Lippo Cikarang Bangun Sentra Bisnis IKM Jepang - Nilai Investasi Rp 60 Miliar

NERACA

Jakarta-PT Lippo Cikarang Tbk (LPCK) menggandeng investor Jepang melalui Forval Corporation mengincar peluang pertumbuhan Industri Kecil dan Menengah (IKM) melalui pembangunan Japanese Small Medium Enterprises Centre (Japanese SMEs Centre). Banyaknya perusahaan Jepang yang akan melakukan ekspansi tahun ini disebut-sebut menarik perseroan untuk membuka lahan sekitar 5,3 hektar untuk pembangunan Japanese SMEs Centre ini.

Kata Direktur Utama PT Lippo Cikarang Tbk Meow Chong Loh, pembangunan sentra bisnis di lahan 5,3 hektar tersebut menghabiskan dana sebesar Rp60 miliar. Pengembangan bisnis perseroan di industri ini didasarkan pada masih langkanya kawasan pergudangan yang ditujukan untuk investor Jepang. Saat ini saja, pihaknya mencatat sudah ada 7 perusahaan yang telah bergabung di sentra bisnis Japanese SMEs Centre. “Perusahaan asal Jepang yang bergerak di industri kecil dan menengah harus membayar sekitar US$10/m2.” ujarnya di Lippo Cikarang, Bekasi, Senin (25/2).

Pertumbuhan kawasan Lippo Cikarang ini, menurut dia, sejalan dengan mengalirnya arus investasi dari luar negeri. Pada fase pertama pengembangan sentra bisnis ini, perseroan menargetkan sebanyak 25 perusahaan asal Jepang yang bisa masuk ke pasar industri Indonesia. Pihaknya pun berharap upaya ini dapat memberikan kontribusi terhadap perkembangan makro perekonomian secara nasional.

Sejauh ini, lanjut dia, kawasan Lippo Cikarang menopang para pelaku bisnis yang berjumlah sekitar 320 ribu orang di dalam 800 industri manufaktur. Sementara strategi pemasaran melalui sewa dipilih karena investor UKM tergolong dalam skala kecil sehingga tidak perlu membeli tanah dan membangun pabrik sendiri. “Kalau beli tanah investasinya terlalu besar jadi kita kita kerjasamanya melalui sewa sehingga modalnya tidak terlalu besar,” jelasnya.

Chairman Forval Corporation Hideo Okubo menilai, melalui pembungunan sentra bisnis ini diharapkan dapat mendukung perekonomian Indonesia semakin baik sehingga arus investasi asing yang masuk pun semakin besar. “Dengan ini berharap arus investasi yang masuk semakin besar,” ucapnya.

Dari ketujuh perusahaan yang telah masuk, menurut dia, antara lain PT Katsuyamaseiki KKB Indonesia dengan bidang bisnis cutting tool manufacturer & regrind (produsen alat proses metal), PT Kobayu Trading Indonesia dengan bisnis screw trading (perdagangan komponen industri), PT Tsujikawa Indonesia dengan bidang bisnis Dies Manufacturer (produsen alat cetak untuk industri), serta PT Nihon Haken dengan bidang bisnis Diamond cutting tool manufacturer (produsen alat proses metal berbentuk berlian). (lia)

BERITA TERKAIT

Alfamart Gelar Pelatihan Bisnis Masyarakat di Museum Geopark

Alfamart Gelar Pelatihan Bisnis Masyarakat di Museum Geopark   NERACA Sukabumi - PT Sumber Alfaria Trijaya (Alfamart) menggelar pelatihan dan pendampingan…

Kisel-Koperasi Astra-Forkom KBI Kerjasama Bisnis Aplikasi Digital

Kisel-Koperasi Astra-Forkom KBI Kerjasama Bisnis Aplikasi Digital NERACA Purwokerto - Koperasi Telekomunikasi Seluler (Kisel), Koperasi Astra Internasional dan Forum Koperasi…

UU Pertanahan Jangan Jadi Penghambat Iklim Usaha dan Investasi - Ketua Umum KADIN

UU Pertanahan Jangan Jadi Penghambat Iklim Usaha dan Investasi Ketua Umum KADIN NERACA Jakarta - Rancangan Undang-undang (RUU) tentang Pertanahan…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Catatkan Penjualan Lahan 25,3 Hektar - DMAS Masih Mengandalkan Kawasan Industri

NERACA Jakarta – Kejar target penjualan, PT Puradelta Lestari Tbk (DMAS) masih fokus mengembangkan kawasan industri. Apalagi, perseroan menerima permintaan lahan…

Targetkan Pembiayaan Rp 1 Triliun - Astra Finacial Tawarkan Promo Bunga 0%

NERACA Jakarta – Proyeksi pasar otomotif dalam negeri yang masih lesu, menjadi tantangan bagi pelaku industri otomotif untuk terus menggenjot…

Perkenalkan Fortofolio Bisnis - Astra Tampil di 1st Pacific Expo Selandia Baru

NERACA Jakarta – Menunjukkan eksistensinya di dunia internasional, PT Astra Internasional Tbk (ASII) menjadi satu dari lebih dari 100 perusahaan…