Pasar Positif, IPO 2013 Dinilai Bakal Mulus

Senin, 25/02/2013

NERACA

Jakarta- Pasar saham pada tahun 2013 dinilai akan berjalan mulus dibanding tahun 2014, terlebih pada semester pertama ini. Salah satu sinyal positifnya, yaitu secara year to date, net buying asing mampu mencapai Rp13,1 triliun dalam men-drive pergerakan pasar. Proyeksinya, di semester pertama 2013, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pun berpeluang menguat ke level 4.700.

Karena itu, tidak heran jika tahun ini dinilai menjadi momentum tepat bagi emiten untuk melakukan penawaran saham umum perdana (Initial Public Offering/IPO) dan menjadi peluang bagi perusahaan sekuritas untuk menarik emiten. MNC Securities misalnya, saat ini sedang menjajaki empat perusahaan yang berencana melakukan IPO dengan total nilai penjaminan emisi mencapai Rp 2 triliun. “Ada empat perusahaan tengah kami jajaki, yaitu sektor transportasi, logistik, keuangan dan perkebunan,”kata Kepala Riset MNC Securities, Edwin Sebayang di Jakarta akhir pekan kemarin.

Menurut Edwin, masing-masing perusahaan diprediksikan mencatatkan nilai penjaminan emisi sekitar Rp 300-500 miliar. Recananya, pelaksanaan pencatatan saham akan dapat terealisasi pada semester kedua tahun ini. “Nilainya sekitar Rp 300-500 miliar untuk satu perusahaan sekitar Rp300-500 miliar. Pencatatannya sendiri kita proyeksikan akan dilakukan pada semester dua tahun ini,” jelasnya

Bulan Madu Pasar Modal

Dia menilai, semester pertama ini menjadi masa bulan madu bagi pasar saham, sementara di semester kedua akan mulai beranjak volatile dikarenakan mendekati momentum pemilu.” Investor asing di semester kedua sudah mulai mengerem, terlebih di 2014 di mana kondisinya sama dengan 2004 di mana kita tidak dapat memprediksikan siapa pemimpinnya. Ini membuat market suatu volatilitas yang tinggi.” jelasnya.

Selain MNC Securities, manajemen PT Andalan Artha Advisindo Sekuritas (AAA Sekuritas) mengaku tengah menangani empat perusahaan untuk IPO setelah mengantarkan PT Steel Pipe Industry of Indonesia Tbk (ISSP) mencatatkan sahamnya di BEI. “Keempat perusahaan bergerak di bidang perkebunan, finance, dan manufaktur.” kata President Director AAA Securities Andri Rukminto.

Menurut dia, saat ini penanganan IPO untuk keempat perusahan tersebut masih dalam tahap proses. Untuk realisasi pencatatan sahamnya, perusahaan akan menggunakan laporan keuangan akhir Desember 2012, Maret, ataupun Juni. Selain IPO, pihaknya juga tengah memproses penerbitan obligasi untuk perusahaan gula senilai Rp 800 miliar di tahun ini. “Kami tengah memproses perusahaan perkebunan gula yang akan melakukan penerbitan obligasi senilai Rp 500-800 miliar saat ini,” jelasnya.

Optimisme maraknya penawaran umum saham perdana (initial public offering/IPO) pada 2013 juga disampaikan sebelumnya oleh Sekretaris Jenderal Asosiasi Analis Efek Indonesia, Pardomuan Sihombing. Hal tersebut dinilai dari situasi perekonomian global yang diperkirakan akan membaik di tahun depan, “Kebijakan-kebijakan mengenai moneter dan fiskal telah dilakukan di negara-negara luar sehingga kekhawatiran sudah mulai berkurang. Hal tersebut menjadi sinyal bagi pertumbuhan ekonomi global yang mulai akan membaik.” jelasnya. (lia)