Pasar Modal Berprespektif Lingkungan

Oleh : Ahmad Nabhani

Wartawan Harian Ekonomi NERACA

Isu pemanasan global sedang menjadi tren saat ini dan bahkan di semua lini selalu mengkampanyekan tentang go green. Rupanya, kepedulian terhadap lingkungan menjadi perhatian serius dalam investasi pasar modal. Karena dalam berinvestasi tidak hanya berorentasi kepada keuntungan semata, namun bagaimana sang investor ramah dengan lingkungan sebagai penunjang keberlanjutan kehidupan hingga berinvestasi.

Bagi sebagian orang, investasi pasar modal ramah lingkungan mungkin terlihat heran dan terkesan terlalu memaksakan. Pasalnya, secara kasat mata investasi di pasar modal sangat kecil sekali bersinggungan dengan lingkungan, dan terlebih khawatiran bisa merusak alam sekitar. Namun suka tidak suka, rupanya kepedulian terhadap lingkungan tidak hanya dimonopoli oleh beberapa sektor investasi saja seperti pertambangan, pengeboran minyak hingga komoditas berupa mewujudkan kepedulian sosial (corporate social responsibility).

Merespon investasi pasar modal yang ramah lingkungan, Bursa Efek Indonesia (BEI) bekerjasama dengan Yayasan Keanekaragaman Hayati Indonesia (Kehati) membentuk indeks Sri Kehati. Langkah ini dilakukan dengan tujuan mulia untuk mendorong emiten melakukan upaya-upaya pembangunan berkelanjutan, dan tidak melulu hanya menciptakan keuntungan.

Mungkin apa yang menjadi niatan baik ini perlu diapresiasi. Karena kesadaran masyarakat untuk berinvestasi tanpa banyak merusak lingkungan masih minim. Terlebih Indonesia sebagai paru-paru dunia sudah menjadi kewajiban bagi segenap bangsa ini untuk menjaga dan menciptakan kehidupan lebih baik.

Sudah saatnya, sejenak merenungkan sejauh mana tindakan kita menyelamatkan lingkungan. Karena apalah artinya sebuah pertumbuhan ekonomi yang positif, iklim investasi yang sehat dan bertumbuh pesat serta indeks pasar modal yang melejit, bilamana tidak berprespektif lingkungan. Bukankah setiap agama manapaun mengajarkan ramah terhadap lingkungan sebagai kehidupan manusia dan bukankah manusia hidup berdampingan dengan alam? Asal tahu saja, bila alam sudah murka kepada kita, investasi yang ditanamkan tidak mampu menyelamatkan kita dan apalagi tidak memberikan return tinggi.

Bapepam-LK sebagai lembaga pengawas pasar modal berencana membuat aturan tentang investasi pasar modal yang ramah lingkungan perlu direspon serta diperhatikan serius. Namun tentunya, aturan ini tidak sekedar sikap latah eksekutif karena isu pemanasan global tetapi menjadi alat mendorong kesadaran investor dari dalam yang tidak perlu dipaksakan.

Banyak cerita di negara ini, dimana banyak aturan dibuat dan ujungnya belum mengubah perilaku manusia pelaksananya. Karena aturan yang dibuat sudah di-setting bukan untuk kepentingan umum tetapi kelompok tertentu. Kita berharap niatan baik ini tidak disalah tempatkan dan bisa dilaksanakan sebaik-baiknya demi kemanfaatan bersama demi anak cucu kita di masa datang.

BERITA TERKAIT

PD Pasar Tangerang Kelola 18 Pasar Tradisional

PD Pasar Tangerang Kelola 18 Pasar Tradisional NERACA Tangerang - Perusahaan Daerah (PD) Pasar Niaga Kerta Raharja, Badan Usaha Milik…

CLEO Siapkan Belanja Modal Rp 300 Miliar

NERACA Jakarta – Produsen air minum kemasan, PT Sariguna Primatirta Tbk (CLEO) menganggarkan belanja modal atau capex tahun ini sebesar…

Danai Belanja Modal - Adhi Karya Terbitkan Obligasi Rp 2 Triliun

NERACA Jakarta – Perkuat likuiditas guna mendanai proyek baru, PT Adhi Karya Tbk (ADHI) berencana menerbitkan surat utang atau obligasi…

BERITA LAINNYA DI BISNIS INDONESIA

Kemenkeu Siapkan Strategi Pengembangan Unicorn

Jakarta-Kementerian Keuangan diketahui telah menyiapkan strategi untuk mendukung pengembangan unicorn di dalam negeri. Respon program pengembangan unicorn ini merupakan salah…

NERACA PERDAGANGAN DEFISIT US$1,16 MILIAR DI JANUARI 2019 - CORE: Defisit NPI Diprediksi Masih Berlanjut

Jakarta-Ekonom CORE memprediksi neraca perdagangan Indonesia (NPI) diperkirakan masih terus defisit hingga sepanjang tahun ini, karena kondisi ekspor impor Indonesia…

Kenaikan Tarif Kargo Udara Berdampak ke Sektor Perikanan

NERACA Jakarta-Dirjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP) KKP, Rifky Effendi Hardijanto, mengatakan kenaikan tarif kargo udara turut…