Ketergantungan Impor Bawang Putih Persulit Stabilisasi Harga - Harga Melangit Empat Kali Lipat

NERACA

Jakarta - Masyarakat sepertinya tidak kaget lagi menerima kenyataan bahwa beberapa komoditas pangan dalam negeri didatangkan dari negara lain. Tidak hanya beras, kedelai, daging, tapi juga bawang putih. Ketergantungan impor bawang putih mempersulit pemerintah mengendalikan harga.

Menteri Perdagangan Gita Wirjawan menuturkan, harga bawang putih sudah setinggi langit. Kenaikannya hampir enam kali lipat. Kenaikan harga ini terjadi karena tingginya permintaan masyarakat. Padahal, untuk mencukupi kebutuhan tersebut, pemerintah sudah melakukan impor. "Bawang putih mencuat dari Rp 5.000 per kg ke Rp 30.000 per kg itu lebih karena ketergantungan kita terhadap impor," jelas Gita di Jakarta, Senin (25/2).

Menurut Gita, selama ini kebutuhan bawang putih di Indonesia lebih banyak didatangkan dari luar negeri. Terbatasnya pasokan bawang putih membuat bawang putih perlahan merangkak naik. "Karena permintaannya tinggi sementara pasokannya terbatas. Tapi nanti akan coba kita lihat deh," singkatnya.

Sementara itu, Menteri Pertanian Suswono menuturkan, sekitar 80% kebutuhan bawang putih nasional masih dipenuhi melalui keran impor. Ketergantungan pada impor ini menyebabkan Indonesia kesulitan melakukan stabilisasi harga bawang putih.

Menurut Suswono, gangguan pasokan bawang putih dari luar negeri yang menyebabkan harga bawang putih melonjak hingga Rp30 ribu per kg saat ini. "Boleh jadi mungkin karena impor, karena bawang putih lebih dari 80% masih impor. Jadi, nampaknya (harga melonjak) mungkin karena pasokan berkurang untuk bawang putih," terang Suswono.

Meski harga bawang putih mengalami kenaikan yang signifikan, lanjut dia, harga-harga dan pasokan bahan pangan lain masih terjaga. "Kalau yang lain-lain, saya pikir belum sangat mengganggu," sambungnya.

Permainan Importir

Sekretaris Jenderal Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia mengungkapkan kenaikan harganya tidak wajar, saya curiga ini dimainkan importir. Ngadiran menyatakan, saat ini harga bawang putih di pasar-pasar di DKI Jakarta berkisar antara Rp 29 ribu sampai Rp 30 ribu per kilogram. Di kota-kota lain di Jawa, harga bawang putih antara Rp 24 ribu-Rp 25 ribu per kilogram. "Padahal harga normalnya cuma Rp 12 ribu-Rp 14 ribu per kilogram," ujarnya.

Kenaikan harga bawang putih mulai terjadi sejak akhir Desember dan Januari lalu saat harganya melonjak Rp19 ribu per kilogram. Tingginya curah hujan di berbagai daerah di Indonesia pada saat itu tak hanya mengganggu panen tapi juga jalur distribusi.

Memasuki bulan Februari, curah hujan mulai menurun dan harga produk hortikultura lain juga berangsur merendah, namun harga bawang putih justru terus meroket. Menurut data harga di Pasar Induk Kramat Jati misalnya, harga kol bulat stabil di kisaran Rp 2,4 ribu per kilogram, tomat Rp 13 ribu per kilogram, wortel Rp 5 ribu per kilogram, bawang merah Rp 18 ribu per kilogram dan cabai rawit Rp 21 ribu per kilogram. Kebutuhan bawang putih dalam selama ini memang lebih banyak dipenuhi oleh produk impor. Tahun lalu impor bawang putih mencapai sekitar US$ 250 juta.

Di pihak lain, Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) mensinyalir adanya permainan dalam pembagian alokasi kuota impor bawang putih. Akibat permainan ini, harga bawang putih melonjak hingga Rp30 ribu per kilogram (kg). "RIPH (Rekomendasi Impor Produk Hortikultura) yang sudah diterbitkan tahun lalu tidak jatuh pada importir yang seharusnya. Kita mensinyalir ada permainan di sini (impor bawang putih)," kata Ketua Komisi IV DPR Romahurmuzy.

Dugaan ini, lanjut anggota DPR dari Fraksi PPP ini, didasari oleh penunjukan sejumlah perusahaan yang tidak jelas track record-nya untuk mengimpor bawang putih. Sejumlah perusahaan yang telah berpengalaman melakukan impor bawang putih malah mendapatkan kuota lebih sedikit. "Justru pelaku-pelaku usaha yang sesungguhnya tidak mendapat kuota lebih besar daripada (perusahaan-perusahaan) yang baru," ungkap Romahurmuzy.

Seperti diberitakan sebelumnya, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menginstruksikan jajarannya untuk mengawasi harga bawang putih yang mengalami kenaikan kurang wajar. "Saya berharap para Menteri dan Gubernur untuk mewaspadai dan mengendalikan stabilisasi atas sejumlah harga-harga sembako yang mengalami kenaikan kurang wajar," ujar SBY, baru-baru ini. Berdasarkan catatannya, harga bawang putih dalam dua bulan belakangan ini melonjak cukup tajam dari Rp25 ribu mencapai Rp30 ribu per kg.

BERITA TERKAIT

Perlu Tingkatkan Sinergi Perlindungan Konsumen

NERACA Jakarta – Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita mengajak pemerintah daerah (pemda) meningkatkan sinergi dalam menyusun strategi penyelenggaraan program perlindungan…

Niaga Internasional - BPDP-KS Pastikan Tak Ada Pungutan Ekspor Sawit Hingga Akhir 2019

NERACA Jakarta – Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDP-KS) sepakat tidak melakukan pungutan ekspor sawit sampai akhir 2019, guna…

Serap 200 Ribu Naker, Ekspor Industri Batik Tembus USD18 Juta

NERACA Jakarta - Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto mengatakan industri batik merupakan salah satu sektor yang cukup banyak membuka lapangan pekerjaan.…

BERITA LAINNYA DI BERITA KOMODITAS

Perlu Tingkatkan Sinergi Perlindungan Konsumen

NERACA Jakarta – Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita mengajak pemerintah daerah (pemda) meningkatkan sinergi dalam menyusun strategi penyelenggaraan program perlindungan…

Niaga Internasional - BPDP-KS Pastikan Tak Ada Pungutan Ekspor Sawit Hingga Akhir 2019

NERACA Jakarta – Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDP-KS) sepakat tidak melakukan pungutan ekspor sawit sampai akhir 2019, guna…

Serap 200 Ribu Naker, Ekspor Industri Batik Tembus USD18 Juta

NERACA Jakarta - Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto mengatakan industri batik merupakan salah satu sektor yang cukup banyak membuka lapangan pekerjaan.…