Pedagang Pasar Salahkan Kementan - Ironi Impor Bawang Putih

NERACA

Jakarta - Impor, satu kata yang tidak asing lagi terdengar di telingga masyarakat Indonesia. Bagaimana tidak, saat ini mulai dari bumbu masak yang dahulu diekspor oleh Indonesia, sekarang malah kebalikannya. Negeri ini begitu doyan impor produk pertanian, termasuk bawang putih.

Sekertaris Jenderal Asosiasi Pedagang Pasar Indonesia, Ngadiran mengungkapkan kalau ini kesalahan Kementerian Pertanian, karena negara telah memberikan anggaran yang besar untuk mengembangkan pertanian di Indonesia, tetapi sia-sia jika ujung-ujungnya terus melakukan impor.

Lebih jauh lagi Ngadiran mengungkapkan saat ini Indonesia masih rajin impor bawang putih dari China dan Thailand hingga 60% dan terbesar dari China. "Ini sangat ironis karena apabila mengimpor terus petani pasti merugi dan importir yang menikmati," ungkap Ngadiran saat dihubungi Neraca, akhir pekan lalu.

Ngadiran juga mengungkapkan adanya kejanggalan yang menyebabkan harga bawang putih terus meroket naik. Sambung Ngadiran, permainan harga bawang putih wajar terjadi, karena Indonesia masih mengimpor bawang putih dalam jumlah yang besar. Impor bawang putih Indonesia terbesar berasal dari China. "Ini bukan karena faktor cuaca tetapi ada permainan harga yang dilakukan oleh para importir," jelas Ngadiran.

Ia menambahkan seharusnya harga normal bawang putih berkisar antara Rp 12.000-14.000/kg. Tetapi untuk saat ini harga bawang putih sudah di atas harga wajar, bahkan lebih dari Rp 24.000/kg. "Ada yang sampai Rp 30.000/kg ini kan nggak wajar dan ironis. Kalau dihitung rata-rata harga bawang putih saat ini itu harganya Rp 24.000/kg jauh dari harga normal," imbuhnya.

Permainan Kuota

Sementara itu, Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) mensinyalir adanya permainan dalam pembagian alokasi kuota impor bawang putih. Akibat permainan ini, harga bawang putih melonjak hingga Rp30 ribu per kilogram (kg).

"RIPH (Rekomendasi Impor Produk Hortikultura) yang sudah diterbitkan tahun lalu tidak jatuh pada importir yang seharusnya. Kita mensinyalir ada permainan di sini (impor bawang putih)," kata Ketua Komisi IV DPR Romahurmuzy.

Dugaan ini, lanjut anggota DPR dari Fraksi PPP ini, didasari oleh penunjukan sejumlah perusahaan yang tidak jelas track record-nya untuk mengimpor bawang putih. Sejumlah perusahaan yang telah berpengalaman melakukan impor bawang putih malah mendapatkan kuota lebih sedikit. "Justru pelaku-pelaku usaha yang sesungguhnya tidak mendapat kuota lebih besar daripada (perusahaan-perusahaan) yang baru," ungkap Romahurmuzy.

Seperti diberitakan sebelumnya, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menginstruksikan jajarannya untuk mengawasi harga bawang putih yang mengalami kenaikan kurang wajar. "Saya berharap para Menteri dan Gubernur untuk mewaspadai dan mengendalikan stabilisasi atas sejumlah harga-harga sembako yang mengalami kenaikan kurang wajar," ujar SBY, baru-baru ini.

Berdasarkan catatannya, harga bawang putih dalam dua bulan belakangan ini melonjak cukup tajam dari Rp25 ribu mencapai Rp30 ribu per kg.

BERITA TERKAIT

Minat Investasi di Pasar Modal - Jumlah Investor di Kepri Tumbuh 58.86%

NERACA Batam - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat investasi sektor pasar modal semakin diminati masyarakat Provinsi Kepulauan Riau. Dimana hal…

Butuh Kolaborasi Tingkatkan Daya Saing Pasar Rakyat

NERACA Jakarta – Daya saing yang dimiliki oleh pasar rakyat memiliki potensi besar dibandingkan dengan pasar swalayan. "Artinya secara daya…

Jumlah IPO Melebihi Target - Ironis Emiten Masih Kapitalisai Pasar Kecil

NERACA Jakarta – Jelang tutup tahun 2018, antrian perusahaan yang go public masih banyak. Berdasarkan data dari PT Bursa Efek…

BERITA LAINNYA DI BERITA KOMODITAS

Produk Unggulan Indonesia Dipromosikan di Australia

NERACA Jakarta – Produk usaha kecil menengah (UKM) unggulan Indonesia dipromosikan di pasar Australia melalui kerja sama Smesco Indonesia dengan…

Niaga Daring - Infrastruktur Internet Cepat Topang Geliat Bisnis E-Commerce

NERACA Jakarta – Pemerintahan Presiden Joko Widodo selama empat tahun ini telah berhasil membangun internet cepat di seluruh Indonesia guna…

Hingga Akhir Tahun 2018, Udang Masih Jadi Primadona Ekspor Sektor Perikanan

  NERACA Jakarta - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mencatat hingga akhir tahun ekspor hasil perikanan jelang akhir tahun 2018…