Menjaga dan Melestarikan Warisan Kuliner Nusantara Sepenuh Hati - Festival Jajanan Bangau 2013

Menjaga warisan kuliner Nusantara bukanlah suatu hal yang sangat mudah. Indonesia memiliki banyak sekali Warisan Kuliner Nusantara yang mesti kita lestarikan dan kita jaga keberadaannya. Lewat Festival Jajanan Bango ini lah salah satunya, warisan kuliner Nusantara bisa dilestarikan dan dijaga keberadaannya. Dengan kecap yang dibuat dengan sepenuh hati akan menghasilkan citarasa yang sepenuh hati, dan tidak hanya itu, Kecap Bango pun dengan sepenuh hati turut dalam menjaga juga melestarikan warisan kuliner Nusantara.

Festival Jajanan Bango ini pun menjadi bukti bahwa Bango dengan sepenuh hati turut dalam menjaga juga melestarikan warisan kuliner Nusantara, sejak tahun 2005 acara ini menjadi agenda tahunan yang melekat di hati setiap keluarga Indonesia. Sejak tahun 2005 hingga saat ini, Festival Jajanan Bango telah berkesempatan menyambangi kota Jakarta, Bekasi, Depok, Bandung, Semarang, Surabaya, Sidoarjo, Kediri, Malang, dan Medan. Dibuka pertama kali dikota kembang Bandung, Festival Jajanan Bango 2013 disambut sangat hangat dan sudah sangat dinantikan oleh masyarakat.

Hadir di 5 kota besar Indonesia, Festival Jajanan Bango 2013 dimulai di Bandung pada tanggal 9 Februari di Monumen Perjuangan, Surabaya pada 24 Februari di Grand City Mall, Malang pada 17 Maret di Stadion Rampal, Semarang pada 31 Maret di Stadion Diponogoro dan terakhir ditutup di Jakarta pada 13 April di Plaza Barat Senayan. Dalam acara ini menghadirkan 10 legenda kuliner Nusantara yaitu Sate Klatak Mak Adi Yogyakarta, Tengkleng Klewer Bu Edi Solo, Sate Jamur Cak Oney, Tahu Tek Telor Cak Kahar Surabaya, Nasi Pindang Pak Ndut Semarang, Mie Aceh Sabang, Mie Koclok Mas Edy Cirebon, Oseng-oseng Mercon Bu Narti Yogyakarta, Lontong Balap Pak Gendut Surabaya dan Nasi Goreng Kambing Kebon Sirih.

Tak hanya tempat yang nyaman, kuliner yang sangat lezat pun menambah kehangatan suasana saat melewatinya bersama orang-orang yang kita cintai dan sayangi. Hal ini pun tak lepas dari peranan Kecap Bango yang memberikan cita rasa sepenuh hati, dibuat oleh kedelai hitam Malika, gula kelapa, garam dan air, menghasilkan kecap dengan kualitas sepenuh hati. Kedelai hitam sendiri memberikan rasa gurih yang lebih enak juga memiliki kadar protein yang cukup tinggi. Hanya Kedelai hitam terbaiklah yang dijadikan Kecap Bango, satu demi satu butir kedelai hitam pun dipilih dengan sepenuh hati agar menghasilkan Kecap Bango dengan kualitas yang sepenuh hati.

Dimulai dari langkah kecil Tjoa Pit Boen yang mendirikan usaha rumahan di kawasan Benteng, Tangerang, pada tahun 1928 di mana Bango pertama kali dijajakan di toko kecil di garasi rumahnya. Dengan cita rasa dan kualitas yang sepenuh hati, membuat kecap Bango menjadi kecap yang tersebar dan dikenal luas keberadaannya. Berkat usaha keras dan konsistensi dalam menjaga rasa dan kualitas, Bango terus bertahan selama 85 tahun, dan kini Kecap Bango dengan Unilever Indonesia tak hanya memberikan cita rasa sepenuh hati, namun turut menjaga dan melestarikan Warisan Kuliner Nusantara dengan sepenuh hati.

Related posts