Tajam NERACA Jakarta…

Beragam Manfaat AMMDes Diapresiasi Para Pihak

NERACA Jakarta – Pengembangan Alat Mekanik Multifungsi Pedesaan (AMMDes) diapresiasi banyak pihak karena mampu memberikan beragam manfaat bagi kebutuhan masyarakat…

BERITA LAINNYA DI WISATA INDONESIA

Eksplorasi Khazanah Cirebon dan Kuningan

Sebagai orang yang akrab dengan iklim pesisir Pantai Utara Jawa (Pantura), memilih tempat berlibur di kawasan yang nyaris serupa nampaknya…

Tips Wisata Kala Berpuasa

Berwisata kerap diidentikkan dengan aktivitas bersenang-senang yang pada akhirnya menguras tenaga dan stamina. Tak heran jika banyak orang yang cenderung…

Masjid Lancip, Objek Wisata Religi di Kalimantan Selatan

Kabupaten Hulu Sungai Utara, Provinsi Kalimantan Selatan, memiliki banyak obyek wisata religi dan sarat nilai sejarah. Salah satunya Masjid As…