Garuda Tunda IPO Anak Usaha Garuda

GMF Aero Asia Batal Listing

Senin, 25/02/2013

NERACA

Jakarta—Rencana PT Garuda Indonesia Tbk bakal melakukan penawaran saham perdana atau initial public offering (IPO) anak usaha, akhirnya batal dilakukan dan hal tersebut disampaikan langsung Menteri BUMN Dahlan Iskan.

Kata Dahlan, PT Garuda Indonesia Tbk memastikan tidak akan melakukan penawaran umum saham perdana terhadap anak perusahaannya, “Direksi Garudanya yang tidak mau IPO anak usahanya," ungkapnya di Jakarta akhir pekan kemarin.

Dahlan beralasan, pendapatan anak usaha Garuda, yakni PT Garuda Maintenance Facility (GMF) Aero Asia dan PT Aerowisata masih dikontribusi oleh induk perusahaannya sekitar 70%, sisanya 30% dari luar Garuda.

Selain itu, dirinya juga mengakui, perusahaan dan anak usaha BUMN yang akan melakukan IPO tahun ini lebih sedikit. Sebaliknya, pihaknya tetap mendorong program restrukturisasi perusahaan BUMN.

Sementara itu, Deputi Menteri BUMN Bidang Restrukturisasi dan Perencanaan Strategis Pandu Djayanto menegaskan, pihaknya masih menunggu keputusan dari Garuda Indonesia. "Intinya, PT PLN Persero sudah mengusulkan nama PLN Batam, sedangkan PT Pertamina Persero adalah Pertamina Drilling Service Indonesia,"katanya.

Sebelumnya, Direktur Utama Garuda Indonesia Emirsyah Satar pernah bilang, soal Garuda Maintenance Facility AeroAsia, pihaknya belum melaporkan rencana tersebut kepada Kementerian Badan Usaha Milik Negara (KBUMN) selaku kuasa pemegang saham.

Namun menurut informasi, Garuda menggunakan Mandiri Sekuritas untuk menangani rencana IPO GMF tersebut.. Secara terpisah, EVP Corporate Communication Mandiri Sekuritas Febriati Nadira mengakui perseroan tengah melakukan kajian lanjutan untuk GMF, “Memang pekerjaan yang kemarin sudah selesai. Sekarang sedang dilanjutkan kembali,”tandasnya.

Ditahun ini, selain menerbitkan right issue, Garuda juga berencana menerbitkan obligasi senilai US$ 200 juta yang diproyeksikan pada semester I 2013. (bani)