Krakatau Steel Naikkan Harga Jual Produk 15%

Senin, 25/02/2013

Dampak kenaikan tarif listrik sebesar 15% dan kenaikan harga gas industri, memaksa PT Krakatau Steel Tbk (KRAS) harus meningkatkan harga jual produk sebesar 15%, “Kenaikan harga jual produk harus dilakukan untuk mengimbangi peningkatan biaya produksi akibat bertambahnya biaya tarif tenaga listrik (TTL) dan gas. Harga jual produk meningkat mulai Februari tahun ini mengikuti kenaikan harga bahan baku yang lebih dari US$100 per ton,” kata Direktur Utama Krakatau Steel, Irvan Kamal Hakim di Jakarta akhir pekan kemarin.

Sedangkan Direktur Pemasaran Krakatau Steel, Yerry menuturkan, bahan baku dan energi berkontribusi sekitar 70% terhadap total biaya produksi perseroan. “Perusahaan masih mengandalkan bahan baku impor seperti iron ore pellet, karena pabrik blast furnished belum beroperasi. Perseroan harus mengambil opsi menaikkan harga jual untuk menghindari kerugian,” ujarnya.

Kenaikan harga jual produk, lanjut Yerry, mulai dilakukan produsen baja di kawasan regional. Tercatat, Indonesia merupakan negara ketiga yang menaikkan harga jual baja, setelah Malaysia dan Vietnam. (bani)