LG Targetkan Penjualan 40 Juta Unit Ponsel Pintar

Bidik Konsumen Negara Berkembang

Selasa, 26/02/2013

NERACA

Jakarta - LG Electronic Inc menargetkan penjualan ponsel pintar mereka pada tahun ini mampu mencapai 40 juta unit atau memiliki pengapalan 52%. Adapun strategi utama LG untuk mencapai target tersebut yakni lebih agresif membidik pasar di negara-negara berkembang.

Selain itu, Head Mobile Communication Division LG Park Jong Seok mengatakan dalam beberapa bulan ke depan LG akan merilis ponsel pintar high end terbaru yakni Optimus G Pro di lebih dari 50 negara. Optimus G Pro merupakan penerus Optimus G. Optimus G sendiri telah terjual sebanyak lebih dari 1 juta unit sejak diluncurkan di Amerika Serikat, Kanada, Korea dan Jepang pada November tahun lalu.

Sementara itu, Optimus G Pro mulai dijual di Korea Selatan pada pekan lalu. Ponsel pintar ini dilengkapi prosesor quad core Qualcomm dan kamera utama beresolusi 13 MP. Seperti semua ponsel pintar LG, Optimus G Pro juga dibekali sistem operasi Android. Ponsel ini terutama ditujukan untuk pasar negara berkembang.

"Citra LG di pasar ponsel pintar premium meningkat. LG tampaknya juga memiliki potensi pertumbuhan yang lebih besar daripada HTC dan BlackBerry," kata analis LIG Investment & Securities Kim Ki Young, seperti dilansir Bloomberg, Senin.

LG juga berencana fokus memasarkan ponsel pintar high end mereka di China. Di kawasan Amerika Latin, Timur Tengah dan Afrika, LG akan lebih fokus memasarkan ponsel pintar low end seperti seri Optimus L.

Tampaknya LG ingin kembali merebut posisi lima teratas vendor ponsel pintar global. Pada tahun lalu, berdasarkan data pengapalan ponsel pintar IDC, LG tidak berhasil masuk lima teratas yang diduduki Samsung, Apple, Nokia, HTC, dan BlackBerry. Sementara itu, untuk total pengapalan ponsel pada 2012, LG turun satu peringkat menjadi kelima dengan pengapalan 55,9 juta unit atau turun 36,5% dari tahun lalu.

Sebelumnya, LG Indonesia telah membuka penjualan perdana ponsel pintar Android Nexus 4 di pusat perbelanjaan Grand Indonesia Jakarta. Dalam sehari, ponsel hasil kerjasama Google dan LG itu telah terjual 1.000 unit.

Sejak sepekan lalu, LG membuka pra-pemesanan Nexus 4 lewat beberapa situs jual beli online. Sejatinya, Nexus 4 di Indonesia dibanderol dengan harga Rp 5.499.000. LG menawarkan potongan harga untuk konsumen yang melakukan pra-pemesanan online. "Di hari penjualan perdana ini, 1.000 unit LG Nexus 4 diberikan ke konsumen yang telah melakukan pre-order online," kata Vania Fransisca, Head of Marketing Communication LG Indonesia.

LG juga membuka pemesanan Nexus 4 yang dibundel dengan layanan seluler dan data dari Telkomsel. Ada harga khusus dan cicilan bulanan bagi yang membeli Nexus 4 dengan paket layanan Telkomsel. Vania menjelaskan, bagi konsumen yang melakukan pemesanan , akan mendapatkan Nexus 4 maksimal dalam kurun waktu sebulan. Produk itu akan diantar ke alamat pemesan tanpa biaya ongkos kirim.

LG Nexus 4 memiliki layar seluas 4,7 inci jenis WXGA True HD IPS Plus dengan resolusi 1.280 x 768 pixel. Kamera belakang dibekali sensor 8MP dengan lampu kilat LED, dan kamera depan 1,3MP. LG Indonesia menjual Nexus 4 dengan memori internal 16GB dan baterai berkapasitas 2.100mAh. Prosesor Qualcomm Snapdragon S4 kecepatan 1,5GHz dan RAM 2GB membuat ponsel pintar ini berjalan mulus serta mampu menjalankan aplikasi dan game kelas berat. Semua itu berjalan dengan sistem operasi Android 4.2 (Jelly Bean).

Pertumbuhan Pasar

Pasar ponsel tahun 2013 ini makin memanas dengan kehadiran berbagai sistem operasi baru dari Android (Google), Windows (Microsoft), dan BlackBerry (RIM). Lembaga riset Growth for Knowledge (GfK) memprediksi pertumbuhan penjualan ponsel di Indonesia meningkat sebesar 8% di tahun 2013.

Johan Pangaribuan, GFK Senior Account Manager Telecommunication mengungkapkan pertumbuhan penjualan ditopang oleh penjualan ponsel pintar yang meningkat 44% dibandingkan dengan tahun lalu. Sementara, ponsel dengan fitur berbasis Symbian diproyeksi tahun ini hanya tumbuh 2%. "Penjualan ponsel pintar tumbuhnya lebih besar karena harga yang terus turun dan jumlah kelas menengah di Indonesia terus tumbuh," kata Johan.

Dia mengatakan, penjualan ponsel pintar masih didominasi oleh merek global dengan komposisi 98%, sementara 2% adalah merek lokal. Adapun, untuk ponsel fitur, sebanyak 54% merek lokal dan 46% merek global. Meski penjualan ponsel pintar dikuasai oleh vendor global, namun vendor lokal pun tak mau menyia-nyiakan kue pertumbuhan ponsel pintar.

Sugiharianto Akbar, Public Relations PT Konten Indomedia Pratama, produsen ponsel lokal merek IMO, menyatakan tahun depan, IMO akan serius menggarap pasar ponsel pintar segmen menengah bawah dengan kisaran harga sekitar Rp 1,2 juta per unit sampai Rp 1,8 juta per unit.

Akbar menyatakan, penjualan ponsel fitur yang terus merosot inilah yang membuat IMO fokus menggarap pasar ponsel pintar. Dia menjelaskan, perusahaannya menargetkan penjualan ponsel pintar akan memberikan kontribusi 30%, sementara ponsel fitur sebanyak 20%. Sisanya 50% berasal dari penjualan tablet. "Kami hanya bisa bilang persentasenya. Yang jelas, ponsel pintar pada tahun lalu itu hanya 10%, tahun ini kami upayakan bisa tumbuh jadi 30%," katanya.