Valbury Asia Securities Targetkan 18 Ribu Nasabah - Tingkatkan Investor Ritel

NERACA

Jakarta– Persaingan bisnis perusahaan sekuritas semakin ketat ditengah pesatnya pertumbuhan kinerja indeks harga saham gabungan (IHSG). Karena itu, dengan momentum yang tepat ini, PT Valbury Asia Securitiesincar pertumbuhan nasabah hingga 16% atau mencapai 18 ribu nasabah pada 2013.

Kata Presiden Direktur PT Valbury Asia Securitie, Johanes Soetikno, target 18 ribu nasabah diperkirakan dapat mendorong pertumbuhan nilai transaksi tahun ini hinga 30%-40%, “Kita targetkan nasabah tahun ini bisa mencapai 18 ribu, dimana ritelnya 17.500 nasabah sisanya institusi,” katanya di Jakarta akhir pekan kemarin.

Sementara untuk penjaminan emisi, lanjutnya, hingga semester pertama tahun ini perseroan mengharapkan akan melistingkan tiga emiten baru di Bursa Efek Indonesia (BEI). Sehingga optimis investasi akan tumbuh pada kisaran 25% – 30%.“Ada 6 perusahaan di pipeline kami , dan saat ini kami juga merupakan salah satu agen penjual yang memasarkan SUKUK Retail Seri SR -005 , yang peminat atau investornya sendiri selalu meningkat ” ujarnya.

Sebelumnya, Mandiri Sekuritas menargetkan jumlah nasabah ritel menjadi 50 ribu pada akhir 2013 dari jumlah nasabah sekarang sekitar 14 ribu. Kata Dirut Mandiri Sekuritas, Abiprayadi Riyanto, salah satu hal yang menjadi perhatiannya untuk meningkatkan jumlah investor ritel di pasar modal karena keberadaan investor ritel memiliki peran besar.

Di tahun 2013, PT Mandiri Sekuritas menargetkan proses 10 penawaran perdana saham dan 20 penawaran obligasi pada 2013. Pihaknya akan menangani 10 penawaran obligasi pada semester pertama 2013.

Adapun perolehan dana dari penawaran obligasi diperkirakan Rp71,4 triliun dan penawaran perdana saham sebesar Rp16,9 triliun pada 2013. Sebelumnya perolehan dana dari penawaran obligasi mencapai Rp67,8 triliun dan penawaran perdana saham sebesar Rp9,9 triliun pada 2012.

Asal tahu saja, investor ritel dinilai mempunyai potensi dalam mendukung pasar modal lebih baik sehingga perlu diberikan keleluasaan dalam memiliki saham. Oleh karena itu, pihak BEI pernah mewacanakan mengatur porsi penjatahan dalam pembelian penawaran umum perdana saham (IPO) untuk investor ritel.

Sementara Asosiasi Emiten Indonesia (AEI) mengaku, emiten-emiten berkapitalisasi menengah saat ini sudah berupaya meningkatkan likuiditas perdagangan sahamnya dengan cara menambah jumlah saham beredar di publik (float share).

Namun, kecilnya penawaran dari publik membuat sebagian emiten mengurungkan niatnya tersebut.“Sayangnya ketika akan dilaksanakan aksi korporasi seperti penambahan saham baru (rigths issue), permintaan dari publik akan saham itu minim. Alhasil, sulit untuk menambah jumlah saham beredar di publik,” kata Direktur Eksekutif AEI Isakayoga. (bani)

BERITA TERKAIT

BEI Beri Edukasi Finalis Aban None Jakarta - Dorong Antusiasme Investor Muda

NERACA Jakarta – Genjot pertumbuhan investor pasar modal dari kalangan anak muda terus dilakukan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan…

Tingkatkan Efektivitas Bansos dan Infrastruktur - Tekan Kemiskinan

      NERACA   Jakarta - Ekonom Indef Bhima Yudistira mengatakan efektivitas belanja sosial dan pembangunan infrastruktur melalui instrumen…

BEI Optimalkan Pinjam Meminjam Efek - Tingkatkan Transaksi Saham

NERACA Jakarta – Optimalkan fasilitas pinjam meminjam efek dalam rangka meningkatkan transaksi saham di pasar modal, PT Bursa Efek Indonesia…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

BRPT Siapkan Belanja Modal US$ 1,19 Miliar

Dalam rangka meningkatkan kapasitas produksi pabrik petrokimia sebesar 900 ribu ton menjadi 4,2 juta ton per tahun, PT Barito Pacific…

Gandeng Binar Academy - Telkomsel Edukasi Digital Anak Muda di Timur

NERACA Jakarta - Dalam rangka pemerataan dan menggejot partisipasi anak muda di kawasan Timur Indonesia dalam kompetisi The NextDev, Telkomsel…

Juli, Fast Food Baru Buka 6 Gerai Baru

Ekspansi bisnis PT Fast Food Indonesia Tbk (FAST) dalam membuka gerai baru terus agresif. Tercatat hingga Juli 2018, emiten restoran…