Diborong Asing, Indeks BEI Kembali Menguat

NERACA

Jakarta – Aksi beli investor asing yang terus berlanjut, rupanya membawa indeks Bursa Efek Indonesia (BEI) terus menguat. Indeks harga saham gabungan (IHSG) Senin awal pekan ditutup menguat 44,984 poin (0,97%) ke level 4.696,107. Sementara Indeks LQ45 ditutup menanjak 11,358 poin (1,43%) ke level 805,650.

Analis Panin Sekuritas Purwoko Sartono mengatakan, indeks BEI ditutup menguat didorong aksi beli di saham-saham bank kelas berat, “IHSG BEI ditutup menguat didorong oleh sentimen positif bursa regional," katanya di Jakarta, Senin (25/2).

Dia mengemukakan, bursa saham Nikkei Jepang menguat cukup tinggi menyusul ekspektasi Gubernur Bank Sentra Jepang (BoJ) yang baru akan melakukan kebijakan moneter untuk mendorong ekonomi negaranya.

Disisi lain, ia mengatakan, investor saham diproyeksikan akan mengambil posisi menunggu terhadap keputusan FOMC (Federal Open Market Committee) terkait suku bunga dan kebijakan pembelian asset 85 miliar dolar AS per bulan. Oleh karena itu, indeks BEI Selasa diproyeksikan akan bergerak berfluktuasi dengan kecenderungan menguat terbatas di kisaran 4.670-4.710 poin.

Pada perdagangan akhir pekan kemarin, delapan sektor mendorong indeks sampai rekor tertingginya sepanjang masa dan sedangkan dua sektor menjadi penghambat. Rekor tertinggi IHSG sebelumnya ada di level 4.651,123 akhir pekan lalu setelah naik 18,719 poin (0,40%).

Dana asing dalam jumlah banyak kembali mengalir masuk lantai bursa. Transaksi asing tercatat melakukan pembelian bersih (foreign net buy) senilai Rp 410,11 miliar di seluruh pasar. Perdagangan berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi mencapai 180.059 kali pada volume 6,413 miliar lembar saham senilai Rp 6,253 triliun. Sebanyak 146 saham naik, sisanya 125 saham turun, dan 76 saham stagnan.

Bursa-bursa di Asia kompak menutup awal pekan dengan positif menyusul sentimen kabar baik dari bursa AS akhir pekan lalu. Pasar saham Jepang memimpin penguatan dengan lonjakan lebih dari dua persen.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya BCA (BBCA) naik Rp 750 ke Rp 11.300, Nipress (NIPS) naik Rp 600 ke Rp 5.100, Lion Metal (LION) naik Rp 600 ke Rp 14.000, dan Mayora (MYOR) naik Rp 450 ke Rp 23.200.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Gudang Garam (GGRM) turun Rp 800 ke Rp 49.750, Fast Food (FAST) turun Rp 500 ke Rp 12.000, Hero Supermarket (HERO) turun Rp 400 ke Rp 5.050, dan Indosat (ISAT) turun Rp 300 ke Rp 6.300.

Perdagangan sesi I, indeks BEI ditutup naik 23,492 poin (0,51%) ke level 4.674,615. Sementara Indeks LQ45 menguat 5,793 poin (0,73%) ke level 800,085. Penguatan didorong oleh aksi beli investor asing. Penguatan indeks tertahan oleh koreksi saham-saham tambang yang terkena aksi ambil untung. Namun sembilan sektor masih mampu menguat di zona hijau.

Perdagangan berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi mencapai 100.350 kali pada volume 3,654 miliar lembar saham senilai Rp 3,079 triliun. Sebanyak 124 saham naik, sisanya 104 saham turun, dan 88 saham stagnan.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya Nipress (NIPS) naik Rp 600 ke Rp 5.100, Lion Metal (LION) naik Rp 600 ke Rp 14.000, Mayora (MYOR) naik Rp 450 ke Rp 23.200, dan Tiga Raksa (TGKA) naik Rp 270 ke Rp 2.100.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Gudang Garam (GGRM) turun Rp 600 ke Rp 49.950, HM Sampoerna (HMSP) turun Rp 450 ke Rp 72.500, Indosat (ISAT) turun Rp 250 ke Rp 6.350, dan Unilever (UNVR) turun Rp 150 ke Rp 22.800.

Diawal perdagangan, indeks BEI dibuka naik 10,50 poin atau 0,23% ke posisi 4.661,63. Sementara indeks 45 saham unggulan (LQ45) menguat 2,63 poin (0,33%) ke level 796,92.

Analis Samuel Sekuritas Benedictus Agung mengatakan, IHSG BEI kembali dibuka menguat seiring minimnya sentimen negatif dari bursa regional, “Bursa AS menguat di akhir pekan kemarin didorong oleh penguatan bursa Eropa yang memfaktorkan rilis data 'business confidence' Jerman di bulan Januari naik. Hal itu mengkompensasi sentimen negatif dari diturunkannya proyeksi ekonomi Uni Eropa," katanya.

Namun demikian, dia mengatakan, beberapa saham sektor perbankan cukup rawan aksi ambil untung seiring penguatan yang signifikan sepanjang pekan lalu. Kepala Riset e-Trading Securities Betrand Raynaldi menambahkan pada perdagangan Senin, IHSG BEI diperkirakan bergerak berfluktuasi dengan kecenderungan menguat, hal itu terlihat dari indikator MACD (Moving Average Convergence Divergence) yang masih menghasilkan sinyal penguatan dan akan bergerak di kisaran 4.580-4.750 poin.

Bursa regional diantaranya indeks Hang Seng, Senin dibuka menguat 37,25 poin (0,16%) ke level 22.819,69, indeks Nikkei-225 naik 194,30 poin (1,71%) ke level 11.580,24, Straits Times menguat 3,32 poin (0,10%) ke posisi 3.281,45. (bani)

Related posts